Indonesiasenang-, Di balik kisah persahabatan yang menguras emosi dalam film Nobody Loves Kay, tersimpan cerita lain yang tak kalah menarik dari proses pembuatannya. Bagi Rey Bong, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan perjalanan yang menghadirkan pengalaman berharga bersama para pemain dan kru.
Memerankan karakter Ido, salah satu sahabat dekat Kay, Rey Bong mengaku menemukan suasana kerja yang berbeda selama proses syuting film panjang perdana sutradara Bernardus Raka tersebut. Menurutnya, lingkungan yang terbuka membuat seluruh pemain merasa nyaman untuk mengeksplorasi karakter sekaligus menyampaikan ide-ide kreatif.
"Selain syutingnya sehat, aku senang banget bisa disutradarain Raka dengan visi gilanya di film ini. Chemistry yang terbangun bukan cuma antarpemain, tapi juga dengan sutradara”, kata Rey Bong.
Ia menilai pendekatan Bernardus Raka selama produksi menjadi salah satu alasan kuat mengapa para pemain mampu membangun hubungan yang begitu dekat. Tidak jarang diskusi mengenai adegan berlangsung santai layaknya percakapan antarteman.
Salah satu momen yang paling membekas bagi Rey Bong terjadi ketika sang sutradara sempat mengalami kebuntuan dalam mengembangkan sebuah adegan. Alih-alih menjadi situasi yang menegangkan, momen tersebut justru menjadi ruang kolaborasi antara pemain dan sutradara.
"Ada saat Raka sempat stuck mengerjakan adegan. Kami bercanda dan saling melempar komentar. Setelah itu kami duduk bersama untuk menyamakan visi. Raka sangat terbuka dengan masukan dari para pemain”, ujar Rey Bong.
Keterbukaan itu menciptakan rasa memiliki yang kuat terhadap film. Rey Bong merasa seluruh pemain dan kru memiliki tujuan yang sama untuk menghadirkan cerita terbaik ke layar lebar.
Hubungan yang terjalin selama produksi pun tidak berhenti ketika proses syuting selesai. Rey Bong mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Joshia Frederico dan Bima Azriel justru semakin erat setelah film rampung dikerjakan.
Ketiganya kini menjalin persahabatan yang terbangun dari pengalaman panjang selama produksi. Rey Bong bahkan menyebut rekan-rekannya sebagai orang-orang yang hadir ketika dirinya menghadapi masa sulit.
Dalam momen Gala Premiere beberapa waktu lalu, aktor muda tersebut mengungkapkan bahwa Joshia dan para pemain lain menjadi support system yang memberikan dukungan moral saat dirinya tengah menghadapi persoalan pribadi.
"Baru-baru ini aku sedang down karena masalah pribadi yang cukup memengaruhi mental. Mereka yang ada buat aku. Bahkan Joshia sempat menginap beberapa hari untuk menemani aku”, ungkap Rey Bong.
Cerita di balik layar inilah yang diyakini turut memberi pengaruh besar terhadap hasil akhir film. Keakraban yang tumbuh selama proses syuting membuat hubungan persahabatan para karakter terasa lebih alami dan emosional di layar.
Diproduseri oleh Nick Musa, Nobody Loves Kay dibintangi oleh Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia.
Lewat pengalaman syuting yang penuh kebersamaan, film ini membuktikan bahwa chemistry yang menyentuh penonton tidak hanya dibangun di depan kamera, tetapi juga lahir dari hubungan tulus yang tumbuh di balik layar. (kelvin; foto hnlk)