Indonesiasenang-, Gelaran IFRA Bussiness Expo 2026 telah menginjak hari terakhir. Berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 28-30 Agustus 2026 di Hall-7 ICE BSD, Tangerang, event ini menampilkan banyak brand dengan ciri khas masing-masing. Setidaknya 250 brand dengan ragam jenis produk hingga jasa ditawarkan untuk para pengunjung yang ingin bergabung dalam bisnis franchise.
Disadari atau tidak, brand lokal yang mengusung kekayaan kuliner Nusantara cukup banyak kali ini. Ragam brand Jamu tradisional dengan konsep kekinian hingga masakan Padang, lalu kopi khas Indonesia menampakkan pergerakan yang cukup menarik pengunjung.
Sebut saja Kopi SH, produk kopi yang digadang-gadang menjadi kopi-nya Tangerang. Brand ini diusung oleh booth UMKM Tangerang Raya, sebagai salah satu brand kopi hitam yang menjadi andalan.
Babe Azrin Akbar selalu CEO UMKM Tangerang Raya menjelaskan,
"Untuk IFRA 2026 kami membawa dua brand, yaitu jasa dan kopi. Brand yang kami bawa adalah dua dari sekian banyaknya anggota UMKM yang berada di bawah naungan UMKM Tangerang Raya. Nah, kebetulan di booth kami sekarang adalah Kopi SH, dimana ini kami targetkan menjadi kopi-nya Tangerang. Satu lagi kami membawa alat penyulingan air, yang kami harapkan produk ini bisa membantu masyarakat untuk mengkonsumsi air yang lebih sehat tanpa harus memasak atau terus membeli galon. " Ungkapnya.
Kopi SH sendiri sebetulnya berasal dari biji kopi Lampung, namun dalam pengolahannya hingga pemasaran dilakukan di Tangerang. Saat ini UMKM Tangerang Raya sudah memiliki lebih dari 700 anggota UMKM di Tangerang dan memeberikan wadah bagi pengusaha kecil untuk terus berkembang melalui kerjasama antara brand dan pelaku bisnis hospitality seperti hotel dan restoran.
Bisnis Nasi Padang, Warteg dan Jamu Jadi Daya Tarik
Lebih menarik lagi, jika diperhatikan seksama, beberapa booth yang hadir banyak mengusung tema produk Nusantara. Alih-alih membawa kreasi makanan atau minuman kekinian, justru bisnis kuliner Indonesia asli jadi saya tarik tersendiri. Sebut saja gerai brand Jamu Tjap Nyonya Kaya, atau DAWA Minuman Rempah. Kedua nya menyajikan minuman khas Indonesia hasil dari olahan rempah-rempah Indonesia seperti Jamu. Dawa menawarkan perpaduan Susu, rempah, STMJ, sedangkan Tjap Nyonya Kaya masih mengusung keaslian rasa ragam rimpang dan rempah.
Dari sisi makanan, barisan brand Warung Tegal atau Warteg seperti Warteg Kharisma Bahari dan Warmo (Warteg Modern) disusul dengan brand makanan khas Padang Rindu Minang, hingga ala gerobak kekinian Si Paling (Padang Keliling) juga turut hadir.
Deretan brand di atas membuktikan bagaimana sejatinya produk dalam negeri yang beragam dengan ciri khasnya tetap menang dihati pengunjung IFRA 2026.
Menurut Project Manager IFRA 2026, Mega Khoriani, penyelenggaraan tahun ini diharapkan membawa dampak yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat. "IFRA 2026 bukan sekadar ruang pameran, melainkan titik awal lahirnya peluang-peluang baru, jaringan bisnis yang lebih luas, dan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi kita semua," ujar Mega.
IFRA Business Expo 2026 masih terus terlaksana secara online hingga Desember 2026 di situs resmi IFRA Indonesia www.ifra-indonesia.com. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun Instagram @ifra_expo. Sampai jumpa pada perhelatan The 26th IFRA Business Expo 2027 mendatang! (kintan)