Indonesiasenang-, Upaya mendorong musisi daerah agar semakin dikenal luas terus digencarkan pemerintah melalui program kreatif yang menyentuh langsung proses produksi karya. Melalui program AKTIF (Akselerasi Kreatif) Musik, Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi produksi video musik bagi dua talenta asal Jawa Tengah, yakni Alrosta Group dan Man Osman.

Program yang digagas Direktorat Musik di bawah Deputi Bidang Kreativitas Media ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekosistem musik lokal sekaligus membuka jalan bagi musisi daerah menuju panggung nasional hingga internasional.

Ditegaskan oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf, Teuku Riefky Harsya, bahwa program ini dirancang bukan sekadar bantuan produksi, tetapi juga pendampingan kreatif agar karya musisi daerah memiliki kualitas cerita dan visual yang kuat.

“Melalui AKTIF Musik, kami ingin hadir langsung mendampingi musisi daerah, tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam membangun cerita dan kualitas karya yang bisa terhubung dengan publik”, kata Teuku Riefky Harsya pada Kamis, 19 Maret 2026.

Kegiatan produksi berlangsung di Surakarta pada 9–11 Maret 2026. Kota budaya di Jawa Tengah ini menjadi titik temu kolaborasi antara musisi, rumah produksi, hingga institusi musik yang memiliki sejarah panjang dalam industri rekaman Indonesia.

Dalam program ini, Man Osman yang mengusung genre pop menggandeng Lokananta serta Red Ring Production untuk memproduksi video musik berjudul “Sisa Senja di Matamu”. Lagu tersebut dijadwalkan rilis pada 18 Maret 2026.

Karya ini mengangkat tema perjalanan sebagai metafora bagaimana semesta menuntun manusia kembali pulang. Visual video musiknya mengambil latar berbagai sudut Surakarta dan sekitarnya, menghadirkan nuansa reflektif yang selaras dengan suasana menjelang Idulfitri, momen yang identik dengan tradisi pulang kampung.

Sementara itu, Alrosta Group yang dikenal dengan warna musik pop Jawa dan koplo menghadirkan karya berjudul “Sesulih”. Video musik ini diproduksi bersama Pragita dan Belive, dengan jadwal rilis pada 21 Maret 2026.

Lagu Sesulih bercerita tentang kisah cinta yang kandas, namun perlahan pulih seiring perjalanan waktu. Narasi emosional tentang luka, kehilangan, dan harapan baru menjadi inti cerita yang dibangun dalam visual video musik tersebut.

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Jawa Tengah, termasuk Surakarta, Tawangmangu, serta Karanganyar. Lanskap alam dan suasana pegunungan menghadirkan nuansa nostalgia yang memperkuat pesan emosional lagu.

Bagi para musisi yang terlibat, program AKTIF Musik bukan hanya memberi dukungan produksi, tetapi juga memperkuat fondasi profesionalisme dalam industri musik.

Alrosta Group dan Man Osman menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan pemerintah. Dukungan tersebut mencakup pengembangan konsep kreatif, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga membuka peluang distribusi karya secara lebih luas.

Program AKTIF Musik sendiri dirancang sebagai langkah berkelanjutan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dari subsektor musik. Melalui skema ini, pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem industri musik daerah yang lebih kuat.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya mencakup pendanaan produksi video musik, tetapi juga fasilitasi kontrak terkait hak cipta dan hak terkait, strategi promosi serta komersialisasi karya, hingga monitoring dan evaluasi oleh Kantor Staf Presiden.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas pelaku industri, program ini diharapkan mampu menjadikan musik lokal sebagai bagian penting dari mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa karya dari daerah dapat bersaing dan bergema di panggung yang lebih luas. (alvin; foto bkek)