Joko Anwar Night di IFI Jakarta: Perayaan Sinema Horor Indonesia hingga Bocoran Pengabdi Setan 3

Joko Anwar Night di IFI Jakarta merayakan dua dekade sinema horor Indonesia. Dihadiri Joko Anwar dan Asmara Abigail, acara ini menghadirkan pemutaran Pengabdi Setan, diskusi kreatif, hingga bocoran Pengabdi Setan 3.

Joko Anwar Night di IFI Jakarta: Perayaan Sinema Horor Indonesia hingga Bocoran Pengabdi Setan 3

Indonesiasenang-, Institut français d’Indonésie (IFI) sukses menggelar Joko Anwar Night pada 21 Januari 2026 di IFI Thamrin, Jakarta. Acara yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga 23.00 WIB ini menjadi salah satu perayaan sinema paling berkesan di awal tahun, khususnya bagi pencinta film horor Indonesia dan perfilman nasional.

Malam spesial ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Joko Anwar, sutradara ternama Indonesia, bersama Asmara Abigail, aktris favorit sekaligus kolaborator penting dalam banyak karya yang mendapat pujian kritikus. Kehadiran keduanya menciptakan suasana hangat, akrab, dan penuh antusiasme dari penonton yang memadati IFI Thamrin.

Pemanasan Menuju Festival Film Bergengsi di Prancis
Joko Anwar Night digelar hanya beberapa hari sebelum keberangkatan Joko Anwar ke Prancis sebagai Tamu Kehormatan Festival Film Fantastis Internasional Gérardmer ke-33, yang berlangsung pada 27 Januari–1 Februari 2026. Festival ini dikenal sebagai salah satu ajang film terbesar di Eropa yang berfokus pada genre fantasi, horor, dan thriller.

Sejumlah film ikonik karya Joko Anwar dijadwalkan tayang dalam festival tersebut, antara lain Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan Modus Anomali. Partisipasi ini semakin menegaskan posisi Joko Anwar sebagai salah satu sutradara Asia paling berpengaruh di kancah sinema internasional.

Pengakuan Resmi dari Pemerintah Prancis
Acara di IFI juga menjadi momen perayaan atas penghargaan prestisius yang diterima Joko Anwar dari pemerintah Prancis. Pada Desember 2025 di Paris, ia menghadiri acara “Panorama Sinema Indonesia”, pameran retrospektif pertama sinema Indonesia yang diselenggarakan oleh La Cinémathèque française.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Anwar dianugerahi medali Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam dunia sinema sekaligus perannya memperkuat dialog budaya antara Indonesia dan Prancis.

diskusi-joko-anwar-night-ifi
Sesi diskusi interaktif bersama Joko Anwar dan Asmara Abigail dalam acara Joko Anwar Night di IFI Jakarta, membahas horor sebagai medium cerita dan kritik sosial.

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Horor Indonesia
Selama lebih dari dua dekade, Joko Anwar menjadi sosok sentral dalam kebangkitan film horor Indonesia. Karya-karyanya dikenal berani, atmosferik, serta memadukan unsur horor, fantasi, dan kritik sosial yang tajam. Film-filmnya tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga meraih pengakuan luas di festival internasional.

Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022) bahkan tercatat sebagai dua film Indonesia terlaris sepanjang masa. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa horor lokal mampu berbicara banyak di level global.

Dalam rangkaian Joko Anwar Night, IFI memutar kedua film tersebut secara berurutan. Antusiasme penonton terlihat jelas sepanjang pemutaran, terutama saat momen-momen ikonik yang telah melekat di ingatan publik.

Diskusi Hangat & Bocoran Pengabdi Setan 3
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Joko Anwar dan Asmara Abigail, yang membahas proses kreatif, dinamika kolaborasi sutradara–aktor, serta bagaimana genre horor dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan isu sosial. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan memberi banyak inspirasi, khususnya bagi sineas muda dan mahasiswa film.

Suasana semakin cair ketika Joko Anwar—akrab disapa Jokan—melontarkan candaan soal kemungkinan Pengabdi Setan 3. “Untuk membuat sebuah film perlu proses, kadang sampai bertahun-tahun. Dan kadang belum tentu filmnya jadi,” ujarnya sambil tersenyum, memancing spekulasi dan rasa penasaran para penonton serta awak media.

Melalui penyelenggaraan Joko Anwar Night, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut français d’Indonésie (IFI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan budaya Indonesia–Prancis melalui sinema. Acara ini bukan sekadar perayaan karya seorang sineas, tetapi juga simbol eratnya kolaborasi budaya lintas negara. (kintan; praba)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.