Indonesiasenang-, Indonesia memperkuat penetrasi pasar pariwisata Britania Raya dengan membawa kampanye #GoBeyondOrdinary ke Glasgow, Manchester, dan World Travel Market (WTM) London 2026. Melalui rangkaian promosi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya memperkenalkan destinasi unggulan Indonesia sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi industri perjalanan nasional.

Strategi promosi ini mengedepankan pengalaman wisata yang lebih beragam dan bernilai tambah. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Indonesia juga memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, wisata bahari, kebugaran, serta pengalaman autentik yang dapat dinikmati wisatawan ketika menjelajahi Nusantara.

Dikatakan oleh Ni Made Ayu Marthini selaku Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, bahwa rangkaian Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 di Glasgow dan Manchester, disusul partisipasi dalam WTM London 2026, merupakan langkah untuk memperluas jangkauan pasar Indonesia di Eropa.

“Partisipasi aktif kita di WTM London 2026 dan rangkaian misi penjualan di Glasgow serta Manchester adalah wujud komitmen nyata untuk memperluas jangkauan pasar di Britania Raya. Melalui kampanye #GoBeyondOrdinary, kami ingin menghadirkan narasi pariwisata yang lebih mendalam, tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya, gastronomi, dan pengalaman autentik yang bernilai tinggi”, kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Untuk memperkuat promosi di pasar Inggris, Kemenpar berkolaborasi dengan Aliansi Promosi Pariwisata Indonesia (APPI) menggelar Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026.

Kegiatan ini melibatkan 10 perwakilan industri pariwisata Indonesia dari sektor perhotelan, operator tur, dan pengelola atraksi wisata. Mereka akan mengikuti pertemuan bisnis langsung dengan para profesional industri perjalanan di Glasgow dan Manchester.

Setiap kegiatan sales mission menargetkan lebih dari 40 calon mitra bisnis. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk wisata Indonesia, memperluas jaringan distribusi, serta menjajaki kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan di Britania Raya.

Melalui pendekatan bisnis antarpelaku industri atau business-to-business (B2B), Indonesia berupaya memastikan promosi destinasi berlanjut menjadi peluang konkret dalam pemasaran paket perjalanan.

Keterlibatan industri pariwisata nasional juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan beragam pilihan akomodasi, aktivitas wisata, dan atraksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional.

Promosi Indonesia selanjutnya diperkuat melalui WTM London 2026, salah satu pameran perdagangan pariwisata internasional yang mempertemukan pelaku industri, pembeli, media, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Indonesia akan menempati Paviliun Wonderful Indonesia seluas 352,75 meter persegi di booth N8-220 dengan mengusung tema bahari (marine). Sebanyak 70 pelaku industri pariwisata nasional dari sembilan provinsi akan berpartisipasi dalam paviliun tersebut. Mereka terdiri atas 47 co-exhibitors dan 23 pelaku industri yang didukung lima mitra resmi.

Kelima mitra tersebut meliputi Discovery Hotels & Resorts, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Reserve, dan InJourney.

Kehadiran Indonesia dalam ajang ini diharapkan memperluas pengenalan destinasi Nusantara kepada pasar internasional sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun kemitraan, mempromosikan paket perjalanan, dan menjajaki potensi transaksi bisnis.

Tema bahari yang diusung juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan laut, pesisir, dan pulau-pulau yang menawarkan beragam pengalaman wisata.

Dalam kerangka program Pariwisata Naik Kelas atau Upscale Tourism, Kemenpar memprioritaskan promosi produk wisata yang menawarkan nilai tambah dan pengalaman berkualitas.

Lima sektor yang menjadi perhatian meliputi wisata bahari, gastronomi, wisata kebugaran, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah Muslim. Berbagai produk tersebut akan diperkenalkan melalui potensi destinasi unggulan, termasuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif.

Fokus tersebut memperlihatkan upaya Indonesia memperluas daya tarik pariwisata, dari wisata berbasis panorama alam menuju pengalaman yang menggabungkan budaya, tradisi, kuliner, kesehatan, dan kehidupan masyarakat setempat.

Melalui wisata gastronomi, misalnya, wisatawan dapat mengenal kekayaan kuliner Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya. Sementara itu, wastra tradisional memperkenalkan keterampilan, kreativitas, dan warisan tekstil dari berbagai daerah di Indonesia.

Wisata bahari tetap menjadi salah satu daya tarik utama, sedangkan wisata kebugaran dan pariwisata ramah Muslim memperluas pilihan produk bagi wisatawan dengan kebutuhan dan preferensi perjalanan yang beragam.

Kampanye #GoBeyondOrdinary menjadi benang merah dalam rangkaian promosi Indonesia di Britania Raya. Kampanye ini mengajak wisatawan untuk melihat Indonesia sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman lebih mendalam daripada sekadar kunjungan ke tempat-tempat populer.

Kekayaan alam, interaksi dengan masyarakat lokal, tradisi budaya, kuliner khas, hingga pengalaman bahari menjadi bagian dari narasi yang ingin diperkuat Kemenpar di pasar internasional.

Pendekatan tersebut juga mendukung upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia melalui produk yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri.

Dengan mempertemukan promosi destinasi dan penjajakan bisnis, rangkaian kegiatan di Glasgow, Manchester, dan London diharapkan memberi manfaat bagi industri pariwisata nasional, termasuk memperluas jaringan mitra serta meningkatkan peluang pemasaran produk wisata di Britania Raya.

Kemenpar optimistis Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 dan partisipasi dalam WTM London 2026 dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Melalui #GoBeyondOrdinary, Indonesia membawa pesan bahwa perjalanan ke Nusantara bukan hanya tentang melihat keindahan, tetapi juga merasakan kekayaan budaya dan pengalaman autentik yang membuat setiap perjalanan lebih bermakna. (dewa; foto bkkp)