Indonesiasenang-, Cipta Swara Anugrah (CSA Indonesia) bersama Q-SYS dan Shure resmi menghadirkan Q-SYS Experience Center di Melodia Experience Center, Pondok Indah, Jakarta Selatan (16/04/2026). Fasilitas ini menjadi ruang eksplorasi teknologi terintegrasi pertama di Indonesia yang menggabungkan pendekatan teknologi dan lifestyle dalam satu pengalaman imersif.

Peluncuran ini dikemas dalam acara Solution Day: Automation, Control and Integration, yang menghadirkan berbagai inovasi terbaru di bidang otomasi, kontrol, dan integrasi sistem. Para profesional, mulai dari system integrator hingga pelaku industri kreatif, diajak untuk merasakan langsung bagaimana teknologi mengubah cara bekerja, berkolaborasi, hingga menciptakan pengalaman ruang yang lebih cerdas.

Di dalam Experience Center, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba berbagai skenario penggunaan mulai dari ruang rapat hybrid yang seamless, sistem audio profesional, hingga integrasi kontrol audio, visual, dan pencahayaan dalam satu platform terpadu.

Dalam sesi konferensi pers, Aldila Lukman selaku Q-SYS Business Development Manager Indonesia, menekankan bahwa kehadiran Experience Center ini bukan sekadar showroom teknologi.

“Fasilitas ini tidak hanya menjadi showcase, tetapi juga pusat edukasi yang memungkinkan para profesional dan komunitas kreatif mengeksplorasi teknologi secara langsung, sekaligus mendukung transformasi digital di berbagai sektor”, kata Aldila Lukman.

Lebih dari sekadar perangkat, Q-SYS membawa pendekatan berbasis platform yang relevan dengan perubahan gaya hidup kerja masa kini khususnya tren hybrid meeting yang semakin menjadi standar baru.

Dijelaskan oleh Aldila Lukman bahwa dalam konteks ruang rapat modern, ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian perusahaan yaitu keamanan, efisiensi biaya, dan kemudahan  operasional.

Dari sisi keamanan, sistem Q-SYS berbasis jaringan (network-based) yang fleksibel. Perusahaan dapat memilih menggunakan jaringan umum atau intranet lokal yang lebih tertutup.

“Untuk sistem lokal, keamanannya lebih tinggi karena tidak terhubung ke luar. Sementara untuk meeting online, kami sudah terintegrasi dengan platform seperti Microsoft Teams dan Zoom, yang sudah memiliki standar keamanan global”, jelas Aldila Lukman.

Pendekatan ini menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin mengutamakan keamanan data, tanpa mengorbankan kenyamanan kolaborasi digital.

Di sisi lain, Q-SYS juga menawarkan perspektif baru soal investasi teknologi. Alih-alih berfokus pada biaya awal yang murah, solusi ini dirancang untuk efisiensi jangka panjang.

Menurut Aldila Lukman, banyak biaya tersembunyi dalam sistem konvensional, mulai dari kebutuhan teknisi, pembaruan perangkat, hingga biaya perjalanan untuk rapat tatap muka. “Kalau sistem bisa dipakai setiap hari tanpa error selama satu hingga dua tahun, itu sebenarnya sudah menghemat banyak biaya. Bahkan maintenance tidak perlu tim khusus, cukup tim IT internal”, ujarnya.

Konsep ini sejalan dengan gaya hidup profesional modern yang mengutamakan efisiensi, fleksibilitas, dan minim distraksi teknis.

Salah satu keunggulan utama Q-SYS adalah skalabilitasnya. Sistem dapat dimulai dari skala kecil, lalu berkembang sesuai kebutuhan tanpa harus mengganti keseluruhan infrastruktur, berbeda dengan sistem analog yang cenderung membutuhkan biaya besar saat upgrade.

Meski diposisikan sebagai solusi premium, pendekatan ini justru memberikan nilai lebih dalam jangka panjang, terutama bagi perusahaan yang ingin membangun ekosistem kerja digital yang adaptif.

Hal ini juga diperkuat dengan dukungan perangkat dari Shure, seperti mikrofon seri MXA901, MXA902, hingga MXA920 yang dirancang menyesuaikan kebutuhan ruang dari kecil hingga besar dengan kualitas audio optimal.

Sebagai system integrator dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, CSA Indonesia terus memperluas perannya, tidak hanya di sektor korporasi tetapi juga hospitality dan ruang publik.

Implementasi teknologi mereka telah hadir di berbagai proyek strategis, termasuk ruang rapat hybrid berteknologi AI di Danantara Indonesia, hingga jaringan hotel global seperti Marriott, IHG Group, Mövenpick, dan Ascott.

Melalui Q-SYS Experience Center, CSA membawa visi baru menjadikan teknologi bukan sekadar alat kerja, tetapi bagian dari lifestyle modern di mana ruang fisik dan digital terintegrasi secara seamless.

Peluncuran ini sekaligus menandai langkah penting Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi teknologi multimedia terintegrasi di kawasan Asia, di mana masa depan kerja, kreativitas, dan pengalaman digital bertemu dalam satu ruang. (triyadi; foto tcs)