Safira Zaza Temukan Suara Baru di “Salah Tapi Baik”

Lewat “Salah Tapi Baik”, Safira Zaza memberi napas baru pada lagu ikonik Cakra Khan dengan emosi perempuan, aransemen manis, dan makna dewasa

Safira Zaza Temukan Suara Baru di “Salah Tapi Baik”

Indonesiasenang-, Ada lagu-lagu yang tak pernah benar-benar usang. “Salah Tapi Baik” adalah salah satunya. Dikenal luas lewat suara khas Cakra Khan, lagu ini kembali hadir dan kali ini lewat perspektif perempuan, dibawakan oleh Safira Zaza, penyanyi muda asal Palembang yang perlahan namun pasti menemukan suaranya sendiri di industri musik Indonesia.

Di bawah naungan MyMusic Records, “Salah Tapi Baik” menjadi single kedua Safira Zaza. Bukan sekadar proyek remake, lagu ini adalah pertemuan antara karya lama yang sudah ikonik dengan pengalaman emosional seorang perempuan berusia 26 tahun yang tengah belajar tentang cinta, keikhlasan, dan kedewasaan.

Saat tawaran membawakan ulang “Salah Tapi Baik” datang, Safira Zaza mengaku tak langsung merasa percaya diri. Lagu ini sudah dinyanyikan oleh penciptanya sendiri dan berkali-kali di cover dengan versi yang menurut banyak orang sudah “sempurna”.

“Aku langsung ngerasa pressure,” ujar Safira Zaza.

Bagi Safira Zaza, tantangan terbesar bukan sekadar menyanyikan ulang, tetapi menghadirkan pembeda, tanpa merusak identitas lagu yang sudah begitu kuat di ingatan pendengar.

Di sinilah peran Ade Govinda, A&R MyMusic Records, menjadi krusial. Ia melihat potensi Safira Zaza sebagai penyanyi ballad dengan karakter vokal lembut dan emosional, sekaligus sudut pandang perempuan yang belum pernah dihadirkan dalam lagu ini.

Jika versi Cakra Khan terasa intim dengan dominasi gitar akustik, versi Safira Zaza memilih jalur berbeda. Aransemen dibuat lebih manis, dengan sentuhan saksofon, piano, dan lapisan musik yang memberi ruang lebih luas bagi emosi vokal.

Musiknya sudah “jadi” sejak awal. Safira Zaza tinggal masuk dan mengisi ruang emosional yang disiapkan. Namun, soal warna suara, teknik, dan penjiwaan, Ade Govinda memberi Safira Zaza kebebasan penuh untuk mengeksplorasi.

Prosesnya tak panjang, tapi intens. Beberapa kali mencoba, mengevaluasi, lalu menemukan titik yang dirasa paling jujur. Hingga akhirnya, versi itu mendapat lampu hijau.

Bagi Safira Zaza, bagian paling menantang adalah reff terakhir. Nada tinggi bukan sekadar soal teknik, tapi soal emosi yang harus dilepaskan sepenuhnya. “Di situ tempat semua unek-unek keluar,” katanya.

Dari awal yang lembut, lagu ini perlahan bergerak menuju klimaks yang dramatis, sebuah pilihan personal Safira Zaza, bukan tuntutan produser. Di titik itulah “Salah Tapi Baik” versi Safira Zaza menemukan karakternya, bukan tentang kemarahan, tapi tentang ketegasan yang lahir dari keikhlasan.

Di usia 26 tahun, Safira Zaza merasa lagu ini datang di waktu yang tepat. “Salah Tapi Baik” baginya bukan sekadar cerita cinta yang kandas, melainkan refleksi tentang kedewasaan. Tidak semua yang salah selalu membawa keburukan. Kadang, ada pelajaran, ada makna baik, ada proses bertumbuh di baliknya.

Lagu “Salah Tapi Baik” berbicara tentang fase-fase hidup: perpisahan, penerimaan, hingga penyembuhan. Tentang perempuan yang sering berada di posisi mengerti dan mengalah, demi menjaga hubungan tetap baik, meski ada harga yang harus dibayar.

Lebih dari sekadar karya musik, Safira Zaza berharap “Salah Tapi Baik” bisa menjadi ruang aman. Tempat pendengar mencurahkan perasaan yang selama ini dipendam. Tempat untuk merasa sedih tanpa harus menjelaskan apa pun.

Bagi mereka yang berada dalam hubungan tidak sehat, Safira Zaza menyampaikan pesan sederhana namun tulus, berani melihat diri sendiri dan melepaskan sesuatu yang sudah tidak sejalan.

Jika lagu ini adalah surat untuk dirinya di masa lalu, Safira Zaza tahu persis apa yang ingin ia katakan, “Terima kasih untuk semua luka yang sudah dilewati, dan terima kasih karena sudah bertahan”.

Dengan “Salah Tapi Baik”, Safira Zaza tidak hanya menyanyikan ulang sebuah lagu lama. Ia memberi napas baru, lebih lembut, lebih jujur, dan mungkin, lebih dekat dengan banyak hati yang sedang belajar mengikhlaskan.

“Salah Tapi Baik” versi Safira Zaza sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 30 Januari 2026. (satria; foto dpsz)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.