Indonesiasenang-, Lagu anak kembali menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan industri musik Indonesia. Hal tersebut terlihat dari keberhasilan penyanyi muda Lindee Cremona meraih penghargaan Lagu Anak Pilihan Sobat dalam ajang Indomusik Awards 2026 melalui lagu “Kucing - di Tempat Biasa”.
Penghargaan tersebut diumumkan pada 2 Oktober 2026. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Lindee Cremona sekaligus memberikan warna tersendiri bagi perkembangan musik anak di Indonesia.
“Kucing - di Tempat Biasa” mengangkat kisah seekor kucing liar yang kehilangan orang yang selama ini merawatnya. Dari cerita sederhana tersebut, lagu ini membawa pesan tentang kesetiaan, kehilangan, penantian, serta kepedulian terhadap hewan.
Tema tersebut membuat lagu “Kucing - di Tempat Biasa” tidak hanya menjadi tontonan atau hiburan bagi anak-anak. Lagu ini juga menawarkan nilai edukasi melalui cerita yang dapat mengajarkan empati dan kepedulian sejak usia dini.
Karya tersebut diciptakan oleh Nissan Fortz, musisi blues asal Bandung. Karakter penulisan Nissan yang kuat dan emosional diterjemahkan ke dalam lirik yang relatif sederhana sehingga pesan lagu dapat diterima oleh pendengar dari berbagai usia.
Kekuatan cerita menjadi salah satu faktor yang membuat “Kucing - di Tempat Biasa” mampu mendapatkan perhatian publik hingga akhirnya memenangkan kategori pilihan pendengar.
Bagi Lindee Cremona, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi. Ia menilai ada banyak pihak yang ikut berperan dalam lahirnya karya tersebut.

“Enggak nyangka aja bisa dapat award, cuma karya ini bukan karya Lindee sendiri, ada usaha dari Om Wendy Bagindas, Nissan Fortz, Papa, Aa Iday, Kang Sugih, Aa Aldo, dan musisi lainnya”, kata Lindee Cremona.
Disampaikan pula oleh Lindee Cremona apresiasi kepada penyelenggara atas penghargaan yang diberikan. “Terima kasih buat Indomusic Award”, ujarnya.
Penghargaan untuk “Kucing - di Tempat Biasa” menjadi momentum untuk kembali melihat potensi pasar musik anak Indonesia. Di tengah dominasi berbagai genre musik populer, kehadiran lagu anak berkualitas tetap dibutuhkan. Musik anak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Cerita yang sederhana justru dapat menjadi kekuatan ketika dikemas dengan lirik yang mudah dipahami dan memiliki pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kucing - di Tempat Biasa” mengambil contoh dari kehidupan seekor hewan untuk membicarakan kehilangan dan kesetiaan. Pendekatan tersebut membuat pesan lagu dapat diterima secara lebih ringan oleh anak-anak dan keluarga.
Keberhasilan Lindee Cremona di Indomusik Awards 2026 juga memperlihatkan adanya ruang bagi pencipta lagu dan musisi untuk kembali menghasilkan karya yang secara khusus menyasar pendengar anak.
Industri lagu anak Indonesia membutuhkan kesinambungan dari berbagai pihak, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, produser, musisi, label, hingga platform digital.
Semakin banyak karya anak yang berkualitas dan mendapatkan apresiasi, semakin terbuka pula peluang terbentuknya ekosistem musik anak yang lebih kuat.
Penghargaan yang diraih “Kucing - di Tempat Biasa” dapat menjadi salah satu pemicu bagi lahirnya karya-karya serupa. Musik anak diharapkan tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi mampu berkembang menjadi bagian penting dari industri musik Indonesia.
Bagi Lindee Cremona, penghargaan ini menjadi tambahan semangat untuk terus berkarya. Sementara bagi industri musik Indonesia, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa lagu anak masih memiliki pendengar dan peluang untuk berkembang.
“Kucing - di Tempat Biasa” saat ini masih dapat didengarkan melalui berbagai platform pemutar musik digital. (sugali; foto hlc)