Sikilku Iso Muni, OST Na Willa Menggema Perdana

OST Na Willa “Sikilku Iso Muni” debut di Festival Imlek Nasional, jadi jantung emosi film keluarga hangat produksi Visinema

Sikilku Iso Muni, OST Na Willa Menggema Perdana

Indonesiasenang-, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Sabtu malam (29/02/2026) lalu, berubah menjadi ruang perayaan imajinasi ketika lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan publik. Momen itu terjadi dalam penutupan Festival Imlek Nasional, sebuah panggung yang bukan hanya merayakan keberagaman, tetapi juga menjadi saksi kelahiran lagu yang akan menjadi jantung emosi film keluarga terbaru produksi Visinema Studios tersebut.

Lagu ini dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, voice cast sekaligus penyanyi OST film animasi terlaris Asia Tenggara, Jumbo. Sebelum memperkenalkan karya terbaru, keduanya lebih dulu menyanyikan “Selalu Ada di Nadimu” lagu yang telah melekat dalam perjalanan mereka bersama penonton Indonesia.

Suasana hangat yang tercipta seolah menjadi jembatan emosional menuju “Sikilku Iso Muni”, yang kemudian dilantunkan penuh untuk pertama kalinya.

Di atas panggung, Prince dan Quinn tak sendiri. Mereka berkolaborasi dengan Geng Krembangan, yaitu Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud) menghadirkan energi masa kecil yang ceria dan tulus.

Lagu ciptaan Laleilmanino ini tampil dengan aransemen ringan, ritmis, dan mudah dinyanyikan bersama. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan perspektif anak yang kaya imajinasi: tentang bagaimana hal-hal kecil dalam keseharian bisa terasa ajaib.

Bagi Prince Poetiray, momen tersebut terasa personal. Ia mengaku pengalaman membawakan lagu ini mengingatkannya pada awal perjalanannya bersama Jumbo, sama-sama lahir dari semangat, kehangatan, dan proses kreatif yang dikerjakan dengan hati. “Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang”, ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan visi penulis sekaligus sutradara Ryan Adriandhy, yang menegaskan bahwa musik dalam Na Willa bukan sekadar pelengkap adegan. “Di Na Willa, musik adalah bagian dari cara kami bercerita”, katanya.

“Sikilku Iso Muni” menjadi medium yang mengikat emosi cerita, yang menghidupkan sudut pandang Willa dalam melihat dunia yang sederhana namun penuh rasa ingin tahu.

Pada malam yang sama, official trailer Na Willa turut diputar, memperkenalkan kembali dunia Willa berlatar Indonesia era 1960-an. Adaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo ini menghadirkan potret keluarga sederhana dengan keberagaman budaya yang hangat dan relevan lintas generasi. Kehadiran para pemeran, termasuk Irma Rihi sebagai Mak, memperkuat kesan kekeluargaan yang menjadi ruh film.

Menariknya, gaung “Sikilku Iso Muni” tak berhenti di panggung. Area interaktif Na Willa di sekitar lokasi acara menghadirkan booth membaca, mewarnai, hingga Perpustakaan Keliling yang mengajak anak-anak merayakan literasi dan imajinasi di ruang publik. Di titik inilah lagu tersebut menemukan konteksnya: bukan hanya sebagai produk industri musik atau film, melainkan bagian dari ekosistem seni yang merawat cara pandang anak terhadap dunia.

Peluncuran perdana ini menjadi langkah awal menuju penayangan Na Willa pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran di bioskop seluruh Indonesia. Jika filmnya menjanjikan kehangatan keluarga dan keberagaman, maka “Sikilku Iso Muni” adalah denyut nadinya, lagu yang mengajak penonton kembali pada masa ketika imajinasi adalah bahasa paling jujur untuk memahami kehidupan. (sugali; foto hvs)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.