Indonesiasenang-, Ribuan pasang mata tertuju ke Alun-Alun Pancasila pada Sabtu malam (23/08/2025) ketika Kebumen Fest 2025 resmi dibuka dengan meriah. Festival tahunan yang kali ini mengusung tema “Kebumen to the World” itu akan berlangsung hingga 30 Agustus 2025, menghadirkan deretan pertunjukan budaya, seni, hingga atraksi modern yang siap memikat wisatawan.
Suasana malam pembukaan terasa istimewa sejak dentuman gong yang dipukul Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kebumen Fest bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga perayaan identitas daerah.

“Festival ini adalah bagian dari Hari Jadi ke-396 Kabupaten Kebumen sekaligus selebrasi atas masuknya Geopark Kebumen ke dalam jaringan UGGp. Inilah semangat Kebumen Berdaya yang ingin kita tunjukkan ke dunia”, kata Lilis Nuryani disambut tepuk tangan meriah.
Atraksi yang paling dinantikan publik malam itu adalah penampilan tari kolosal Suwardana Kabumian. Sebanyak 240 penari, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa, berpadu di panggung terbuka alun-alun. Tarian ini menyajikan enam kelompok gerak khas: cepetan, lawet, ombak, lampor, nyi roro kidul, hingga tambahan properti yang semakin memperkaya visual.
Disutradarai oleh Bima Satrya Wardhana dari Bravery Dancer Yogyakarta, karya ini tak hanya menampilkan estetika gerak, tetapi juga pesan sejarah. “Suwardana” berarti kemakmuran yang besar, sementara “Kabumian” merujuk pada Pangeran Bumidirdjo, sosok penting dalam perjalanan Kebumen. Uniknya, tarian ini baru saja resmi mendapatkan hak cipta dan kini menjadi milik Kabupaten Kebumen sejak 22 Agustus 2025.

Tak kalah menakjubkan, langit malam Kebumen disulap menjadi kanvas digital lewat drone light show berdurasi 15 menit. Puluhan drone bermanuver membentuk formasi tulisan “Hi Kebumates,” “Selamat Datang,” logo sponsor, hingga ikon khas Kebumen seperti Burung Lawet dan lingkaran matahari.
Pertunjukan yang untuk pertama kalinya digelar di Kebumen ini membuat penonton berdecak kagum. Kombinasi teknologi modern dengan sentuhan budaya lokal menjadikan pembukaan festival benar-benar spektakuler.
Menurut Ketua Panitia Kebumen Fest 2025, Haryono Wahyudi, acara pembukaan ini dihadiri sekitar 22.000 penonton. “Bahkan banyak warga yang tidak bisa masuk alun-alun karena penuh sesak. Antusiasme ini di luar perkiraan kami”, ungkapnya.
Selain suguhan seni dan atraksi, acara ini juga menjadi momentum penting dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Kebumen dan ITB. Kerja sama ini ditujukan untuk mengembangkan Geopark Kebumen sebagai pusat riset dan edukasi, khususnya melalui Kampus Geologi Karangsambung.

Tak hanya tari dan drone, penampilan musik dari Gildcoustic di panggung utama ikut menyemarakkan suasana, menghadirkan lagu-lagu akustik yang mudah dinyanyikan bersama penonton. Kehangatan musik ini menyatu dengan semarak pesta rakyat, menjadikan Kebumen Fest sebagai ruang pertemuan antara seni tradisi, hiburan modern, dan kebanggaan daerah.
Dengan rangkaian acara hingga akhir Agustus, festival ini diharapkan menjadi magnet wisata yang memperkuat posisi Kebumen sebagai destinasi budaya sekaligus geowisata kelas dunia. (fathur; foto pdkk)