Indonesiasenang-, Di tengah dominasi cabang-cabang olahraga populer, ada satu permainan yang mungkin belum akrab di telinga banyak orang, namun diam-diam menghadirkan kejutan besar bagi Indonesia. Namanya petanque, olahraga lempar bola besi asal Prancis yang kini menjelma menjadi panggung prestasi membanggakan di kancah Asia Tenggara.
Petanque dimainkan dengan cara melempar bola besi sedekat mungkin ke bola kayu kecil yang disebut cochonnet. Sekilas terlihat sederhana, bahkan santai. Namun di balik itu, petanque menuntut presisi tinggi, strategi matang, serta ketenangan mental yang kuat. Lapangannya pun fleksibel—bisa dimainkan di tanah keras, kerikil, pasir, hingga rumput, menjadikannya olahraga yang inklusif dan dekat dengan budaya komunitas.

Berakar dari Prancis abad ke-19, istilah petanque berasal dari frasa “pieds tanqués” yang berarti “kaki rapat”. Nama ini merujuk pada teknik melempar khas, di mana pemain harus berdiri di tempat dengan kedua kaki menapak kuat di tanah. Awalnya populer di kalangan pekerja, petanque kemudian berkembang menjadi olahraga lintas kelas sosial dan kini dipertandingkan secara internasional.
Di ajang SEA Games 2025 Thailand, Indonesia sejatinya tidak diunggulkan di cabang petanque, khususnya nomor tunggal putra. Negara-negara seperti Thailand, Laos, Malaysia, dan Vietnam dikenal sebagai kekuatan utama dengan atlet berstatus juara dunia.
Namun, publik dikejutkan oleh penampilan Andri Irawan, atlet petanque putra Indonesia yang sukses meraih medali emas. Kemenangan ini tak hanya mematahkan prediksi, tetapi juga mengangkat pamor petanque Indonesia di level regional.

Andri Irawan menunjukkan konsistensi lemparan, fokus tinggi, dan ketenangan luar biasa di bawah tekanan. Dalam laga final melawan wakil Laos, Southammavong Bountamy, yang digelar di Valaya Alongkorn Rajabhat University under the Royal Patronage, Pathum Thani (10/12), Andri tampil tanpa gentar dan penuh akurasi.
Penampilannya yang tenang namun efektif membuat banyak penonton terpukau, sekaligus menjadi hiburan tersendiri di tengah atmosfer kompetisi yang menegangkan.
Kesuksesan Andri Irawan bukanlah kebetulan. Ia pernah memperkuat Indonesia di SEA Games 2019 Filipina dan mencatat prestasi gemilang dengan meraih emas PON 2024 Aceh. Meski sempat absen dari beberapa edisi SEA Games dan kurang diperhitungkan, Andri membuktikan bahwa regenerasi atlet petanque Indonesia berjalan ke arah yang positif.
“Terima kasih untuk semua warga Indonesia yang sudah mendukung kami, Tim Petanque Indonesia. Terima kasih juga untuk doa orang tua saya yang saya cintai”, ujar Andri Irawan usai memastikan emas.
Lebih dari sekadar cabang olahraga, petanque menyimpan nilai budaya dan hiburan yang kuat. Permainannya yang sederhana, namun sarat taktik, membuatnya mudah dinikmati oleh berbagai kalangan usia, baik sebagai olahraga prestasi maupun aktivitas rekreasi.

Prestasi emas di SEA Games 2025 menjadi bukti bahwa olahraga yang kerap dipandang sebelah mata justru menyimpan peluang besar untuk menyumbang medali di ajang multievent internasional. Petanque kini tak lagi sekadar permainan tradisi Eropa, melainkan bagian dari cerita kebangkitan olahraga Indonesia.
Dari lapangan sederhana hingga podium tertinggi Asia Tenggara, petanque telah membuktikan, kesederhanaan bisa melahirkan kejayaan. (dewa; foto hkpo)