Indonesiasenang-, Penyanyi Indri AFI menjadikan pengalaman emosional tentang cinta, pengkhianatan, dan ketakutan kehilangan sebagai inspirasi dalam single terbarunya bertajuk “Bodoh”. Lagu bergenre pop balada ciptaan Yerri T-Five tersebut dijadwalkan dirilis pada November 2026 dan mengangkat kisah seseorang yang sulit melepaskan pasangan meski berkali-kali diselingkuhi.
Lewat lagu ini, Indri AFI mengajak pendengar menyelami perasaan seseorang yang mengetahui dirinya dikhianati, tetapi memilih diam demi mempertahankan hubungan. Bukan karena tidak menyadari kesalahan pasangan, melainkan karena rasa cinta yang terlalu besar membuatnya takut kehilangan orang yang selama ini dicintai.
Cerita dalam “Bodoh” menggambarkan dilema seseorang ketika cinta dan logika berjalan berlawanan. Di satu sisi, ia memahami bahwa hubungan yang dijalani sudah tidak sehat. Namun, di sisi lain, harapan untuk tetap bersama membuatnya terus bertahan, bahkan rela berpura-pura tidak mengetahui perselingkuhan yang terjadi.

Bagi Indri AFI, lagu tersebut mempunyai ikatan emosional tersendiri karena dekat dengan pengalaman pribadinya. Ketika menerima beberapa pilihan materi lagu, ia justru merasa “Bodoh” paling tepat untuk menggambarkan perasaan yang ingin disampaikannya kepada pendengar.
Keputusan membawakan lagu tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indri AFI untuk menampilkan sisi musikalitas yang lebih emosional. Dengan aransemen pop balada, “Bodoh” menawarkan tantangan vokal melalui jangkauan nada yang luas, nada-nada tinggi, serta kebutuhan penghayatan yang kuat.
Proses penggarapan single ini pun berlangsung relatif singkat. Indri AFI langsung menemukan kecocokan dengan lagu ciptaan Yerri T-Five tersebut setelah mendengarkan materi yang ditawarkan.
Tidak hanya ingin menghadirkan lagu tentang patah hati, Indri AFI juga menyisipkan pesan mengenai pentingnya menghargai diri sendiri dalam sebuah hubungan. Menurut pesan yang ingin disampaikan melalui “Bodoh”, mencintai seseorang tidak berarti harus terus menerima perlakuan yang menyakitkan.

Indri AFI berharap pendengar dapat mengambil pelajaran untuk tidak terus menunggu seseorang yang tidak pernah benar-benar memilih mereka. Sebab, cinta semestinya memberikan kebahagiaan, bukan membuat seseorang kehilangan harga diri dan terus hidup dalam ketakutan ditinggalkan.
Untuk memperkuat cerita, Indri AFI juga menyiapkan video musik dan video lirik dengan konsep minimalis. Visualnya akan memperlihatkan seorang laki-laki yang berulang kali melakukan perselingkuhan, sementara perempuan yang menjadi pasangannya tetap setia menunggu.
Konsep tersebut menjadi gambaran visual dari pesan utama lagu, yakni tentang seseorang yang terlalu takut kehilangan hingga tidak menyadari bahwa dirinya terus terluka oleh orang yang dicintainya.
Indri Sunarhati Tribuana atau Indri AFI dikenal publik setelah menjadi finalis Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2005 dari perwakilan Makassar. Dalam ajang pencarian bakat tersebut, ia berhasil menduduki posisi juara kedua.
Sebelum dikenal melalui AFI, Indri telah lebih dahulu membangun perjalanan sebagai penyanyi solo. Ia pernah mengikuti berbagai kompetisi menyanyi di dalam dan luar negeri, termasuk Kazakhstan, Amerika Serikat, dan Thailand.

Melalui single “Bodoh”, Indri AFI kembali melanjutkan perjalanan bermusiknya dengan karya yang mengangkat persoalan cinta yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Ia berharap lagu ini bisa menjadi representasi perasaan mereka yang pernah dikhianati, sulit melepaskan seseorang, atau bertahan dalam hubungan hanya karena takut kehilangan.
Single “Bodoh” dijadwalkan hadir pada November 2026. Informasi mengenai tanggal perilisan resminya akan diumumkan melalui akun media sosial Indri AFI. (sugali; foto pist)