Indonesiasenang-, Tidak semua lagu lahir dari kegelisahan sesaat. Ada lagu yang tumbuh pelan, seiring waktu berjalan, seiring hidup mengajarkan arti pulang, bertahan, dan memulai kembali. Mulanya Disini, single terbaru Marcell Siahaan, adalah salah satunya.
Lagu ini merupakan interpretasi ulang dari karya klasik era 1980-an milik band Malaysia, Freedom. Namun di tangan Marcell, Mulanya Disini bergerak melampaui nostalgia. Ia menjelma menjadi catatan personal tentang perjalanan cinta, tentang dua orang yang memilih untuk tetap bersama, bahkan setelah waktu menguji segalanya.
Dalam versi terbarunya, Marcell tak sendiri. Ia menggandeng Rima Melati Adams, pasangan hidupnya selama lebih dari tujuh belas tahun. Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan dua vokal, melainkan perjumpaan dua cerita hidup yang telah lama saling terikat.

Alih-alih menghadirkan aransemen megah atau emosi yang meledak-ledak, Mulanya Disini disampaikan dengan pendekatan yang jujur dan bersahaja. Setiap nada terasa diberi ruang, setiap lirik dibiarkan berbicara apa adanya. Lagu ini seperti percakapan tenang di akhir hari, lembut, reflektif, dan penuh makna.
“Lagu ini tidak perlu dibuat lebih besar dari dirinya sendiri. Keindahannya ada pada kejujuran. Tugas kami hanya menyampaikannya dengan tulus”, ujar Marcell.
Keputusan tersebut terasa tepat. Mulanya Disini berbicara tentang kebersamaan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam sebuah hubungan, hal-hal yang sering luput dari romantisme instan. Cinta digambarkan bukan sebagai perasaan sempurna, melainkan sebagai komitmen yang terus diperbarui.

Bagi Rima Melati Adams, lagu ini memiliki sejarah panjang. Ia telah mengenal Mulanya Disini sejak kecil, ketika tumbuh besar di Singapura. Lagu itu menjadi bagian dari ingatan masa muda, sebuah melodi yang menemani perjalanan hidupnya jauh sebelum bertemu Marcell.
Kini, setelah belasan tahun menjalani kehidupan bersama, lagu yang sama hadir kembali dengan makna yang berbeda. Bukan lagi sekadar nostalgia, tetapi refleksi tentang cinta yang dipilih, dirawat, dan ketika perlu dimulai kembali dari titik awal.
Partisipasi Rima Melati Adams di dunia seni sendiri bukan hal baru. Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia pertunjukan, tampil di berbagai program televisi nasional di Singapura dan Malaysia, serta pernah terlibat dalam kolaborasi musikal bersama Marcell sebelumnya. Namun di lagu ini, kehadirannya terasa paling personal, seperti suara yang tak lagi berjarak dengan cerita.
Direkam dengan pendekatan yang intim dan minim ornamen, Mulanya Disini mempertemukan dua suara yang dibentuk oleh waktu, kebersamaan, dan pertumbuhan. Tak ada upaya untuk saling menonjolkan diri. Yang ada hanyalah dialog dua suara yang berjalan beriringan, saling mendengarkan.

Di tengah lanskap musik populer yang kerap merayakan romansa singkat dan patah hati dramatis, Mulanya Disini hadir sebagai pengingat lembut: bahwa cinta sejati sering kali bekerja dalam senyap. Ia tidak selalu spektakuler, tetapi konsisten. Tidak selalu mudah, tetapi terus diperjuangkan.
Pada akhirnya, Mulanya Disini bukan hanya lagu tentang awal, melainkan tentang keberanian untuk kembali ke awal, tentang cinta yang terus dipilih, setiap hari. (alvin; foto mrma)