Indonesiasenang-, Kota Malang kembali melahirkan nama baru di skena musik independen. Kali ini datang dari Blind Phase, unit pop-punk pendatang baru yang langsung membuka perkenalan mereka lewat single perdana berjudul “Static Mind”. Lebih dari sekadar debut, lagu ini menjadi pintu masuk menuju EP pertama yang tengah mereka siapkan, sebuah penanda arah musikal dan narasi personal yang ingin mereka bawa ke depan.
“Static Mind” lahir dari kegelisahan yang terasa dekat dengan banyak orang hari ini: kondisi mental yang penuh kebisingan. Pikiran yang terus berputar, emosi yang naik-turun tanpa jeda, dan rasa lelah karena harus terus kuat di tengah arus kabar baik maupun buruk yang datang silih berganti. Dalam lagu ini, Blind Phase tidak mencoba memberi solusi instan, melainkan mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dan mengakui kekacauan itu sebagai bagian dari hidup.
Nuansa tersebut terasa sejak bait pembuka liriknya. Kalimat seperti “Half awake, I’m stuck in rewind, can’t escape the war inside my mind” langsung meletakkan pendengar di ruang kepala yang penuh konflik. Alih-alih melawan, lagu ini justru bergerak ke arah penerimaan, sebuah proses berdamai dengan rasa sakit, meski belum sepenuhnya sembuh. “Till then I’ll dance in the rain,” menjadi simbol bertahan di tengah kekacauan, meski dengan langkah yang goyah.
Masuk ke bagian chorus, “Static Mind” menegaskan tema pikiran yang terus berulang seperti kaset rusak. “My thoughts just spin like broken tapes,” dinyanyikan dengan energi pop-punk yang mentah namun emosional. Perpaduan distorsi gitar, tempo yang dinamis, dan vokal yang jujur membuat lagu ini terasa personal sekaligus relatable, sebuah potret generasi yang hidup berdampingan dengan overthinking dan tekanan mental.
Meski terbilang band baru, Blind Phase bukanlah kumpulan nama asing di Malang Raya. Formasi mereka diisi oleh Aldy (vokal) yang sebelumnya aktif di Costive dan Dominance, Andrian (gitar) dari Enamore dan Hallway, Lilo (gitar) dari The Polar Bears, Reyhan (bass) dari Grey dan Costive, serta Kelvin (drum) dari Limbo. Latar belakang genre yang beragam justru melebur menjadi identitas baru yang solid, memberi warna segar pada karakter musik Blind Phase.
Single “Static Mind” ditulis oleh Aldy dan diproduseri secara mandiri oleh Lilo di W8 Project Studio. Proses produksi, termasuk mixing dan mastering, dilakukan sendiri yang menegaskan semangat independen yang mereka bawa sejak awal. Lagu ini diproduksi pada pertengahan Desember 2025 dan dijadwalkan rilis pada awal Februari 2026.
Sebagai pembuka perjalanan mereka, “Static Mind” terasa seperti pernyataan sikap: pop-punk bukan hanya tentang energi dan amarah, tapi juga ruang untuk bercerita tentang kesehatan mental, kejujuran emosi, dan proses menerima diri sendiri. Lagu ini menjadi fondasi cerita yang nantinya akan dikembangkan lebih jauh dalam format EP.
Dalam konteks lifestyle, “Static Mind” relevan dengan realitas hidup urban hari ini, ketika kabar baik terasa bising dan kabar buruk terasa menghantam lebih keras, tanpa ada ruang abu-abu untuk bernafas. Blind Phase menangkap kegelisahan itu dan mengubahnya menjadi lagu yang bisa diteriakkan bersama, atau didengarkan sendirian saat kepala terasa terlalu penuh.
Single “Static Mind” akan segera tersedia di seluruh platform streaming digital, menandai langkah awal Blind Phase di industri musik Indonesia, sebuah awal yang bising, jujur, dan emosional, persis seperti isi kepala yang mereka ceritakan. (sugali; foto hbp)