Main-Main di Cipete Vol. 39, Malam Intim Musik Alternatif

Main-Main di Cipete Vol. 39 di Casatopia menghadirkan Maseja, Chrisalia, Explicit Sentimental, dan Mahia dalam gigs musik intim dan penuh cerita

Main-Main di Cipete Vol. 39, Malam Intim Musik Alternatif

Indonesiasenang-, Senin malam di Cipete selalu punya caranya sendiri untuk terasa berbeda. Pada 19 Januari 2026, Casatopia Cafe kembali berubah fungsi—bukan sekadar ruang ngopi, melainkan tempat berlabuhnya cerita-cerita musik yang sedang tumbuh, kembali pulang, dan mencari arah. Main-Main di Cipete Vol. 39 hadir tanpa gegap gempita berlebihan, tapi justru di situlah kekuatannya.

Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, program mingguan ini konsisten merawat format gigs intim. Tak ada sekat tinggi antara panggung dan penonton. Lampu temaram, jarak yang dekat, dan suara yang terasa personal membuat setiap lagu terdengar seperti percakapan.

Malam itu, empat nama hadir dengan latar dan fase yang berbeda, Maseja, Chrisalia, Explicit Sentimental, dan Mahia. Mereka datang membawa cerita masing-masing, tentang jeda panjang, kehilangan, harapan, hingga awal yang baru.

Kembalinya Maseja menjadi salah satu momen paling beresonansi. Setelah 12 tahun vakum, ia tak memilih panggung besar untuk menandai kepulangannya. Sebaliknya, Casatopia menjadi ruang yang pas untuk membagikan kembali perjalanan musikalnya lewat mini album Diantara yang dirilis akhir 2025. Lagu-lagu seperti “Diantara”, “HadirMu”, dan “Serasa Asmara” terdengar reflektif, memadukan nuansa retro dengan sentuhan modern. Bukan sekadar nostalgia, tapi juga pernyataan bahwa perjalanan musik bisa berlanjut dengan cara yang lebih jujur dan matang.

Berbeda dengan Maseja yang datang membawa kisah pulang, Chrisalia tampil dengan energi emosional yang intens. Dikenal publik lewat Indonesian Idol musim ke-12, ia menunjukkan sisi personalnya lewat lagu-lagu seperti “Papa”, “Hari Bersamamu”, dan terutama “Rindu”. Lagu terakhir mengendap lama di ruangan—tentang kerinduan pada seseorang dari masa lalu yang mungkin tak lagi hadir, namun tetap hidup dalam ingatan. Vokalnya terasa lebih matang, seolah panggung kecil ini memberinya ruang untuk benar-benar bercerita.

Atmosfer kemudian bergeser saat Explicit Sentimental mengambil alih. Band yang dikenal lewat kolaborasi dengan Dillenia dalam “Abyss of Goodbye” (Desember 2025) menghadirkan lanskap sonik yang lebih gelap dan emosional. Perpaduan indie, pop, dan rock dengan lirik puitis tentang kehilangan dan pencarian jati diri terasa pas dengan konsep Main-Main di Cipete, musik yang tak harus berteriak untuk didengar, tapi cukup jujur untuk dirasakan.

Sebagai penanda masa depan, Mahia hadir membawa energi baru. Dengan memperkenalkan single “Pernah Nyaman”, ia tampil tanpa pretensi berlebihan. Lagu-lagunya terasa sederhana namun tulus, menunjukkan potensi besar dari seorang musisi yang masih berada di awal perjalanan. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa skena musik terus bergerak karena ruang-ruang seperti ini memberi kesempatan bagi suara-suara baru untuk tumbuh.

Sepanjang malam, penonton bukan hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi ikut menjadi bagian dari cerita. Tepuk tangan terasa lebih dekat, senyum mudah tertangkap, dan setiap lagu seolah menemukan pendengarnya sendiri.

Di tengah industri musik yang kerap berorientasi pada angka dan viralitas, Main-Main di Cipete Vol. 39 kembali menegaskan satu hal penting: musik hidup dari pertemuan. Dari ruang kecil, jarak yang dekat, dan keberanian untuk terus memberi tempat bagi karya, baik yang baru lahir, maupun yang akhirnya menemukan jalan pulang. (ridho; foto iwayan)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.