Indonesiasenang-, Lintasan Circuit of the Americas kembali menjadi panggung keras bagi para talenta muda dunia. Dalam seri Moto3 Grand Prix Amerika Serikat 2026, satu nama dari Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian bukan hanya karena hasil, tetapi karena cara ia menantang batas.
Start dari posisi keempat bersama Honda Team Asia, Veda Ega Pratama membawa modal kuat: kecepatan kualifikasi dan kepercayaan diri tinggi. Di kelas Moto3 yang dikenal sebagai “perang aerodinamika dan slipstream” posisi start di baris depan adalah separuh kemenangan. Dan Veda memanfaatkannya dengan sempurna di lap-lap awal.
Begitu balapan dimulai, Veda Ega Pratama langsung menyatu dengan ritme cepat grup depan. Ia tidak sekadar bertahan, tetapi aktif membuka racing line, menutup celah, dan menjaga momentum di sektor-sektor teknis COTA yang menuntut presisi pengereman dan akselerasi keluar tikungan.

Meski sempat melorot ke posisi kedelapan, grafik performanya justru menanjak. Veda Ega Pratama membaca ritme balapan dengan matang, sebuah kualitas penting dalam motorsport modern. Puncaknya datang di lap keempat, ketika ia mencetak lap tercepat. Sebuah sinyal bahwa kombinasi setup motor dan feeling pembalap sedang berada di titik optimal.
Duel dengan Casey O'Gorman dan Joel Esteban memperlihatkan satu hal, Veda Ega Pratama tidak gentar dalam pertarungan wheel-to-wheel. Ia bermain di wilayah yang sama dengan para rivalnya, agresif, cepat, dan berani mengambil risiko.
Namun, di dunia otomotif balap, segalanya bisa berubah dalam sepersekian detik. Tikungan 11 di COTA, zona pengereman keras yang diikuti akselerasi keluar tikungan menjadi titik balik dramatis.
Pada lap kelima, Veda Ega Pratama mengalami highside, insiden yang terjadi saat ban belakang kehilangan grip lalu tiba-tiba mendapatkan kembali traksi secara ekstrem. Motor melempar pembalap keluar, sebuah pengingat brutal tentang batas antara kecepatan dan kontrol.

Insiden itu bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kombinasi kompleks antara throttle input, kondisi ban, dan karakter lintasan. Joel Esteban yang berada di belakang bahkan tak sempat menghindar, menegaskan betapa cepatnya momen itu terjadi. Balapan pun selesai lebih awal bagi Veda Ega Pratama.
Sementara itu, di depan, Guido Pini dari Leopard Racing menunjukkan bahwa dalam balap, konsistensi sering kali lebih menentukan daripada agresi. Ia mengamankan kemenangan dengan ritme stabil.
Maximo Quiles dan Alvaro Carpe melengkapi podium setelah pertarungan ketat yang lebih terkontrol. Mereka mungkin tidak selalu tercepat di tiap lap, tetapi mampu menjaga margin kesalahan tetap kecil yang menjadi kunci utama di Moto3.
Bagi Veda Ega Pratama, hasil DNF bukanlah akhir cerita. Justru di sinilah narasi motorsport terbentuk: tentang bagaimana pembalap belajar dari batas grip, memahami karakter motor, dan mengelola risiko dalam kecepatan tinggi.
COTA memberi satu pelajaran penting bahwa untuk menjadi besar di dunia balap, kecepatan saja tidak cukup. Diperlukan keseimbangan antara agresi dan kontrol, antara insting dan perhitungan.
Dan dari balapan ini, satu hal menjadi jelas bahwa Veda Ega Pratama sudah memiliki kecepatan itu. Tinggal menunggu waktu hingga ia mampu menjinakkan risiko dan mengubah potensi menjadi podium.

Berikut adalah hasil lengkap Moto3 GP Amerika Serikat 2026:
1. Guidi Pini (Leopard Racing) - 31:20.489
2. Maximo Quiles (Valresa Aspar Team) - +0.056
3. Alvaro Carpe (Red Bull Ajo) - +0.254
4. Valentin Perrone (Red Bull Tech3) - +0.445
5. Adrian Fernandez (Leopard Racing) - +9.192
6. Rico Salmela (KTM Tech3) - +15.075
7. Brian Uriarte (KTM Ajo) - +15.105
8. Adrian Cruces (CIP Green Power) - +14.914
9. Matteo Bertelle (Level Up - MTA) - +15.420
10. Scott Ogden (CIP Green Power) - +15.570
11. Eddie O'Shea (Mlav Racing) - +16.204
12. Marco Morelli (Valresa Aspar Team) - +17.274
13. Hakim Danish (AEON Credit) - +18.513
14. Marcos Uriarte (Liqui Moly) - +20.559
15. Jesus Rios (Rivacold Snipers) - +27.200
16. Ruche Moodley (Code Motorsports) - +28.093
17. Nicollo Carraro (Rivacold Snipers) - +28.099
18. Ryusei Yamanaka (AEON Credit) - +28.332
19. Cormac Buchanan (Code Motorsports) - +37.244
20. Leo Rammerstrofer (SIC58 Squadra Corse) - +61.694
Beberapa pembalap lain yang juga gagal menyelesaikan balapan (DNF) bersama Veda Ega Pratama adalah Zen Mitani, Casey O'Gorman, Joel Esteban, dan Joel Kelso. (kelvin; foto motogp)