Stunting Dapat Dicegah Dengan Keluarga Mandiri Dan Asupan Gizi Baik

Permasalahan stunting di Indonesia menjadi perhatian serius, dan semua pihak memiliki peran penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Stunting Dapat Dicegah Dengan Keluarga Mandiri Dan Asupan Gizi Baik

Indonesiasenang-, Sosialisasi dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) Program Bangga Kencana dalam pencegahan stunting kepada masyarakat terus digalakkan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI. Kali ini sosialisasi dilaksanakan di Gedung PMI Lantai 2, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Jum'at (24/11/2023) dengan menghadirkan Agoes Poedjianto, S.H., M.Kes (Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jawa Tengah), Ulil Abshar, S.IP (Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN), Ir. Khofifah, MM (Kepala DP3KB Kab. Tegal), dan Dr. Dewi Aryani, M.Si (Anggota Komisi IX DPR RI).

Permasalahan stunting di Indonesia menjadi perhatian serius, dan semua pihak memiliki peran penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Indonesia. Stunting merupakan salah satu penyebab terhambatnya upaya untuk mewujudkan SDM unggul. Stunting yang terjadi pada masa anak selain menghambat pertumbuhan, juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan perkembangan motorik, bahkan mempengaruhi kesehatannya ketika masa dewasa.

Disampaikan oleh Agoes Poedjianto, S.H., M.Kes bahwa Stunting itu adalah anak balita yang gagal tumbuh dan gagal berkembang. Dimana penyebabnya faktornya banyak, salah satunya yang paling menonjol adalah kesalahan pola asuh dan kekurangan gizi kronis. Sehingga perlu ada kewaspadaan dan pencegahan.

"Stunting dapat dicegah dan cara pencegahannya banyak cara, salah satunya adalah pada remaja dalam persiapannya menikah. Untuk perempuan jangan menikah dibawah umur 21 tahun dimana idealnya menikah di usia 25 tahun. Dan ketika masa hamil harus memperhatikan asupan gizi serta melakukan pemeriksaan pada masa hamil selama enam kali. Kemudian saat setelah melahirkan harus melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dimana Air Susu Ibu (ASI) yang pertama kali keluar harus diberikan kepada bayinya karena ASI itu mengandung zat anti bodi untuk bayi yang baru lahir kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI ekslusif selama enam bulan", tutur Agoes Poedjianto, S.H., M.Kes.

Sementara itu  Ir. Khofifah, MM menambahkan bahwa terpenting untuk tetap menjaga asupan protein bagi ibu hamil, juga buat anak yang ada dalam kandungan selama kehamilan, sehingga tak berdampak pada stunting. Setelah itu untuk suami tumbuhkan rasa sayang dengan memberi perhatian yang lebih kepada istri dimasa hamil.

"Suami saat istri hamil harus aktif memberikan perhatian dengan mengantarkan periksa ke dokter atau puskesmas pada masa kehamilan. Untuk suami yang merokok jangan merokok di ruangan serta jauh dari ibu hamil dan anak-anak, kalau bisa mengurangi atau berhenti merokok. Mulai menyayangi Isti dan anak-anak kita dengan meninggalkan merokok", kata Ir. Khofifah, MM.

Sedangkan Ulil Abshar, S.IP mengatakan masalah kependudukan yang terus berkembang dan kesempatan kerja yang makin berkompetisi, oleh karena itu diperlukan mencetak generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan program Keluarga Berencana (KB).

"BKKBN menawarkan program KB bukan untuk membatasi anak, melainkan untuk mewujudkan anak atau generasi SDM yang berkualitas. Untuk mencetak generasi berkualitas hindari menikah di usia dini, karena bila hamil dan melahirkan di usia muda bisa kekurangan kalsium yang mengakibatkan tulang keropos. Hal tersebut juga berkendala kepada bayi yang dikandung atau yang dilahirkan akan mengakibatkan resiko stunting", ujar Ulil Abshar, S.IP.

Sebagai penutup Dr. Dewi Aryani, M.Si mengatakan agar keluarga menjadi mandiri dan siap melahirkan generasi yang mencetak SDM berkualitas. Untuk menjadi masyarakat mandiri jangan mami kepo dan jaka kepo diberi bantuan yang sudah matang.

"Ajak masyarakat jatuh bangun bersama-sama dalam membangun usaha, supaya rasa memilikinya kuat dan ketika jatuh bisa bangun lagi membangun usahanya. Sehingga masyarakat mandiri bisa tangguh berusaha, bisa mempersiapkan keluarga berencana yang melahirkan generasi tidak stunting untuk SDM berkualitas untuk Indonesia emas", pungkas Dr. Dewi Aryani, M.Si
(nia; foto humas)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.