Indonesiasenang-, IdeaFest 2026 kembali menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda, kreator, komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk mengembangkan gagasan menjadi karya sekaligus peluang ekonomi.
Semangat tersebut terlihat dalam penyelenggaraan IdeaTalks 2026 bertema From Creation to Creative Opportunity di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan sekitar 250 peserta dari komunitas kreatif, kreator, dan mitra ekosistem kreatif untuk membahas bagaimana karya dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Apresiasi disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut Irene, kolaborasi antara Indosat, Adobe, IdeaFest, dan pelaku ekonomi kreatif menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda memiliki potensi besar untuk memberikan dampak sosial sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
“Generasi muda tanah air memiliki potensi luar biasa yang telah terbukti mampu melahirkan karya unggulan di berbagai subsektor ekonomi kreatif”, ujar Irene Umar, Jumat (4/9).
Irene Umar hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam serta Direktur Gim Luat Sihombing.

Menurut Irene Umar, perkembangan infrastruktur internet dan ekosistem kreator perlu diikuti dengan ketersediaan teknologi yang dapat membantu proses kreatif. Kehadiran perangkat penunjang seperti Adobe dinilai dapat mempermudah kreator mengembangkan ide, berkolaborasi, hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.
Irene menilai kolaborasi antara teknologi, konektivitas digital, dan kreativitas dapat menciptakan bisnis berbasis purpose. Artinya, bisnis tidak semata-mata mengejar transaksi, tetapi juga menghadirkan dampak dan makna bagi konsumen.
Pemerintah juga mendorong agar kreativitas tidak berhenti pada tahap menghasilkan karya. Karya para pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu masuk ke pasar dan memberikan nilai tambah bagi penciptanya.
Dalam konteks tersebut, Kementerian Ekraf menempatkan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh dan berkelanjutan.
Perlindungan KI tidak hanya berkaitan dengan pendaftaran dan aspek hukum. Lebih jauh, pemerintah mendorong komersialisasi serta pengembangan KI lokal agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan memiliki daya saing di pasar internasional.
“Kita ingin karya-karya anak bangsa tidak hanya diapresiasi, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi dan mampu berkembang di pasar”, kata Irene Umar.
Selain perlindungan KI, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian. Program upskilling dan optimalisasi teknologi dinilai penting untuk membuat talenta kreatif Indonesia semakin siap menghadapi persaingan global.
Konektivitas digital dari Indosat dan dukungan teknologi dari Adobe menjadi bagian dari ekosistem yang memungkinkan kreator memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, serta menemukan kesempatan baru.
Irene Umar juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar utama. Kreator lokal didorong berani membawa karya Indonesia ke pasar global dengan mengandalkan keunikan yang dimiliki setiap daerah dan bangsa.
“Saya berharap teman-teman tidak hanya berfokus pada pasar lokal nasional yang berjumlah 240 juta jiwa, tetapi juga berani membidik 8 miliar penduduk dunia agar karya Indonesia bisa mendunia”, tegas Irene Umar.
Menurut Irene Umar, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia salah satunya terletak pada keberagaman budaya dan karakter yang dapat menjadi Unique Selling Point (USP) di tengah persaingan global.
Karena itu, generasi muda tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memahami bagaimana karya tersebut dikembangkan, dilindungi, dipasarkan, dan memiliki nilai ekonomi.
“Yang paling penting, Keep creating and enjoy the process”, ujar Adobe Creator, Diela Maharani.
Rangkaian IdeaTalks 2026 tidak hanya menghadirkan sesi diskusi. Peserta juga mengikuti sesi panel IdeaFest mengenai perjalanan kreator, Workshop Desain Tas Kanvas, hingga praktik pencetakan Tas Kanvas.
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana untuk mengubah gagasan menjadi produk kreatif yang lebih konkret.

IdeaFest 2026 pun menjadi ruang bagi kreator untuk tidak hanya memperlihatkan hasil karya, tetapi juga mempelajari proses pengembangan ide, membangun jejaring, memahami teknologi, serta melihat peluang komersialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, Irene Umar juga mengunjungi sejumlah area instalasi, mulai dari Cafe Express-O yang merupakan kolaborasi Adobe x Ekraf, Heart Installation, IOH Illustration by Sarkodit, Heartware Archives, Arcade Game, Cafe Seating Area, Adobe Express Experience Area, Stage, Storage, hingga Front of House (FOH).
Kehadiran berbagai instalasi tersebut turut memperlihatkan pertemuan antara kreativitas, teknologi, pengalaman digital, dan industri kreatif dalam satu ekosistem.
Dengan semangat tersebut, IdeaFest 2026 tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri kreatif. Forum ini juga menjadi ruang untuk mendorong generasi muda melihat karya sebagai aset, kreativitas sebagai kekuatan ekonomi, dan teknologi sebagai alat untuk membawa ide Indonesia menembus pasar dunia. (dewa; foto bkke)