Indonesiasenang-, Desainer sekaligus akademisi fashion Ichwan Thoha meluncurkan buku terbaru bertajuk Navigasi Mode Pria: Kamus, Istilah, dan Referensi. Buku fashion pria ini resmi diperkenalkan pada 7 Oktober 2026 di Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta, bersamaan dengan perayaan 30 tahun Ichwan Thoha berkarya di dunia fashion dan pendidikan mode.
Berbeda dari buku fashion pada umumnya, Navigasi Mode Pria dikemas dalam format seperti kamus yang memuat berbagai istilah, sejarah, referensi, pemikiran, hingga sketsa seputar fashion pria. Kehadiran buku ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Ichwan Thoha untuk memperkaya literasi dan referensi mode pria di Indonesia.
Navigasi Mode Pria, Terinspirasi dari Cara Kita Menjalani Hidup
Pemilihan kata “navigasi” bukan sekadar nama. Ichwan Thoha terinspirasi dari bagaimana manusia menjalani kehidupan sehari-hari.
“Jadi, navigasi itu sebenarnya terinspirasi dari gaya hidup kita sehari-hari. Kita bernavigasi di habitat kita masing-masing, baik untuk belajar, bersosialisasi, bekerja maupun mencari informasi”, ujar Ichwan Thoha.
Sementara itu, fokus pada mode pria juga memiliki alasan personal. Ia ingin menunjukkan bahwa mendesain busana pria sama menyenangkannya dengan merancang busana wanita. Menurut Ichwan Thoha, peluang bisnis fashion pria juga masih sangat terbuka.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya ingin menghadirkan lebih banyak referensi mengenai fashion pria, terutama bagi mahasiswa, pelajar sekolah mode, maupun masyarakat yang tertarik dengan industri fashion.
Ada Ratusan Sketsa Manual Ichwan Thoha
Salah satu daya tarik Navigasi Mode Pria adalah kehadiran ratusan sketsa karya Ichwan Thoha. Sketsa tersebut dibuat secara manual dan menjadi bagian penting dari karakter buku.
Bahkan, setelah melihat mock-up pertama, Ichwan Thoha merasa masih ada bagian yang perlu diperkuat. Ia kemudian membuat 55 sketsa tambahan dalam satu akhir pekan.
“Kenapa harus ada sketsa? Karena harus ada unsur personal touch dalam buku ini. Saya ingin memperkuat karakter sketsa saya sekaligus membangun chemistry antara penikmat buku ini dengan saya melalui sketsa-sketsa saya. Ini sangat personal”, jelas Ichwan Thoha.
Selain sketsa, setiap istilah dalam buku disusun berdasarkan urutan alfabet sehingga pembaca dapat menemukan informasi mengenai fashion pria dengan lebih mudah.
Dua Tahun Menulis Buku, Delapan Bulan Terakhir Paling Intens
Proses lahirnya buku fashion pria ini ternyata tidak sebentar. Ichwan Thoha mengaku membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mengerjakannya, dengan delapan bulan terakhir menjadi periode paling intens.
Ia bahkan membentuk tim yang berperan sebagai pengingat sekaligus “supervisor” agar proses penulisan tidak kembali tertunda.
Ichwan Thoha berkaca pada pengalamannya menyelesaikan tesis dan skripsi yang masing-masing dapat dituntaskan dalam waktu sekitar enam bulan. “Wan, kemarin lo bikin tesis aja enam bulan selesai. Sebelumnya bikin skripsi enam bulan selesai. Masa bikin buku ini yang sangat personal, lo nggak bisa seperti itu?”, kenangnya.
Pilih Versi Cetak, Ichwan Thoha Hindari Pikun
Di tengah kebiasaan membaca digital, Ichwan Thoha justru memilih menghadirkan buku ini dalam bentuk fisik terlebih dahulu. Alasannya cukup sederhana dan disampaikan dengan gaya khasnya.
“Alasan aku belum membuat E-Book lebih kepada membiasakan diri untuk membaca dalam bentuk fisik. Karena membaca buku terbukti mengurangi risiko pikun ya! Aduh nggak kebayang nanti ada berita, seorang fashion desainer hilang karena pikun hahahha...... Aku sekarang juga masih berlangganan media cetak untuk mengatasi hal tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan juga nantinya akan dimunculkan dalam versi E-book kok”, jelas Ichwan Thoha sambil berkelakar.
Menjadi Warisan Ichwan Thoha untuk Dunia Fashion Indonesia
Bagi Ichwan Thoha, Navigasi Mode Pria bukan sekadar buku fashion atau dokumentasi perjalanan karier. Buku ini menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan, pengalaman, dan perjalanan panjangnya di dunia mode sekaligus pendidikan fashion.
Salah satu anak didik dari Ichwan Thoha, Helen Hiu, 1st Runner Up Indonesia Next Top Model Cycle 3 membagikan serunya pribadi Ichwan Thoha.
"Saya mengenal Mas Ichwan Toha sebagai dosen sekaligus mentor. Kami pertama kali bertemu saat saya kuliah pada 2018 di salah satu universitas seni di Jakarta. Saat itu, Mas Ichwan mengajar fashion styling. Dari sana kami mulai berkenalan. First impression saya ketika melihat Mas Ichwan mengajar dengan serius, saya sempat berpikir, ‘Serius nih?’ Ternyata, sejauh ini beliau sangat menyenangkan dan fun. Walaupun materi yang diajarkan cukup banyak, pembawaan Mas Ichwan sangat menyenangkan, sehingga saya selalu merasa enjoy mengikuti kelasnya. Sebagai murid, saya juga ikut merasakan energi baik yang beliau berikan”, kata Helen Hiu.
Ichwan Thoha berharap, buku tersebut nantinya dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah fashion pria, istilah fashion, desain busana pria, hingga perkembangan industri mode. (kintan; foto praba)