The Cottons Rilis Dia Datang, Kisah Lama Jadi Karya Baru

The Cottons merilis lagu “Dia Datang”, karya yang ditulis sejak 2014. Lagu pop personal ini menjadi pembuka proyek album penuh mereka di 2026

The Cottons Rilis Dia Datang, Kisah Lama Jadi Karya Baru

Indonesiasenang-, Duo pop asal Jakarta, The Cottons, kembali menandai perjalanan musikal mereka di tahun 2026 dengan merilis lagu terbaru berjudul “Dia Datang”. Lagu ini pertama kali diperkenalkan melalui video lirik pada 12 Maret 2026 di kanal YouTube resmi mereka, sebelum akhirnya hadir di berbagai platform streaming musik sehari setelahnya.

Menariknya, “Dia Datang” bukanlah karya baru yang lahir dalam waktu singkat. Lagu ini justru memiliki perjalanan panjang: ide awalnya sudah tercipta sejak 2014, jauh sebelum nama The Cottons dikenal luas di skena musik independen Indonesia. Kini, setelah lebih dari satu dekade, lagu tersebut akhirnya menemukan momentum untuk diperdengarkan kepada publik.

The Cottons sendiri adalah duo suami istri yang digawangi oleh Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede. Mereka dikenal lewat warna musik pop yang hangat, intim, dan sarat cerita personal. Dalam dua tahun terakhir, perjalanan kreatif mereka juga memasuki fase paling produktif.

Setelah merilis EP Harapan pada Juni 2024 yang memuat trilogi “Harapan, Pt. 1”, “Harapan, Pt. 2”, “Harapan, Pt. 3”, serta “Ashes of Hope”, The Cottons terus menjaga ritme kreativitas dengan merilis beberapa single seperti Lentera pada April 2025 dan Gundah pada September 2025. Kini, “Dia Datang” menjadi rilisan terbaru mereka di awal 2026.

Tak hanya aktif di studio, duo ini juga semakin sering tampil di berbagai panggung festival musik besar di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, mereka hadir di sejumlah festival seperti Synchronize Festival, Pestapora, Prambanan Jazz, hingga Soundrenaline. Panggung-panggung tersebut menjadi ruang penting bagi The Cottons untuk memperluas jangkauan pendengar sekaligus memperkenalkan warna pop mereka yang lembut namun emosional.

Bagi Yehezkiel Tambun, waktu perilisan “Dia Datang” terasa tepat. Lagu ini bahkan memiliki cerita personal yang sangat intim bagi keduanya. Dalam format yang sangat sederhana, “Dia Datang” pertama kali mereka bawakan pada hari pernikahan mereka sendiri.

Menurut Yehezkiel Tambun, lagu ini hadir tanpa banyak pretensi, seperti percakapan sederhana yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap lagu tersebut dapat terdengar begitu natural hingga membuat orang bertanya-tanya siapa yang menyanyikannya.

Secara tematik, “Dia Datang” tetap mempertahankan karakter utama The Cottons, cerita personal yang jujur dan reflektif. Kaneko Pardede menjelaskan bahwa lagu ini menggambarkan perasaan yang muncul dari sebuah kehadiran yang berarti dalam hidup seseorang.

“Kurang lebih lagu ini menceritakan perasaan yang muncul karena sebuah kehadiran. Menggambarkan momen saat kita sadar, ternyata kehadiran seseorang bisa seistimewa itu”, ujar Kaneko Pardede.

Jika versi awal lagu ini dulu lahir dalam aransemen minimalis, kini “Dia Datang” hadir dengan produksi yang lebih matang. Aransemen pop berlapis dengan synthesizer dan berbagai instrumen yang saling berpadu menghadirkan nuansa musik khas The Cottons saat ini—hangat, intim, namun tetap modern.

Dalam proses rekamannya, The Cottons kembali bekerja sama dengan Bagas Wisnu Wardhana yang mengisi bagian drum. Seluruh proses produksi dilakukan di Studio Mawar, studio milik Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede sendiri.

Sementara itu, untuk visual video liriknya, The Cottons menggandeng sutradara visual Robby Wahyudi Onggo. Nama Robby sebelumnya dikenal lewat berbagai karya visual untuk band independen seperti The Jansen dan Bin Idris.

Kolaborasi ini berawal dari obrolan santai setelah mereka menonton video musik Planetarium. Ide untuk membuat video lirik bersama Robby pun muncul begitu saja, yang kemudian berkembang menjadi kerja sama kreatif yang menyenangkan.

Kini, setelah “Dia Datang” resmi dirilis, The Cottons juga memberi sedikit bocoran tentang langkah berikutnya. Lagu ini disebut sebagai potongan dari proyek yang lebih besar—sebuah rilisan penuh atau album LP yang sedang mereka siapkan untuk tahun ini.

Bagi The Cottons, “Dia Datang” bukan sekadar lagu baru, melainkan bukti bahwa sebuah karya bisa menemukan waktunya sendiri untuk hadir. Lagu yang lahir dari momen personal lebih dari satu dekade lalu itu kini akhirnya menjadi bagian dari perjalanan musik mereka yang terus berkembang. (sugali; foto dtc)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.