Indonesiasenang-, Tak selalu tentang panggung besar dan sorotan lampu. Bagi Seket Jari, perjalanan bermusik justru dimulai dari ruang latihan yang sederhana, tempat nada-nada dirajut bersama dan kebersamaan tumbuh secara alami. Menjelang Bulan Suci Ramadhan 2026, grup band yang terbentuk awal tahun ini menggelar latihan vokal bersama di Jakarta sebagai bagian dari persiapan karya terbaru mereka.
Latihan tersebut menjadi momen penting bagi Seket Jari untuk menyelaraskan visi musikal. Selain mematangkan teknik vokal dan aransemen, mereka juga tengah menyiapkan lagu-lagu religi yang diharapkan mampu menemani suasana Ramadhan dengan nuansa hangat dan reflektif.
Bagi Adi Roeslan, vokalis sekaligus gitaris Seket Jari, proses latihan memiliki makna lebih dari sekadar rutinitas. Di dalamnya tersimpan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi band sejak awal terbentuk.
“Musik itu soal rasa. Lewat latihan bersama, kami belajar saling memahami karakter masing-masing, baik secara musikal maupun personal”, ujar Adi Roeslan.
Dengan formasi lengkap Adi Roeslan (vokal & gitar), Fery Gustian (gitar), Yuda Barata (gitar melodi), Deni (bass), dan Adam (gitar akustik), Seket Jari mulai membangun identitas musikalnya. Perpaduan gitar akustik dan elektrik yang mereka usung memberi warna tersendiri pada materi lagu yang tengah digarap.
Sebagai pendatang baru, Seket Jari tak menutup mata pada tantangan industri musik yang dinamis. Namun justru di sanalah mereka melihat peluang. Tahun 2026 dijadikan sebagai titik awal untuk aktif tampil di berbagai acara, memperluas jaringan, dan memperkenalkan karya mereka ke audiens yang lebih luas.
Ramadhan menjadi momentum yang mereka pilih bukan tanpa alasan. Selain sarat makna spiritual, bulan ini juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan musik yang menenangkan sekaligus menyatukan.
Dengan semangat kolektif, latihan yang konsisten, dan visi yang terus dipertajam, Seket Jari berharap langkah kecil mereka hari ini akan membawa perjalanan panjang ke depan, sebuah perjalanan bermusik yang tak hanya terdengar, tetapi juga terasa. (devin; foto doni)