Indonesiasenang-, Suasana premiere screening serial terbaru Walid: Heaven's Reign di Jakarta, Rabu (26/02/2026), terasa berbeda sejak awal. Bukan sekadar peluncuran serial lanjutan, acara ini menjadi momen perkenalan babak baru cerita sekaligus transformasi peran bagi Olla Ramlan yang tampil dengan karakter lebih kompleks.
Serial produksi Viu ini merupakan kelanjutan dari fenomena Bidaah yang viral tahun lalu. Jika musim sebelumnya berfokus pada figur Walid sebagai pusat kekuasaan spiritual, season terbaru justru membuka sisi rapuh sang tokoh melalui konflik yang lebih luas dan penuh tekanan psikologis.
Episode perdana langsung menghadirkan ketegangan tinggi. Walid digambarkan tengah melarikan diri dari aparat kepolisian setelah berhasil diselamatkan oleh pihak misterius. Ia kemudian dibawa ke wilayah pedalaman yang diyakini pengikutnya sebagai tempat perlindungan terakhir.
Ketidakhadiran Walid di tengah kelompoknya memunculkan pertanyaan besar: siapa yang kini mengendalikan arah gerakan ketika pemimpinnya tidak lagi berada di garis depan?
Dalam sesi premiere, Connie Agustin selaku Deputy Manager Content Acquisition Viu menjelaskan bahwa perubahan fokus cerita merupakan respons terhadap antusiasme penonton.
Menurutnya, musim kedua menghadirkan karakter baru dengan tingkat manipulasi yang lebih tinggi, sehingga konflik kekuasaan berkembang ke arah yang tidak terduga.
Serial ini juga diharapkan menjadi refleksi sosial tentang bagaimana figur otoritas dapat memengaruhi banyak orang, sekaligus mengajak penonton untuk berpikir lebih kritis.
Sorotan utama malam premiere tertuju pada Olla Ramlan yang memerankan Raras Kartika, karakter penting yang akan memengaruhi perjalanan cerita.
Olla Ramlan mengaku menerima tawaran proyek ini tanpa mengetahui detail perannya sejak awal, bahkan sempat bertanya-tanya apakah ia akan menjadi bagian dari lingkaran keluarga Walid atau hadir sebagai tokoh baru.
“Rasa penasaran itulah yang membuat aku menerima proyek tersebut, apalagi melihat besarnya respons publik terhadap serial sebelumnya”, ujar Olla Ramlan.
Selama 20 hari produksi di kawasan Perak, Malaysia, Olla Ramlan harus tinggal di pondok sederhana di tengah hutan tanpa fasilitas mewah. Ia berjalan kaki menuju kamar mandi bersama kru, menghadapi udara dingin tanpa air panas, hingga menjalani adegan mandi di air terjun dalam waktu lama.
Kondisi alam yang ekstrem bahkan sempat membuat Olla Ramlan mengalami tekanan emosional. “Nyamuk dan serangga banyak sekali, aku sampai takut dan sulit tidur. Ada momen aku menangis karena benar-benar capek secara mental”, ungkapnya.
Walid: Heaven’s Reign membawa pendekatan drama religi-thriller yang lebih matang. Cerita tidak lagi hanya menampilkan figur pemimpin yang kuat, tetapi juga memperlihatkan retaknya kepercayaan di antara pengikutnya.
Ketegangan meningkat ketika lingkaran terdekat mulai terpecah, sementara muncul figur yang lebih besar dan berpengaruh di balik bayang-bayang Walid.
Pendekatan ini menjadikan serial bukan sekadar hiburan, tetapi juga eksplorasi psikologi kekuasaan dan relasi manusia dalam situasi ekstrem.
Bagi Olla Ramlan, premiere screening ini juga menjadi simbol fase baru perjalanan kariernya. Dikenal lewat citra glamor dan dunia lifestyle, ia kini menunjukkan sisi akting yang lebih emosional dan realistis.
Pengalaman syuting yang keras justru memperkaya proses kreatifnya sebagai aktris. Ia pun mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek lintas negara yang menghadirkan standar produksi semakin tinggi di industri serial Asia Tenggara.
Serial Walid: Heaven’s Reign tayang setiap Kamis dan Jumat di Viu, membawa penonton menyusuri pertanyaan besar: ketika kekuasaan mulai runtuh, siapa sebenarnya yang memegang kendali?. (kintan; foto viu)