Indonesiasenang-, Album musik tidak selalu berhenti sebagai karya yang didengarkan melalui perangkat musik. Idgitaf membawa konsep tersebut ke level berbeda dengan mementaskan album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, dalam sebuah pertunjukan semi-teatrikal.
Musisi muda perempuan Indonesia itu akan menghadirkan “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan”, sebuah pertunjukan yang memadukan musik, seni peran, dan tarian dalam satu rangkaian cerita.
Pementasan tersebut diadaptasi langsung dari album studio kedua Idgitaf, Berusaha di Bawah Hujan (BDBH). Dalam pertunjukan ini, Idgitaf tidak hanya tampil sebagai musisi, tetapi juga akan berperan sebagai karakter Air dan beradu peran dengan karakter Api.
Konsep tersebut membuat “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” tidak sekadar menjadi konser musik. Album yang sebelumnya dinikmati melalui lagu-lagu dalam format audio akan diterjemahkan ke dalam bentuk visual dan pertunjukan di atas panggung.
Idgitaf pun tengah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pementasan tersebut dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
“Sekarang aku sedang menyiapkan semuanya. Mulai dari setlist, persiapan acting, sampai belajar beberapa tarian yang akan ditampilkan dalam pementasan kali ini. Pokoknya ini akan menjadi sebuah penampilan spesial yang sayang banget buat dilewatin deh!”, ujar Idgitaf.

Album Berusaha di Bawah Hujan sendiri dirilis Idgitaf pada 15 Mei 2026. Pada pekan pertama setelah dirilis, album tersebut berhasil masuk jajaran Spotify Top Weekly Debut Albums Global.
Pencapaian itu menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan musik Idgitaf. Kini, karya-karya dalam album tersebut akan dibawa ke ruang pertunjukan dalam konsep yang lebih luas.
Tidak hanya menyajikan lagu-lagu dari Berusaha di Bawah Hujan, Idgitaf juga akan membawakan sejumlah karya dari rilisan sebelumnya. Secara keseluruhan, penonton akan disuguhkan lebih dari 20 lagu dalam satu rangkaian pertunjukan.
“Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” juga akan menghadirkan sejumlah musisi sebagai kolaborator. Hindia dan Dere menjadi dua nama yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan album kedua Idgitaf. Hindia berkolaborasi dalam lagu “Masih Ada Cahaya”, sementara Dere terlibat dalam lagu “Setengah Langit”.
Kehadiran keduanya di atas panggung menjadi salah satu bagian yang dinantikan dalam pementasan tersebut.
Selain Hindia dan Dere, Idgitaf juga menggandeng sejumlah nama lain, termasuk Jebung, Rifqi FTR, dan Dandy yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan dan dukungan terhadap karya-karyanya.
New Pusat Dunia (NPD) serta Lomba Sihir juga akan turut hadir dalam pertunjukan tersebut.
Kolaborasi berbagai musisi itu diharapkan membuat “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” memiliki warna musikal yang beragam sekaligus memperluas pengalaman penonton dalam menikmati karya Idgitaf.
Sebagai promotor, Katarsis Live merancang pementasan ini sebagai pengalaman musik yang tidak berhenti ketika lagu dimainkan. Penonton akan diajak menjadi bagian dari cerita melalui sejumlah elemen interaktif. Konsep tersebut mengambil inspirasi dari identitas koboy yang kini menjadi bagian dari karakter Idgitaf.
Sejumlah permainan seperti Rodeo Bull, Lasso Toss, dan Pull The Bull disiapkan untuk melibatkan penonton dalam pengalaman pertunjukan.
Diungkapkan oleh CEO Katarsis Live, Reyhana Zain, bahwa konsep tersebut berangkat dari keinginan Idgitaf untuk menghadirkan pertunjukan yang memiliki makna sekaligus dapat dirasakan langsung oleh para penonton.
“Kami selalu ingin menghadirkan pertunjukan musik yang dapat berarti dan dirasakan oleh penonton. Semua ide datang dari Idgitaf, dan Katarsis Live mencoba untuk mewujudkan keinginannya menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh Idgitafriends”, kata Reyhana Zain.
Format pertunjukan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Idgitaf untuk memperluas cara bercerita melalui musik. Lagu-lagu dalam album Berusaha di Bawah Hujan tidak hanya akan dinyanyikan, tetapi juga diterjemahkan melalui karakter, gerakan, tarian, dan elemen panggung.
“Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” akan digelar di Kuningan City Ballroom, Jakarta, pada 18 September 2026. Tiket tersedia dalam tiga kategori. Kategori “Hujan” dibanderol Rp159.000, kategori “Mendung” seharga Rp259.000, sedangkan kategori spesial “Cahaya” dijual Rp349.000.
Untuk memberikan kenyamanan kepada penonton, Idgitaf bersama Katarsis Live juga menyediakan pilihan seating tribun sehingga penonton dapat menikmati keseluruhan rangkaian pementasan dengan lebih leluasa.
Pemegang tiket kategori “Cahaya” juga akan mendapatkan akses ke sesi talkshow spesial bertajuk IDGITALKShow bersama Duo Bahlul.
Selain itu, penonton dapat menikmati sejumlah photospot serta merchandise eksklusif yang dibuat khusus untuk “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan”. Tiket pementasan saat ini sudah dapat dibeli melalui situs resmi Idgitaf.
Dengan konsep yang memadukan album, musik, seni peran, tarian, kolaborasi musisi, hingga interaksi dengan penonton, “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” menjadi upaya Idgitaf untuk mengubah sebuah album menjadi pengalaman pertunjukan yang lebih utuh. (sugali; foto hpi)