Luna Maya Bertaruh Satu Film di 2026 lewat SUZZANNA

Luna Maya hanya bermain satu film di 2026. Lewat SUZZANNA, ia tampil sebagai manusia dan menjadikan Lebaran sebagai taruhan kariernya

Luna Maya Bertaruh Satu Film di 2026 lewat SUZZANNA

Indonesiasenang-, Di tengah industri film yang bergerak cepat dan penuh tuntutan produktivitas, Luna Maya justru mengambil langkah yang nyaris berlawanan arah. Tahun 2026, ketika banyak aktor berlomba-lomba mengamankan jadwal dan proyek, Luna memilih berhenti sejenak atau setidaknya, melambat.

Luna Maya hanya akan muncul dalam satu film sepanjang tahun. Satu judul, satu taruhan, film itu adalah SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, rilisan terbaru dari Soraya Intercine Films, sekaligus bab baru dalam semesta horor legendaris Indonesia.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Bagi Luna Maya, film ini bukan sekadar proyek akting, melainkan ruang kontemplasi tentang karier, tentang warisan, dan tentang bagaimana seorang aktris berdialog dengan legenda.

Nama Suzzanna bukan nama sembarangan. Ia adalah ikon, mitos, dan ingatan kolektif penonton Indonesia lintas generasi. Luna Maya telah dua kali memasuki dunia itu sebelumnya, lengkap dengan citra horor yang menyeramkan. Namun kali ini, semuanya berubah.

Untuk pertama kalinya, Luna Maya memerankan Suzzanna sebagai manusia sepenuhnya tanpa kebangkitan, tanpa balas dendam dari alam lain. Sebuah pendekatan yang sunyi, namun justru lebih berisiko.

“Di film ini aku lebih senang, Karena enggak jadi hantu. Enggak jadi sundel bolong. Suzzanna hadir sebagai manusia dari awal sampai akhir”, ujar Luna Maya.

Keputusan kreatif ini memindahkan horor dari visual ke psikologis. Ketakutan tak lagi datang dari sosok gaib, melainkan dari emosi, konflik, dan luka yang perlahan merambat. Dan di situlah tantangan terbesar Luna dimulai.

Alih-alih meniru, Luna Maya memilih merawat. Ia kembali menonton klip-klip lama, mendengarkan cara Suzzanna berbicara, memperhatikan penekanan intonasi dan pelafalan konsonan yang khas. Semua detail kecil itu menjadi panduan tak tertulis.

“Bunda Suzzanna itu punya ciri khas yang kuat. Dialognya, caranya berhenti sebelum bicara, intonasinya. Itu yang selalu aku ingat-ingat”, kata Luna Maya.

Upaya ini bukan tentang nostalgia semata, melainkan bentuk penghormatan. Luna Maya tak ingin sekadar “memainkan” Suzzanna, tetapi menghidupkan kembali ruh karakter yang telah menjadi bagian dari sejarah sinema Indonesia.

Jika 2025 adalah tahun Luna Maya berseliweran di berbagai karakter, maka 2026 adalah tahun penyaringan. Ia menutup pintu bagi proyek lain, memilih fokus penuh pada satu film. Sebuah keputusan yang jarang diambil di industri yang kerap menuntut kehadiran konstan.

“Ini satu-satunya film saya di 2026. Makanya jangan sampai enggak ditonton”, ucap Luna Maya.

Kalimat itu terdengar ringan, namun menyimpan beban besar. Ada harapan, ada kecemasan, dan ada keyakinan bahwa satu karya yang tepat bisa berbicara lebih lantang daripada banyak peran yang berlalu cepat.

Direncanakan tayang saat Lebaran, film ini tak hanya mengandalkan teror, tetapi juga pengalaman menonton bersama. Luna berharap film ini bisa menjadi alasan keluarga Indonesia kembali ke bioskop duduk berdampingan, berbagi rasa takut, dan pulang dengan cerita.

Harapan itu semakin kuat dengan kehadiran Reza Rahadian, aktor peraih enam Piala Citra FFI, yang akan beradu peran dengannya. Kolaborasi ini menjanjikan lapisan drama yang kuat, sekaligus menegaskan bahwa film horor pun bisa berdiri di atas fondasi akting yang matang.

Semesta Suzzanna telah terbukti kuat, dua film sebelumnya meraih jutaan penonton. Namun bagi Luna Maya, kesuksesan kali ini tak hanya diukur dari angka. Ini tentang keberanian untuk memilih, untuk menyederhanakan, dan untuk mempercayai satu cerita sepenuhnya.

Di tahun yang sunyi dari banyak judul, Luna Maya justru berdiri paling depan dengan satu peran yang paling jujur. Bukan sebagai hantu yang bangkit dari kematian, tetapi sebagai manusia, rapuh, kompleks, dan menakutkan dengan caranya sendiri. Dan mungkin, di situlah horor paling nyata bermula. (triyadi; foto angga)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.