UMKM Indonesia Tampil di Spring Fair 2026 Inggris

UMKM perempuan Indonesia mencuri perhatian di Spring Fair 2026 Inggris lewat produk fashion, lifestyle, dan budaya berkelanjutan

UMKM Indonesia Tampil di Spring Fair 2026 Inggris

Indonesiasenang-, Ajang Spring Fair 2026 di Inggris bukan sekadar pameran dagang bagi Indonesia. Di tengah dinamika industri kreatif global, partisipasi sembilan UMKM Indonesia justru menjelma menjadi panggung pertemuan antara fashion, gaya hidup modern, dan warisan budaya Nusantara yang diterjemahkan dalam bahasa desain kontemporer.

Digelar pada 01 - 04 Februari 2026 di National Exhibition Centre, Birmingham, pameran multisektor terbesar di Inggris ini menghadirkan ribuan buyer internasional yang mencari produk dengan identitas kuat sekaligus nilai keberlanjutan—dua aspek yang justru menjadi kekuatan utama produk Indonesia.

Hasilnya, sembilan jenama Indonesia yang mayoritas digawangi perempuan berhasil mencatatkan potensi transaksi mencapai USD 640,75 ribu atau sekitar Rp10,76 miliar melalui business matching dan tindak lanjut pascapameran oleh Atase Perdagangan RI London.

Di antara deretan paviliun internasional, Paviliun Indonesia tampil dengan pendekatan yang berbeda: bukan hanya menjual produk, tetapi menghadirkan cerita.

Produk fesyen artisan, aksesori berbasis kerajinan tangan, hingga home décor berbahan alami menunjukkan bagaimana estetika tradisional Indonesia bertransformasi menjadi gaya hidup global. Buyer Inggris memberikan respons positif terhadap kategori dekorasi rumah, fesyen, dan lifestyle, tiga sektor yang kini saling beririsan dalam tren konsumsi modern.

Menurut Atase Perdagangan RI London, Ayu Siti Maryam, daya tarik produk Indonesia terletak pada kombinasi desain, kualitas pengerjaan, dan prinsip keberlanjutan yang semakin relevan dengan preferensi konsumen Eropa.

Material seperti serat alami, rotan, kayu berkelanjutan, hingga bahan daur ulang menjadi elemen penting yang menghubungkan nilai budaya dengan kesadaran lingkungan. Dalam konteks lifestyle global, produk tidak lagi sekadar fungsional, tetapi mencerminkan nilai hidup dan identitas sosial pemakainya.

Paviliun Indonesia menghadirkan sembilan jenama terkurasi: Sakombu, Long Story Short, Salam Rancage, Terima Kasih Kembali, Dcraft, Millsportid, Pan Brothers, Arifahstudio, dan Homewaregroup. Setiap brand membawa interpretasi berbeda tentang Indonesia modern, mulai dari anyaman ramah lingkungan, tekstil kontemporer, hingga aksesori fesyen dengan pendekatan storytelling yang kuat.

Tangan-tangan perajin perempuan menjadi aktor utama di balik karya tersebut. Mereka tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga menjaga kesinambungan teknik tradisional sekaligus menyesuaikannya dengan selera pasar global.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan lanskap fashion dan lifestyle dunia, di mana produk handmade dan artisan kini memiliki nilai eksklusivitas yang tinggi dibanding produksi massal tanpa identitas.

Bagi Syarifah, pemilik Arifah Studio, keikutsertaan dalam Spring Fair menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang lebih luas kepada publik Inggris. Ia menilai pasar Inggris masih relatif belum banyak digarap pelaku usaha nasional, sehingga membuka peluang besar bagi brand Indonesia untuk membangun positioning sejak awal.

Lebih dari itu, partisipasi ini membawa pesan penting: Indonesia bukan hanya identik dengan Bali sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, desain, dan cerita yang mampu membangun identitas merek global.

Storytelling menjadi elemen krusial, sebuah pendekatan yang kini menjadi kunci dalam industri fashion dan lifestyle internasional, di mana konsumen membeli makna di balik produk, bukan hanya barangnya.

Keikutsertaan Indonesia dalam Spring Fair 2026 juga mencerminkan perubahan arah industri kreatif nasional menuju ekonomi berkelanjutan. Produk-produk yang ditampilkan menunjukkan kolaborasi antara UMKM kreatif dan industri manufaktur skala besar dalam satu ekosistem ekspor yang saling melengkapi.

Strategi ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen Inggris terhadap produk ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekspor baru. Saat ini, Inggris menempati posisi ke-15 sebagai tujuan ekspor tekstil Indonesia dengan pangsa sekitar 1,66 persen, angka yang dinilai masih memiliki ruang ekspansi signifikan.

Melalui tindak lanjut Business to Business (B2B), potensi transaksi yang tercipta diharapkan berlanjut menjadi kontrak dagang nyata sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk kreatif berkelanjutan di pasar global.

Partisipasi Indonesia di Spring Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar RI London bersama International Trade Centre melalui program SheTrades, dengan dukungan Bank Indonesia, BNI, BRI, dan Pertamina Foundation.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi “Dari Lokal untuk Global” serta program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), yang mendorong pelaku usaha kreatif Indonesia menembus pasar internasional melalui inovasi desain dan penguatan identitas budaya.

Di tengah kompetisi industri fashion dan lifestyle dunia yang semakin homogen, kehadiran Indonesia justru menawarkan sesuatu yang berbeda: produk yang lahir dari tradisi, dikerjakan dengan tangan manusia, dan membawa cerita sosial di dalamnya.

Spring Fair 2026 pun menjadi bukti bahwa masa depan fashion dan gaya hidup global tidak hanya ditentukan oleh tren, tetapi oleh budaya yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar. (fathur; foto apri)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.