Indonesiasenang-, Setelah merilis single-singlenya sebagai teaser mini albumnya, musisi dan penyanyi Sigit Wardana akhirnya resmi memperkenalkan EP solo terbarunya, EKSISTEN!, melalui acara Boleh Gig: Sigit Wardana Launching Showcase EP EKSISTEN! di GLAMZ Antasari, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026). Dalam mini showcase tersebut, Sigit berbagi cerita personal tentang keluarga, kehidupan sehari-hari, hingga makna hidup sederhana yang menjadi inspirasi dalam bermusik.

Bagi Sigit, momen ini dimanfaatkannya untuk berkumpul bersama sahabat, rekan media, dan sesama musisi. Ia juga ingin menunjukkan bahwa proyek solo tetap bisa melibatkan semangat bermusik bersama band.

“Gue juga pengin nunjukin kalau konsep Sigit Wardana Solo itu sebenarnya juga nge-band. Makanya gue pengin teman-teman band juga ikut serta,” ujar Sigit.

Menurutnya, kebersamaan dan dukungan antarmusisi penting untuk membangun ekosistem musik yang sehat.

EP EKSISTEN! Angkat Cerita Personal Sigit Wardana
Bagi Sigit Wardana, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara untuk menceritakan pengalaman hidupnya. Pendekatan personal ini sebelumnya terlihat dalam album November, yang mengangkat kisah keluarga dan perannya sebagai seorang ayah. “Salah satu konsep proyek solo gue adalah mengangkat apa yang gue rasain, apa yang gue alamin. Bener-bener yang lebih personal,” ungkapnya.

Sebagai contoh, melalui album sebelumnya bertajuk November, Sigit bercerita tentang kehidupan bersama istri dan anak-anaknya. Judul album tersebut dipilih karena November merupakan bulan yang spesial bagi dirinya dan keluarga. “Di album sebelumnya itu judulnya November, itu bener-bener bercerita tentang keluarga, tentang hidup gue sama istri, sama anak-anak. Terus ada kisah hidup bapak, pengalaman gue sebagai bapak,” tuturnya.

Sementara itu, kali ini lewat EP EKSISTEN!, Sigit kembali mengangkat sisi kehidupan yang mungkin jarang terlihat oleh publik. Ia menilai, musisi terkenal kerap dianggap menjalani kehidupan glamor dan selalu bahagia. “Banyak stigma kalau artis, musisi yang udah terkenal itu hidupnya glamor, senang-senang terus, happy. Sebenarnya nggak juga, sama aja. Kalau sudah menikah ya jadi suami, punya anak, jadi sosok bapak juga di rumah. Sama seperti orang pada umumnya. ” katanya.

Sigit Wardana: Hidup Sederhana Itu Indah
Salah satu pesan yang ingin disampaikan Sigit melalui karya solonya adalah bahwa kesederhanaan juga memiliki keindahan tersendiri. Menjadi musisi bukan berarti seseorang lepas dari tanggung jawab dalam kehidupan pribadi. “Gue pengin mengangkat kesederhanaan. Sederhana itu indah kok. Hidup sederhana itu indah,” tegasnya.

Pengalaman menggunakan transportasi umum selama bertahun-tahun turut menjadi bagian dari cerita personal Sigit. Pengalaman tersebut berkaitan dengan alasannya membawakan ulang lagu “Bis Kota”.

“Menuju 10 tahun, gue lebih banyak berkegiatan dengan menggunakan transportasi umum. Jadi, benar-benar gue rasain sendiri sih yang kayak gitu-gitu,” ungkapnya.

Bawakan 10 Lagu di Mini Showcase EKSISTEN!
Dalam mini showcase di GLAMZ Antasari, Sigit Wardana membawakan 10 lagu yang merangkum perjalanan musiknya, termasuk karya dari masa bersama Basejam hingga karier solonya.

Daftar lagu yang dibawakan meliputi “Selepas Kau Pergi”, “Jatuh Cinta”, “Kisah Hidup Bapak Bapak”, “Romantis Itu Sederhana”, “Cinta Pertama”, “Bis Kota”, “Luka Tak Berdarah”, “Saat Bahagia”, “Tak Mungkin”, dan “Bukan Pujangga”.

Melalui EP EKSISTEN! dan mini showcase ini, Sigit ingin menunjukkan bahwa musik dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Mulai dari keluarga, tanggung jawab, hingga rutinitas sehari-hari, semuanya bisa menjadi inspirasi sebuah karya. (kintan; foto praba)