Rizky Febian Rilis Mencinta Tanpa Arah

Rizky Febian rilis Mencinta Tanpa Arah, lagu tentang kehilangan, cinta tak berbalas, dan proses move on yang penuh luka dan harapan

Rizky Febian Rilis Mencinta Tanpa Arah

Indonesiasenang-, Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh rilisan terbaru Rizky Febian. Penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal lembut dan eksplorasi pop emosional ini resmi memperkenalkan single berjudul “Mencinta Tanpa Arah”, sebuah balada yang menyelami fase paling rapuh dalam relasi: ketika hubungan berakhir, tetapi perasaan belum benar-benar pergi.

Dalam lagu ini, Rizky Febian mengangkat tema kehilangan yang datang tanpa penjelasan. Bukan sekadar patah hati, “Mencinta Tanpa Arah” berbicara tentang kondisi emosional yang menggantung, tentang seseorang yang tertinggal di antara kenangan, harapan, dan ketidaksiapan untuk benar-benar melepaskan.

Sejak verse pertama, lagu ini sudah menghadirkan nuansa melankolis yang intim:

“T’rus melekat

Irama kala kau bercerita

Sulit melupa, saat bersamamu

Oh, kini sirna

Yang semestinya masih ada

Tinggal cerita, hilang tanpa pesan”

Lirik tersebut menangkap perasaan kehilangan yang sunyi tanpa konflik besar, tanpa penjelasan dramatis, hanya jeda yang tiba-tiba menjadi akhir. Memori masih terasa hidup, namun sosoknya telah menghilang.

Memasuki pre-chorus, dinamika emosional mulai menguat. Kalimat “Kini mati perlahan dan pergi, hati butuh waktu ‘tuk terima” menjadi jembatan menuju ledakan perasaan di bagian chorus. Di sinilah “Mencinta Tanpa Arah” menemukan puncak emosinya:

“Jujur, aku merana

Hatiku luka, jiwaku gila

Kamu sudah tak ada, kamu ke mana?

Aku masih menunggu di titik yang sama…”

Bagian ini menjadi titik emosional terkuat. Ada kejujuran yang nyaris telanjang, tentang penantian, penyangkalan, dan harapan yang belum benar-benar padam. Repetisi pertanyaan “Sampai kapan aku terluka?” terasa seperti gema batin yang terus berulang di kepala seseorang yang belum siap menerima realitas.

Yang membuat lagu ini semakin istimewa adalah latar penciptaannya. “Mencinta Tanpa Arah” lahir dari tangan seorang penyanyi sekaligus penulis lagu tunanetra bernama Willy, yang mengaku terinspirasi oleh Rizky Febian. Dengan kepekaan rasa dan pengalaman emosional yang mendalam, Willy merangkai lagu ini sebagai ungkapan hati yang personal.

Kejujuran emosi dalam karya tersebut menarik perhatian Rizky. Ia kemudian mengajak Willy untuk mengembangkan lagu ini bersama hingga menjadi versi utuh yang kini resmi dirilis ke publik. Kolaborasi ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang ruang inklusif dalam industri kreatif tentang bagaimana karya yang lahir dari keterbatasan fisik justru menghadirkan kekuatan rasa yang luar biasa.

Bagi Rizky Febian sendiri, lagu ini menyimpan makna personal. Ia mengaku tema kehilangan dan ketidaksiapan menerima perpisahan terasa dekat dengan pengalaman hidupnya.

“Lagu ini berusaha mewakili perasaan orang-orang yang pernah berada di posisi ketika sebuah hubungan harus berhenti begitu saja, dan proses untuk move on terasa tidak mudah”, ujar Rizky Febian.

Di bagian bridge, nuansa reflektif semakin terasa:

“Kuatkan aku, ku lemah tanpanya

Semoga sabar jadi obat luka

Walau cinta tak berujung”

Ada kepasrahan di sana, namun juga doa agar waktu menjadi penyembuh. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan, tidak pula memaksakan optimisme. Ia justru jujur dalam menggambarkan bahwa move on adalah proses yang lambat, penuh tarik-ulur antara menerima dan menolak kenyataan.

Secara musikal, “Mencinta Tanpa Arah” bergerak dalam lanskap pop balada yang minimalis, memberi ruang bagi vokal Rizky Febian untuk menjadi medium utama emosi. Penekanan pada chorus memperkuat kesan dramatis, sekaligus menjadikannya bagian yang mudah melekat di ingatan pendengar.

Melalui single ini, Rizky Febian berharap karyanya bisa menjadi teman bagi mereka yang tengah berada dalam fase kehilangan. “Semoga lagu ini bisa menemani mereka yang masih sulit menerima kehilangan, dan merasa perasaannya terwakili,” tutupnya.

Dengan “Mencinta Tanpa Arah”, Rizky Febian kembali menunjukkan konsistensinya dalam meramu pop emosional yang relevan dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini bukan hanya tentang patah hati—tetapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa mencinta, tanpa arah sekalipun, tetaplah bagian dari perjalanan menjadi manusia. (sugali; foto rfc)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.