Natania Callista Ratno Raih Runner-Up 5 Miss Bintang Remaja 2026

Natania Callista Ratno meraih Runner-Up 5 dan Best Traditional Costume Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 bawa budaya Bangka ke panggung nasional

Natania Callista Ratno Raih Runner-Up 5 Miss Bintang Remaja 2026

Indonesiasenang-, Perjalanan meraih cita-cita di dunia beauty pageant tidak selalu dimulai dengan kemenangan. Bagi Natania Callista Ratno, langkah menuju panggung nasional justru berawal dari sebuah pengalaman yang mengajarkannya untuk terus berproses dan percaya pada kemampuan diri.

Siswi SMKS Yapensu Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berusia 16 tahun itu berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Miss Bintang Remaja Indonesia 2026. Mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Natania Callista Ratno sukses meraih posisi Runner-Up 5 sekaligus penghargaan Best Traditional Costume.

Pencapaian tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan Natania Callista Ratno di dunia modeling dan kontes kecantikan. Sebelumnya, ia telah mengikuti ajang Miss INTI (Indonesia Thionghoa) Bangka Belitung dan berhasil meraih posisi Runner-Up 1 yang kemudian membawanya mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke kompetisi tingkat nasional di Jakarta.

Bagi Natania Callista Ratno, pengalaman di ajang sebelumnya menjadi modal berharga. Meski belum menjadi pemenang utama, ia memilih menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi untuk berkembang.

"Walaupun tidak menjadi winner di ajang sebelumnya, saya merasa sangat bangga pada diri sendiri. Pengalaman itu menjadi langkah awal dan pendorong motivasi saya hingga akhirnya bisa melangkah ke tingkat nasional di Jakarta", kata Natania Callista Ratno.

Mengikuti Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 membuat Natania Callista Ratno harus menghadapi tantangan baru. Selama masa karantina di Jakarta, ia bersama peserta lainnya menjalani rangkaian kegiatan yang padat, mulai dari pembekalan, latihan, pemotretan hingga persiapan Grand Final.

Hari pertama diisi dengan pembekalan mengenai mental, kepercayaan diri, serta membangun persahabatan antarpeserta. Pada hari berikutnya, para finalis mengikuti sesi pemotretan. Sementara menjelang Grand Final, aktivitas semakin padat dengan latihan parade, pergantian busana, hingga blocking panggung.

Natania Callista Ratno bahkan harus menjalani rangkaian persiapan hingga dini hari. "Di hari ketiga sangat padat, kami harus berganti busana hingga empat kali, mulai dari sportswear, kebaya, traditional costume, hingga evening gown. Belum lagi latihan parade dan blocking panggung yang berlangsung sampai subuh", ujarnya.

Tekanan tidak hanya datang dari padatnya agenda. Natania Callista Ratno juga sempat mendapat teguran karena durasi penampilannya di atas panggung. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Justru dari berbagai tantangan selama karantina, Natania Callista Ratno mendapatkan pelajaran mengenai kedisiplinan, kesiapan mental, dan pentingnya tetap percaya diri ketika berada di hadapan banyak orang.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan Natania Callista Ratno adalah ketika dirinya tampil menggunakan kostum tradisional yang mengangkat budaya Bangka Belitung.

Kostum yang mendapat dukungan dari pihak lokal Bangka tersebut terinspirasi dari Dambus, alat musik tradisional khas Bangka Belitung. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam busana dengan berbagai ornamen yang menonjolkan karakter Dambus, termasuk elemen kepala rusa yang menjadi ciri khas alat musik tersebut. Hiasan mahkota dengan ornamen kepala dan tanduk rusa turut memperkuat konsep kostum yang dibawakan Natania Callista Ratno.

"Kostum ini terinspirasi dari Dambus, alat musik tradisional Bangka Belitung. Dambus memiliki ciri khas unik berupa ukiran kepala rusa di bagian ujungnya. Elemen ini dituangkan ke dalam desain busana, lengkap dengan hiasan mahkota berornamentasi kepala dan tanduk rusa", jelas Natania Callista Ratno.

Diakui oleh Natania Callista Ratno bahwa dirinya  telah memiliki keyakinan sejak awal bahwa kostum tersebut dapat menjadi salah satu kekuatannya di panggung Miss Bintang Remaja Indonesia 2026. Menurutnya, membawa busana tradisional Bangka Belitung ke panggung nasional bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

"Saya sangat percaya diri karena kostum ini menyoroti kebudayaan dan alat musik dari Bangka Belitung. Perjuangannya cukup panjang, dari membawa busana ini ke Jakarta hingga persiapan jauh-jauh hari. Dari awal memang sudah ada perasaan kalau kostum ini bisa menyabet Best Traditional Costume', tutur Natania Callista Ratno.

Keyakinan tersebut akhirnya terbayar. Penampilan Natania Callista Ratno berhasil menarik perhatian dewan juri hingga ia dinobatkan sebagai Best Traditional Costume.

Di balik penampilannya yang terlihat percaya diri, Natania Callista Ratno mengakui dirinya sempat diliputi rasa gugup ketika harus menghadapi panggung Grand Final. Tekanan semakin terasa ketika kompetisi memasuki tahapan akhir.

Setelah berhasil melewati sejumlah tahapan, Natania Callista Ratno harus menunjukkan kemampuan komunikasi dan public speaking dalam sesi pidato pada babak Top 10. Ia kemudian berhasil melaju ke Top 5 dan mengamankan posisi Runner-Up 5.

"Sempat deg-degan banget sampai kaki gemetaran. Tapi puji Tuhan, dari tahap Top 10 yang mengharuskan pidato (speech), saya bisa lanjut masuk ke 5 besar dan berhasil membawa pulang mahkota serta gelar", tambah Natania Callista Ratno.

Bagi remaja yang berdomisili di Batu Ampar, Merawang, Kabupaten Bangka, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Perjalanan Natania Callista Ratno juga menunjukkan bahwa dunia pageant bukan semata tentang kecantikan fisik. Kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, penguasaan panggung, wawasan, serta kemampuan membawa identitas budaya menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pageant contestant.

Prestasi di Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 tidak membuat Natania Callista Ratno ingin berhenti. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pijakan baru untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia berencana lebih serius mendalami dunia modeling sekaligus meningkatkan kemampuan public speaking.

Di sisi lain, Natania Callista Ratno ingin menggunakan pengalaman yang diperolehnya untuk memperkenalkan berbagai potensi Bangka Belitung. Mulai dari kebudayaan, kuliner hingga pariwisata, Natania ingin membawa nama daerah asalnya ke ruang yang lebih luas. "Ke depannya, saya ingin lebih giat mengenalkan kebudayaan, kuliner, dan pariwisata Bangka Belitung", ungkapnya.

Bagi Natania Callista Ratno, mahkota dan penghargaan yang diraihnya bukanlah akhir dari perjalanan. Justru pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap proses memiliki nilai dan dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Ia pun menyampaikan pesan kepada generasi muda yang memiliki cita-cita memasuki dunia modeling maupun beauty pageant agar tidak takut memulai dan tidak mudah menyerah ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.

"Jangan pernah menyerah dan tetap fokus pada tujuan. Apapun hasilnya, yang terpenting adalah proses bagaimana kita berjuang dari awal hingga mencapai titik tersebut. Tunjukkan nilai dan kemampuan terbaik yang kalian miliki," pungkas Natania Callista Ratno.

Dari Bangka Belitung menuju panggung nasional, perjalanan Natania Callista Ratno menjadi cerita tentang keberanian seorang remaja mengejar cita-cita. Runner-Up 5 dan Best Traditional Costume yang diraihnya bukan sekadar gelar, tetapi juga buah dari keberanian untuk mencoba, kesiapan menjalani proses, serta tekad membawa identitas budaya daerah ke panggung yang lebih luas. (triyadi; foto tcs)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.