Indonesiasenang-, Tahun 2023 menjadi penanda baru bagi Salihara Jazz Buzz setelah masa pandemi berangsur usai. Di tahun ini, kita akan menyaksikan pertunjukan jazz lewat pengalaman yang sebagaimana mestinya, yakni pertunjukan musik Jazz secara langsung digelar pada 04, 05, dan 11 Februari 2023 mendatang di Teater Salihara.

Dengan harga tiket yang terjangkau, yaitu 50.000 rupiah hingga 75.000 rupiah, penonton dapat memanjakan telinga dengan permainan piano, bass, saxophone dan musik lainnya dalam kolaborasi yang indah.

Filipus Cahyadi Project (FCP)

Mengangkat tema Pertukaran (Exchange), pertunjukan yang digelar selama 45 menit hingga satu jam ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penonton. Menampilkan Filipus Cahyadi, Guernica Ouartet, dan Sandikala Ensemble, mereka hadir dengan estetika masing-masing dalam menghadirkan nuansa baru musik jazz.

Sebelumnya, pada Sabtu, 4 Februari 2023, Salihara Jazz Buzz telah menghadirkan Sandikata Ensemble (SE), yang merupakan merupakan grup asal Yogyakarta
dengan direktur artistik Dion Nataraja. Sandikata Ensamble adalah sebuah grup dengan format yang banyak menggunakan instrumen gamelan. Dalam kesempatan di Jazz Buzz ini, SE berkesempatan untuk berkolaborasi bersama musisi senior Sri Hanuraga dalam karya Hyperkembangan III dan Improvisation I.

Filipus Cahyadi Project (FCP)

Selanjutnya, pada Minggu, 5 Februari 2023 diisi oleh penampilan dari Filipus Cahyadi Project (FCP) yang merupakan grup dengan format kuintet. Sebagai direktur artistik dari FCP, Filipus Cahyadi menggunakan konsep pola hitungan ganjil di dalam komposisinya. kuintet ini menghadirkan Restha Wirananda (piano), Arini Kumara (selo), Kuba Skowronski (flute & tenor saksofon), Ferdinand Chandra (kontrabas & elektrik bas), Filipus Cahyadi (drum) dan musisi senior Indra Perkasa yang akan berkolaborasi dengan FCP. Disela pertunjukan, Filipus Cahyadi memasukan unsur musik keroncong, yang memang sudah menjadi salah satu musik yang identik dengan Indonesia.

Saat ditanya alasannya memasukan unsur musik Keroncong, ia mengaku bahwa penting baginya untuk memasukan unsur musik Indonesia yang ia pahami.
"Saya melihat musik keroncong ini sudah banyak orang yang mengenal, selain itu saya juga cukup paham dengan musik Keroncong ini. Bukan tidak mau memilih jenis musik lain, namun penting bagi saya untuk memahami sebuah karakter musik daerah yang bisa dibawakan dalam pertunjukan saya. Jadi tidak asal mengambil unsur tersebut. Ya karena saat ini saya paham dengan Keroncong, maka saya pilih ini sebagai salah satu materi pertunjukan saya di Salihara Jazz Buzz." jelas Filipus Cahyadi.

Filipus Cahyadi

Setelahnya, untuk puncak acara Salihara Jazz Buzz 2023 pada 11 Februari 2023 mendatang, akan ada penampilan dari Guernica Quartet (GQ) yang menjadi musisi penutup Salihara Jazz Buzz 2023. Guernica Ouartet merupakan grup yang merepresentasikan karyanya lewat pencampuran berbagai genre musik dan instrumental yang beragam. Mereka mencoba mengeksplorasi suara dan berbagai jenis musik lain seperti musik tradisional Jepang, India, musik-musik Timur Tengah dan musik Armenia serta seguencer yang menyuarakan elemen suara-suara 'etnis'. Dalam penampilan kali ini, Guernica Ouartet juga akan berkolaborasi bersama musisi jazz senior Adra Karim.

Wah, seru banget ya Sobat Senang! Jadi, buat kamu pecinta musik Jazz, jangan sampai terlewatkan ya. Pertunjukan Salihara Jazz Buzz ini terbuka untuk umum. Untuk menyaksikannya, pengunjung bisa langsung melakukan pemesanan via tiket.salihara.org dengan harga Rp. 75.000 (dewasa) dan Rp. 50.000 (pelajar/mahasiswa). (kintan ; praba)