Indonesiasenang-, Belajar bahasa asing tidak melulu hanya tentang kemampuan berkomunikasi, tapi juga bagaimana memanfaatkan lemampuan tersebut untuk meraih prestasi. Mendukung pentingnya kemampuan bahasa Asing di Indonesia, Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d’Indonésie (IFI), bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, menyelenggarakan babak final Olimpiade Bahasa Prancis 2026 (OBP) pada tanggal 8 Oktober 2026 di auditorium IFI Jakarta.
Pada babak final yang diselenggarakan luring ini, 10 siswa SMA (SMA Labschool Cibubur, SMA Pradita Dirgantara, SMA Darul Ulum 2 Jombang, SMA Ignatius Global School Palembang, dan SMA Negeri 6 Yogyakarta) serta 5 mahasiswa (Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta) berkompetisi menunjukkan kemampuan bahasa Prancis mereka.
Kedua pemenang, masing-masing satu dari setiap kategori, akan mendapatkan hadiah berupa perjalanan selama dua minggu ke Prancis untuk mengikuti program imersi bahasa dan budaya. Sebuah kesempatan langka untuk menyempurnakan kemampuan berbahasa Prancis mereka serta menjelajahi kekayaan budaya Prancis langsung di Prancis.

Juara Pertama Dari Dua kategori Berangkat ke Prancis!
Kayla Putri Mariana, siswi kelas 11 SMA Labschool Cibubur, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi bahasa Prancis kategori SMA/SMK Sederajat tahun ini. Meski baru mempelajari bahasa tersebut sejak Juli 2025, ketertarikannya terhadap Prancis sudah tumbuh sejak kecil, kemudian semakin besar setelah melihat sang kakak lebih dulu mengambil berkesempatan kuliah di Prancis.
"Untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba, aku rutin menjalani latihan yang difasilitasi sekolah hampir setiap minggu bersama coach dan pengajar bahasa Prancis. Kalau sudah sampai Prancis selain menjalani pendidikan selama dua minggu, aku juga ingin coba kuliner di sana." ungkap Kayla.
Meski sudah menjalani persiapan, Kayla mengaku tetap merasa gugup sebelum tampil di panggung. Untuk menenangkan diri, ia membaca Al-Fatihah dalam hati dan mengingat pesan dari Miss Arma selaku guru pendampingnya, “Do the best, let God do the rest.”
Kayla pun tidak menyangka bisa keluar sebagai juara pertama karena menurutnya, sembilan peserta lainnya tampil sangat baik. Bagi Kayla, belajar bahasa Prancis memang tidak mudah, terutama dalam menghafal kosakata, pelafalan, serta membedakan kata feminin dan maskulin. Namun, ia berpesan agar para pemula tetap semangat dan membiasakan diri belajar melalui musik serta film berbahasa Prancis.

Sementara itu dari kategori Universitas, Gathan Razidy, mahasiswa semester tujuh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berhasil meraih juara pertama Olimpiade Bahasa Prancis 2026. Menariknya, kompetisi ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba bahasa Prancis. Ketertarikan Gathan terhadap bahasa Prancis berawal dari hobinya membaca sejarah saat SMA, terutama sejarah Prancis.
Sejak 2022, ia mulai mempelajari bahasa Prancis secara otodidak melalui aplikasi dan YouTube, sebelum melanjutkan pembelajaran secara lebih intensif di UNJ pada 2023. Dalam mempersiapkan kompetisi, Gathan berlatih secara rutin bersama dosen pembimbing dan sepupunya yang tinggal di Prancis.
Ke depan, Gathan berencana melanjutkan studi S2 di Prancis dengan mengambil bidang diplomasi publik atau hubungan internasional. Ia ingin mengembangkan pengalaman di bidang internasional sekaligus mewujudkan cita-citanya menjadi diplomat. Salah satu tempat yang paling ingin dikunjunginya adalah Château de Versailles, kastil bersejarah yang membuatnya tertarik sejak mempelajari sejarah Prancis. Bagi Gathan, kunci belajar bahasa asing adalah rajin berlatih dan tidak takut berbicara. Menurutnya, kemampuan bahasa akan berkembang jika terus digunakan dalam percakapan sehari-hari. (kintan)