Indonesiasenang-, Kembali ke dunia musik setelah jeda panjang bukan perkara sederhana. Namun bagi Ika Putri, comeback bukan tentang mengejar ulang sorotan, melainkan berdamai dengan proses, usia, dan suara hati. Lewat single “Sadis”, ia pulang ke musik dengan cara yang jauh lebih tenang dan justru terasa lebih kuat.
Single ini diluncurkan pada 13 Februari 2026 di Yusuf Ronodipuro Room, Jakarta. Sebuah ruang yang merekam banyak perjalanan musik Indonesia, kini menjadi saksi babak baru Ika Putri setelah sekitar tujuh tahun tanpa rilisan rekaman.

Nama Ika Putri telah lama dikenal sebagai penyanyi dengan vokal kuat dan pendekatan musikal yang rapi. Ia pernah membawa nama Indonesia ke panggung internasional, termasuk Shanghai Music Festival, serta merilis tiga album dengan lagu-lagu yang lekat di ingatan pendengar seperti Aku Perawan, Mr. Judge, Cinta, dan Jangan Pergi.
Sejak awal, karya-karyanya konsisten berbicara tentang cinta, luka batin, kesetiaan, dan ruang personal. Meski tidak selalu mengikuti arus utama, identitas inilah yang membuat Ika Putri tetap relevan bahkan ketika ia memilih berhenti sejenak dari hiruk pikuk industri.
Hiatus tersebut bukan tentang menjauh dari musik, melainkan tentang hidup yang bergerak ke arah lain. Pergantian tim, fokus pada bisnis, dan perubahan lanskap industri membuat Ika Putri menjalani fase reflektif yang panjang.

Alih-alih memperkenalkan lagu baru, Ika Putri memilih “Sadis”, karya Baby Romeo yang diaransemen ulang oleh Irwan Simanjuntak. Keputusan ini bukan nostalgia semata, melainkan strategi artistik.
“Sadis” hadir dengan rasa yang berbeda. Vokal Ika Putri kini lebih ditahan, nyaris berbisik, jauh dari gaya eksplosif yang pernah melekat di awal kariernya. Lagu ini tidak lagi berteriak tentang sakit, melainkan menyampaikannya dengan sunyi.
Baby Romeo menyambut versi baru ini dengan sederhana namun bermakna. “Terima kasih sudah menghidupkan kembali karya saya”, ujarnya.
Sementara itu Produser Seno M Hardjo melihat pendekatan Ika sebagai transformasi artistik yang signifikan. “Dulu Ika menyanyi dengan lepas. Sekarang lebih tenang, perlahan, dan justru menusuk”, ungkapnya.

Pendekatan ini membuat “Sadis” terasa relevan bagi pendengar dewasa, mereka yang memahami bahwa luka tidak selalu harus disampaikan dengan suara tinggi. Dalam konteks lifestyle, lagu ini menjadi refleksi tentang kesabaran, kontrol diri, dan penerimaan.
Meski hadir dengan nuansa yang lebih sunyi, “Sadis” mendapatkan sambutan hangat. Lagu ini masuk ke empat official playlist di Spotify Indonesia, termasuk Fresh Finds Indonesia, Musik Akhir Pekan, dan The Moment of Indonesia. Selain itu, “Sadis” juga berkembang di sejumlah playlist publik, memperluas jangkauan pendengarnya.
Dukungan dari produser, agregator, serta sistem pendukung produksi yang solid, menjadi bagian penting dari perjalanan comeback Ika Putri ini.

Tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahun produktif bagi Ika Putri. Ia menargetkan merilis tiga single dan membuka peluang untuk kembali tampil di panggung konser. Strategi promosinya pun menggabungkan dua dunia, yaitu platform digital dan radio, medium lama yang menurutnya masih memiliki kedekatan emosional dengan pendengar.
“Sadis” bukan sekadar lagu comeback. Ia adalah pernyataan hidup, bahwa bertumbuh tidak selalu berarti menjadi lebih keras. Kadang, justru dengan menjadi lebih tenang, suara itu terdengar lebih jauh. (satria; foto tcs)