Indonesiasenang-, Perkembangan aesthetic medicine kini tidak lagi hanya berorientasi pada keinginan untuk terlihat lebih muda. Tren perawatan estetika semakin bergeser menuju healthy aging, skin quality, hasil natural-looking, dan personalized treatment yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan setiap individu.
Tren tersebut menjadi pembahasan dalam “The Art of Timeless Beauty”, beauty talkshow yang dihadirkan SCITON dalam rangkaian ARUNA International Summit 2026. Acara ini mempertemukan perspektif beauty, clinical expertise, dan teknologi aesthetic medicine melalui Diana Pungky, Dr. Tae-jo Kang, plastic surgeon sekaligus Chief Director Yujin Plastic Surgery dari Korea, serta Joshua Kim, Regional Senior Director APAC SCITON.
Diana Pungky Ungkap Pengalaman Treatment Laser SCITON
Dalam sesi “Beauty Beyond Time”, Diana Pungky membagikan pengalamannya menjalani perawatan estetika sejak usia muda. Menurutnya, semakin bertambah usia, perawatan kulit tidak cukup hanya mengandalkan skincare, tetapi juga dapat dilengkapi dengan treatment di klinik kecantikan.
“Aku udah melakukan treatment sejak muda, makin bertambah usia nggak cuma skincare aja, tapi juga treatment di klinik kecantikan. Akhirnya udah setahun ini aku pakai treatment laser SCITON dan suka. Hasilnya instan, aku bisa langsung beraktivitas,” jelas Diana Pungky yang kini juga menjadi Brand Ambassador SCITON.
Pengalaman tersebut sejalan dengan arah perkembangan aesthetic medicine yang semakin menekankan hasil natural. Perawatan estetika tidak lagi semata-mata bertujuan mengubah penampilan secara drastis, tetapi menjaga kualitas kulit, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempertahankan karakter wajah.
Dr. Tae-jo Kang Jelaskan Penanganan Melasma
Selain tren kecantikan, pembahasan juga menyoroti melasma, salah satu masalah pigmentasi yang membutuhkan pendekatan hati-hati. Dr. Tae-jo Kang menjelaskan bahwa penggunaan energi dalam treatment perlu dikontrol, terutama karena energi yang terlalu tinggi berpotensi memicu hiperpigmentasi.
“Melasma sangat sensitif. Saya menggunakan sekitar 640 pulses dengan energi yang sangat rendah karena jika energinya terlalu tinggi, justru dapat memicu hiperpigmentasi. Karena itu, saya lebih mengontrol energi pada level rendah dan melakukan treatment secara berulang,” ujar Dr. Tae-jo Kang.
Menurutnya, treatment melasma juga harus disesuaikan dengan kedalaman pigmentasi. Untuk superficial pigmentation atau pigmentasi yang berada di lapisan epidermis, Moxi dapat digunakan untuk membantu menghilangkannya.
“Namun, melasma harus dilihat terlebih dahulu apakah berada di lapisan epidermal atau dermal. Jika pigmentasinya lebih dalam atau dermal, pendekatannya berbeda dan harus lebih berhati-hati,” jelasnya.
BBL dan MOXI Dorong Personalized Aesthetic Treatment
Dalam sesi “From Experience to Expertise — Why Doctors Choose BBL & MOXI”, Dr. Tae-jo Kang turut membahas kebutuhan pasien yang semakin spesifik. Pasien tidak hanya menginginkan perubahan yang terlihat, tetapi juga peningkatan skin quality, hasil yang natural, dan treatment yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dalam sesi tersebut, sejumlah partisipan menunjukkan perubahan kondisi kulit setelah menjalani perawatan, seperti tampilan kulit yang terlihat lebih kencang dan segar.
SCITON menghadirkan teknologi berbasis light dan laser, termasuk BBL dan MOXI, yang menjadi bagian dari perkembangan aesthetic treatment menuju pendekatan yang lebih precise, versatile, dan personalized. Teknologi tersebut tidak hanya dinilai berdasarkan kecanggihannya, tetapi juga bagaimana penggunaannya dapat mendukung clinical decision-making dan treatment strategy.
Joshua Kim menjelaskan bahwa industri medical aesthetics juga mengalami pergeseran dari pendekatan corrective menuju treatment yang semakin personalized dan berfokus pada kualitas kulit.
Sementara itu, ARUNA International Summit 2026 mempertemukan clinicians, researchers, dan industry leaders untuk membahas perkembangan dermatology dan aesthetic medicine, termasuk kebutuhan skin of all color serta pendekatan yang lebih individualized.
Selain beauty talkshow, para dokter juga mendapat kesempatan mengikuti SCITON Hands-On Workshop bersama Dr. Tae-jo Kang untuk melihat penerapan teknologi secara langsung.
Melalui The Art of Timeless Beauty, SCITON membawa pesan bahwa masa depan aesthetic medicine bukan sekadar tentang terlihat lebih muda. Perawatan kecantikan semakin diarahkan pada kualitas kulit, hasil natural, personalized treatment, serta penggunaan teknologi yang dipadukan dengan clinical expertise untuk memenuhi kebutuhan setiap pasien. (kintan)