Indonesiasenang-, Platform streaming Viu kembali memperluas lanskap hiburan dengan menghadirkan reality series kuliner Bite Me Sweet, yang mulai tayang sejak 17 April di Indonesia. Namun, alih-alih sekadar kompetisi baking, program ini justru menawarkan pendekatan yang lebih intim, menjadikan dessert sebagai medium untuk membaca karakter, emosi, hingga identitas manusia

Dipandu oleh aktor Korea Selatan Yoon Shi-yoon, acara ini mempertemukan pastry chef terbaik Asia Tenggara dengan selebriti Korea dalam format kompetisi lintas budaya. Di sinilah kuliner bertemu budaya pop, membentuk narasi baru yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyentuh sisi personal setiap individu.

Di antara para peserta, nama Luvita Ho mencuri perhatian. Sebagai pemenang termuda MasterChef Indonesia sekaligus kreator konten dengan jutaan pengikut, Luvita Ho membawa sudut pandang berbeda, dessert bukan sekadar hidangan, melainkan representasi karakter.

Dalam setiap tantangan, para peserta diminta menciptakan dessert yang mampu merefleksikan kepribadian “muse” mereka. Bagi Luvita Ho, proses ini dimulai jauh sebelum dapur dipanaskan. Ia mengamati detail kecil, cara berbicara, gaya berpakaian, hingga energi yang dipancarkan seseorang untuk kemudian diterjemahkan ke dalam rasa, tekstur, dan visual dessert.

“Rasa adalah bahasa emosi yang paling universal”, ujar Luvita Ho.

Pernyataan yang disampaikan oleh Luvita Ho menegaskan bahwa kuliner, dalam konteks Bite Me Sweet, telah melampaui fungsi dasarnya sebagai makanan, menjadi jembatan komunikasi lintas budaya.

Kolaborasi Luvita Ho dengan aktor muda Korea Lee Sae-on menjadi salah satu dinamika menarik dalam acara ini. Perbedaan bahasa dan latar budaya sempat menjadi tantangan, namun justru memperkaya proses kreatif mereka. Gestur, ekspresi, hingga intuisi menjadi alat komunikasi alternatif yang membangun koneksi emosional di balik setiap kreasi dessert.

Secara lebih luas, Bite Me Sweet menghadirkan perpaduan unik antara kuliner, budaya, dan entertainment. Pengaruh cita rasa Asia Tenggara berpadu dengan estetika camilan Korea, sementara elemen lifestyle seperti fashion dan kecantikan ikut membentuk pengalaman visual yang relevan dengan audiens modern.

Tak berhenti di layar, program ini juga menawarkan pengalaman nyata. Tim pemenang akan mendapatkan kesempatan membuka pop-up store di Singapura, membawa konsep dessert berbasis karakter ke ruang interaksi langsung dengan publik.

Diproduksi oleh Studio CR, acara ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis bersama Korea Creative Content Agency dan Ministry of Culture, Sports and Tourism. Tujuannya jelas: menghadirkan konten dengan daya tarik global yang menggabungkan kekuatan budaya Korea dan Asia Tenggara.

Lewat kehadirannya di Bite Me Sweet, Luvita Ho tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membawa perspektif baru tentang bagaimana makanan bisa menjadi medium ekspresi yang kompleks menghubungkan rasa, identitas, dan cerita manusia dalam satu sajian. (devin; foto viu)