Indonesiasenang-, TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 terus mematangkan persiapan menjelang penyelenggaraan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Hingga 30 September 2026, sekitar 7.000 lebih buyer luar negeri dari 112 negara telah terdaftar untuk menghadiri pameran perdagangan internasional tersebut.
Data tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, dalam press conference Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Sejumlah negara mencatat jumlah pendaftar buyer yang cukup besar. India menjadi salah satu negara dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni mencapai 680 buyer, disusul China, Nigeria, dan Malaysia.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga TEI 2026 berlangsung. Sebagai pembanding, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya tercatat sekitar 8.000 buyer luar negeri.
Ada Pre-Business Matching Sebelum TEI 2026
Salah satu highlight TEI 2026 adalah penerapan pre-business matching (pre-BM). Melalui skema ini, exhibitor yang telah mendaftar tidak harus menunggu hingga pameran dimulai untuk bertemu dengan calon buyer.
"Proses pengenalan dan pitching produk sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelum TEI 2026 berlangsung. Dengan demikian, exhibitor dan buyer diharapkan telah memiliki gambaran mengenai produk yang ditawarkan maupun kebutuhan bisnis masing-masing sebelum melakukan pertemuan langsung, shingga diharapkan sebagian transaksi bahkan sudah dapat mencapai tahap close deal ketika TEI berlangsung,” ujar Fajarini dalam paparan tersebut.
Skema ini juga diharapkan dapat membuat proses pertemuan bisnis selama pameran menjadi lebih efektif sekaligus mendorong peningkatan nilai transaksi bagi pelaku usaha Indonesia.
Targetkan 1.500 Exhibitor dan US$17,5 Miliar
Pada TEI 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 1.500 perusahaan berpartisipasi sebagai exhibitor. Sementara jumlah visitor ditargetkan mencapai 30.000 pengunjung, dengan potensi transaksi sebesar US$17,5 miliar.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi eksportir Indonesia, baik pelaku usaha yang baru mulai memasuki pasar global maupun eksportir yang ingin memperluas negara tujuan ekspornya.
“Trade Expo Indonesia ini pada dasarnya merupakan bagian dari upaya melakukan promosi ekspor Indonesia. Karena itu, seleksi produk yang ditampilkan tentunya disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pasar dunia.
Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengemas dan mempertemukan produk-produk tersebut dengan pasar global dengan cara yang lebih baik.
Dunia saat ini menginginkan semakin banyak produk berbasis nilai tambah. Karena itu, kami juga memamerkan cukup banyak produk manufaktur di TEI. Harapannya, produk-produk manufaktur Indonesia ini bisa semakin luas pasarnya dan semakin kuat keterlibatannya di pasar global.” ungkap Fajarini lebih lanjut.
TEI sendiri telah memasuki penyelenggaraan ke-41 dan menjadi salah satu agenda perdagangan yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional.
Dalam penyelenggaraannya, Kementerian Perdagangan juga berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui jejaring perwakilan Indonesia di berbagai negara untuk mengundang buyer dan pelaku bisnis internasional.
Selain pre-BM, TEI 2026 tetap menghadirkan business matching dan business forum. Business matching akan mempertemukan exhibitor dan buyer melalui pertemuan B2B yang telah dijadwalkan. (kintan)