Indonesiasenang-, Sutradara Rico Michael kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Dalam Sujudku, sebuah film drama yang sarat nilai spiritual dan refleksi kehidupan. Dalam sesi Press Screening & Press Conference di XXI Epicentrum, Jumat (10/04/2026), Rico Michael membagikan proses kreatif sekaligus motivasi di balik film tersebut.
Diungkapkan oleh Rico Michael bahwa ide film ini lahir dari perjalanan panjangnya di industri perfilman yang telah ia jalani lebih dari 20 tahun. Ia memulai karier dari film horor sekitar 2006–2007, sebelum akhirnya menjajal berbagai format lain seperti iklan, web series, hingga company profile karena sempat mengalami kejenuhan.
“Pada dasarnya saya adalah seorang storyteller. Jadi dorongan untuk bercerita itu selalu ada”, ujar Rico Michael.
Inspirasi utama Dalam Sujudku berasal dari kisah nyata yang ia dengar langsung dari seorang kenalan. Cerita tersebut berkisah tentang seorang istri yang memilih memahami perselingkuhan suaminya, alih-alih melawan dengan kemarahan.

“Dia justru mencoba mencari tahu alasan di balik itu semua, bahkan membantu hubungan suaminya dengan perempuan lain. Dari situ saya merasa ini cerita yang berbeda dan menyentuh”, kata Rico Michael.
Ditegaskan oleh Rico Michael bahwa ia ingin menghadirkan drama yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, tanpa dramatisasi berlebihan. Menurutnya, konflik, emosi, dan tantangan adalah bagian alami dari kehidupan manusia.
“Drama itu sebenarnya kehidupan kita sehari-hari. Kita punya masalah, kita punya tantangan, tapi kita juga punya Tuhan yang selalu membuka jalan”, tutur Rico Michael.
Film ini berfokus pada kekuatan karakter seorang perempuan yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian hidup. Rico Michael berharap cerita tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus refleksi bagi penonton. “Saya ingin membuat karya yang berdampak, yang bisa membimbing, menginspirasi, atau setidaknya membuka pikiran kita,” tambahnya.
Dalam proses kreatifnya, Rico Michael menekankan bahwa penulisan cerita tidak dilakukan sendirian. Ia banyak menerima masukan dari para pemain dan tim kreatif, termasuk Marcell Darwin, Vinessa Inez, hingga Dennis Adishwara.

Selain itu, improvisasi para pemain seperti Chika Waode dan Riyuka Bunga turut memperkaya dinamika cerita, termasuk elemen komedi yang muncul secara natural.
Rico Michael juga memberi ruang bagi para aktor baru yang menjalani debut film layar lebar. Ia mengaku bersyukur bisa bekerja dengan talenta-talenta muda yang memiliki semangat belajar tinggi.
Menariknya, Dalam Sujudku awalnya memiliki durasi mencapai 2 jam 45 menit. Namun demi kebutuhan distribusi, film tersebut dipangkas menjadi di bawah dua jam dengan menghilangkan beberapa adegan.
Rico Michael memilih pendekatan naratif yang tidak sepenuhnya menjelaskan latar belakang karakter secara detail. Ia sengaja memberikan ruang bagi penonton untuk menafsirkan sendiri beberapa bagian cerita. “Saya ingin penonton ikut mengisi cerita. Fokus utama saya adalah pada kekuatan keluarga, hubungan antara suami, istri, dan anak”, jelasnya.
Salah satu kekuatan film ini terletak pada konflik antara dua perempuan dengan sudut pandang berbeda. Sosok istri pertama dan perempuan lain dalam kehidupan suami digambarkan memiliki prioritas dan nilai yang tidak sama.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan konflik yang lebih manusiawi dan realistis, sekaligus mengajak penonton untuk memahami tanpa menghakimi.

Menanggapi isu sensitif yang diangkat, Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan bertujuan untuk membenarkan tindakan tertentu, melainkan menampilkan konsekuensi dari setiap pilihan hidup. “Ini tentang sebab dan akibat. Setiap keputusan pasti ada dampaknya, dan itu yang ingin kami tunjukkan”, tegasnya.
Lebih jauh, Rico Michael berharap Dalam Sujudku dapat menjadi pengingat bahwa dalam setiap masalah, selalu ada jalan yang dibukakan oleh Tuhan. “Allah tidak pernah berhenti membuka pintu. Selama kita bersujud dan berdoa dengan sungguh-sungguh, pasti ada jalan keluar”, ujarnya.
Bagi Rico Michael, Dalam Sujudku bukan sekadar karya untuk penonton, tetapi juga refleksi pribadi. Ia mengaku menulis cerita ini seolah-olah untuk dirinya sendiri, sebagai pengingat akan pentingnya kesabaran dan keimanan dalam menghadapi hidup. “Kita hidup di dunia yang penuh tantangan. Tapi kita harus percaya bahwa Tuhan tidak pernah gagal”, pungkasnya.
Dengan pendekatan yang realistis dan pesan spiritual yang kuat, Dalam Sujudku yang akan tayang pada 16 April 2026 diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh dan memberi makna bagi penontonnya. (devin; foto tcs)