Review Fall 2: Deadpoint, Tegang Banget tapi Ada yang Bikin Geregetan!

Review Fall 2: Deadpoint 2026, thriller survival Harriet Slater dan Arsema Thomas. Simak ulasan karakter, visual, adegan jembatan, dan rating 7/10.

Review Fall 2: Deadpoint, Tegang Banget tapi Ada yang Bikin Geregetan!

Indonesiasenang-, Kalau kamu sudah menonton Fall (2022), pasti tahu bagaimana film ini bisa bikin kita ikut ngilu cuma gara-gara melihat karakter berdiri di tempat tinggi. Nah, sensasi itu kembali ditawarkan lewat Fall 2: Deadpoint.

Film yang tayang pada 16 September 2026 dan berdurasi sekitar 100 menit ini masih membawa formula thriller survival dengan ketinggian sebagai sumber teror. Bedanya, kali ini kita mengikuti Jax Hunter (Harriet Slater) dan Luce (Arsema Thomas) yang melakukan perjalanan ekstrem di Gunung Kwan, Thailand.

fall-2-deadpoint-thriller-survival
Fall 2: Deadpoint menghadirkan thriller survival di ketinggian

Jax sendiri punya hubungan dengan film pertama. Ia merupakan saudara Shiloh, sehingga perjalanan ini bukan sekadar soal mencari tantangan baru. Ada rasa kehilangan dan rasa bersalah yang masih dibawa Jax setelah kepergian saudaranya.

Dan bagian Jax ini cukup berhasil.

Rasa Takut Jax Terasa, Luce Justru Kurang
Harriet Slater sebagai Jax berhasil menunjukkan rasa takut, khawatir, sampai keragu-raguannya ketika situasi semakin nggak masuk akal. Kita bisa melihat kalau sebenarnya Jax tahu bahwa mereka sedang berada dalam bahaya besar.

Tapi ketika beralih ke Luce, Tim Indonesia Senang justru merasa ada yang kurang.

Bukan berarti Arsema Thomas nggak bisa berakting. Luce memang terlihat panik dan takut. Tapi kalau kita bicara konteksnya, mereka sedang berada di ketinggian ribuan kaki di atas tanah. Bahkan berada di ketinggian puluhan meter saja mungkin sudah cukup membuat sebagian orang gemetar dan kehilangan keberanian.

Nah, sensasi itu menurut Tim Indonesia Senang nggak terlalu terasa dari karakter Luce.

Paniknya ada, tetapi rasa takut ekstrem yang seharusnya menjadi bagian penting dari situasi tersebut terasa kurang menempel. Padahal kalau pendalaman karakter Luce dibuat lebih kuat, hubungan dan dinamika dua karakter utamanya bisa terasa jauh lebih menarik.

fall-2-deadpoint-jembatan-runtuh
Adegan jembatan yang runtuh dalam Fall 2: Deadpoint

Ada Adegan yang Sayang Banget Dipotong
Satu hal lagi yang bikin Tim Indonesia Senang cukup geregetan adalah adegan menjelang akhir ketika Jax terlibat perebutan obat terlarang yang diselundupkan.

Situasinya sebenarnya sudah dibuat sangat menegangkan. Mereka berada di atas jembatan yang kondisinya semakin nggak aman dan bahkan mulai runtuh.

Tapi kemudian... cut.

Tiba-tiba Jax sudah berada dalam kondisi terselamatkan!
Di situ rasanya langsung muncul pertanyaan, “Hah? Kok sudah selesai?”
Padahal ini bisa menjadi salah satu adegan paling menegangkan dalam film.

Bayangkan kalau penonton benar-benar diperlihatkan bagaimana Jax berusaha menyelamatkan dirinya seorang diri, sementara jembatan yang menjadi pijakannya sudah nyaris nggak berbentuk. Dia harus mencari jalan kembali ke tebing dalam kondisi panik, takut jatuh, dan mungkin harus mengambil keputusan dalam hitungan detik.

Menurut Tim Indonesia Senang, kalau adegan itu diperpanjang dan perjuangan Jax diperlihatkan secara utuh, efek emosionalnya akan jauh lebih kuat.

Visualnya Tetap Jadi Nilai Jual
Untuk urusan visual, Fall 2: Deadpoint masih punya daya tarik. Lanskap pegunungan, jurang, jembatan dan sudut kamera yang memperlihatkan ketinggian berhasil membuat penonton ikut merasa ngeri.

Film ini juga tetap punya beberapa momen yang bikin kita refleks menahan napas.

Namun dibandingkan Fall pertama, Tim Indonesia Senang merasa film keduanya lebih besar dari sisi situasi, tetapi belum tentu lebih dalam dari sisi karakter.

Fall pertama terasa lebih sederhana. Karena fokusnya kuat pada dua karakter, rasa takut dan perjuangan mereka terasa lebih dekat dengan penonton.
Sementara Fall 2 punya banyak hal untuk dimainkan, tetapi beberapa di antaranya justru terasa belum digali maksimal.

Jadi, Berapa Nilainya?
Kalau harus memberikan nilai, 7/10 rasanya cukup pas untuk Fall 2: Deadpoint.

Bukan karena filmnya jelek. Justru fondasinya sudah menarik. Kalau pendalaman karakter, terutama Luce, dibuat lebih kuat dan adegan jembatan tadi nggak dipotong begitu saja, Tim Indonesia Senang merasa nilainya bisa naik lebih tinggi.

Karena pada akhirnya, film survival bukan cuma soal seberapa tinggi karakter berada dari tanah. Yang bikin penonton benar-benar ikut takut adalah ketika kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

Dan di Fall 2, rasa takut itu sudah ada. Hanya saja, belum semuanya berhasil sampai ke penonton. (kintan)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.