Indonesiasenang-, Di balik sorotan lampu panggung dan sorak ribuan penggemar, industri K-pop tengah menghadapi tantangan baru yang tak bisa dihindari: krisis iklim. Bagi KPOP4PLANET, gerakan iklim yang dipimpin oleh penggemar K-pop, konser bukan lagi sekadar perayaan musik, tetapi ruang penting untuk menentukan arah masa depan industri hiburan global.
Pada tanggal 06 Februari 2026, perwakilan KPOP4PLANET menyerahkan proposal “Pedoman Carbon-Neutral Performance” kepada Anggota Parlemen Korea Selatan Park Soo-hyun di Majelis Nasional Seoul. Langkah ini menjadi lanjutan dari diskusi yang telah dimulai dalam Forum Standardisasi Konser K-Pop Rendah Karbon pada Desember tahun lalu.

Diluncurkan pada 2021, KPOP4PLANET lahir dari kesadaran bahwa popularitas global K-pop membawa konsekuensi lingkungan yang besar. Produksi panggung berskala masif, konsumsi energi tinggi, hingga mobilitas lintas negara menjadikan konser sebagai salah satu aktivitas dengan jejak karbon signifikan. Namun bagi para penggemar, kecintaan pada idola tidak seharusnya berseberangan dengan kepedulian pada bumi.
Aktivis iklim Dayeon Lee menyoroti ketertinggalan kebijakan pemerintah Korea Selatan. Menurutnya, pedoman acara ramah lingkungan yang ada saat ini belum pernah diperbarui sejak 2008, meski industri pertunjukan telah berkembang pesat.
“Konser rendah karbon bukan lagi wacana idealis, melainkan persoalan kelangsungan hidup”, ujar Dayeon Lee.

Suara serupa datang dari Indonesia, salah satu pasar K-pop terbesar di dunia. Nurul Sarifah, salah satu pendiri KPOP4PLANET, menyebut krisis iklim telah menjadi pengalaman nyata bagi penggemar. Pembatalan konser akibat banjir dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi, membuat krisis iklim terasa dekat dan personal.
Proposal KPOP4PLANET menekankan pentingnya pembentukan dewan resmi yang melibatkan pemerintah, parlemen, dan industri untuk menetapkan standar konser rendah karbon. Mulai dari pengukuran emisi, kebijakan insentif, hingga proyek percontohan pertunjukan netral karbon, semuanya dirancang untuk menjawab tantangan iklim secara sistemik.
Dukungan terhadap inisiatif ini datang langsung dari basis penggemar. Survei KPOP4PLANET menunjukkan lebih dari 90 persen penggemar global menginginkan konser rendah karbon, sementara kampanye “K-Pop Carbon Hunters” telah menghimpun ribuan tanda tangan dari berbagai negara.

Menanggapi proposal tersebut, Park Soo-hyun menyatakan kesiapannya mendorong penyusunan peta jalan pemerintah dan pembentukan badan konsultatif kebijakan. Ia menilai inisiatif penggemar sebagai bentuk partisipasi publik yang penting dalam menghadapi krisis iklim.
Bagi KPOP4PLANET, langkah ini bukan akhir, melainkan awal dari perubahan yang lebih besar. Dengan mencontoh tur rendah karbon artis global seperti Coldplay dan Billie Eilish, mereka menegaskan bahwa K-pop, sebagai kekuatan budaya dunia, juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga masa depan planet. (kelvin; foto kpp)