Indonesiasenang-, Di tengah lanskap musik yang kerap dipenuhi ambisi, kecepatan, dan tuntutan untuk selalu lebih, NIXI justru memilih berhenti sejenak. Band ini kembali merilis single religi bertajuk “Secukupnya Alhamdulillah”, sebuah karya yang menawarkan ruang refleksi tentang makna cukup, syukur, dan keikhlasan dalam menjalani hidup modern.
Single ini menandai konsistensi NIXI dalam merawat jalur spiritual di tengah perjalanan musikal mereka. Bukan sekadar rilisan musiman, lagu ini menjadi single religi ketiga yang diciptakan oleh Jonny Esmod, gitaris NIXI, yang meramu lagu ini dari perenungan personal tentang bagaimana manusia kerap terjebak dalam keinginan berlebih.
Sejak bait awal, “Secukupnya Alhamdulillah” langsung menancapkan pesan dengan bahasa sederhana namun menghunjam. Baris seperti “Tak perlu kaya, secukupnya kupunya” hingga “Ingatlah kata Allah, semua yang berlebih tak akan pernah indah” menjadi pengingat bahwa hidup bukan tentang menumpuk, melainkan merawat apa yang sudah ada.

Menariknya, NIXI tidak tampil sebagai pengkhotbah. Lirik-liriknya terasa seperti percakapan antar sesama yang jujur, membumi, dan penuh empati. Lagu ini mengajak pendengar berdamai dengan keadaan, tanpa kehilangan semangat untuk terus berusaha dan bertumbuh.
Dari sisi musikal, “Secukupnya Alhamdulillah” dibalut aransemen hangat dan emosional. Komposisi yang matang berpadu dengan karakter vokal Boyaz yang kuat, menciptakan atmosfer reflektif yang mudah diterima lintas generasi. Nuansa religius hadir secara organik menyatu dalam musik, bukan sekadar tempelan tema.
Proses aransemen dikerjakan oleh Jonny bersama Elton Wi, mantan gitaris Alessa, dengan dukungan fasilitas studio dari Massive Music Publisher. Kolaborasi ini terasa solid, memperkuat pesan lagu tanpa kehilangan sisi estetika musik pop-religi yang hangat.
Dalam proses kreatifnya, Jonny Esmod juga mengakui adanya inspirasi dari band-band senior yang konsisten menghadirkan karya religi berkualitas, salah satunya UNGU. Bagi NIXI, karya religi bukan sekadar tema, melainkan bagian dari identitas musikal yang ingin mereka bangun secara berkelanjutan.
“Bagi kami, lagu religi bukan sekadar tema, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai musisi. Kami ingin karya yang kami rilis punya nilai dan bisa menjadi pengingat, bukan hanya hiburan”, kata Jonny Esmod.

Lewat “Secukupnya Alhamdulillah”, NIXI menunjukkan fase kedewasaan musikal yang semakin matang. Lagu ini bukan hanya merepresentasikan sisi spiritual band, tetapi juga menegaskan keberanian mereka menyuarakan isu sosial yang relevan: tentang keserakahan, rasa cukup, dan pentingnya bersyukur di tengah hiruk pikuk kehidupan.
Kini, single “Secukupnya Alhamdulillah” telah tersedia di berbagai platform digital streaming. Diharapkan, lagu ini bisa menjadi teman refleksi bagi siapa pun yang tengah mencari ketenangan dan makna, sebuah pengingat lembut bahwa terkadang, hidup memang cukup dijalani dengan mengucap alhamdulillah. (devin; foto nixi)