Indonesiasenang-, Bagaimana jadinya ketika kekayaan kuliner Indonesia bertemu teknik dan gaya penyajian Prancis? Pertanyaan itu coba dijawab melalui pengalaman kuliner Nusantara à la Française di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
Mengusung tema “Where Indonesian Heritage Meets French Technique”, event kuliner ini berlangsung di Dwangsa9 Restaurant dan mempertemukan Chef Yo’el, Executive Chef THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, dengan Chef Gerald, Guest Chef Pastry Artisan. Kolaborasi tersebut membawa cita rasa Indonesia ke dalam presentasi yang lebih modern, tanpa meninggalkan cerita budaya di balik setiap hidangan.
Kuliner Indonesia Dibalut Teknik Prancis
Dijelaskan oleh Chef Yo’el bahwa konsep Nusantara à la Française berangkat dari keinginan memadukan masakan lokal dengan gaya kuliner Barat, khususnya Prancis yang dikenal kuat dalam teknik memasak dan presentasi makanan.

“Indonesia ini kan kaya dengan masakan, bermacam-macam masakan. Terus kita padukan dengan masakan-masakan ala Western”, ujar Chef Yo’el.
Prancis kemudian dipilih sebagai pendekatan karena teknik plating dan presentasinya dinilai mampu memberikan tampilan modern pada hidangan Indonesia. “Gaya-gaya Prancis itu memang sangat-sangat bagus. Saya padukan untuk masakan lokal, tapi cara plating-nya, cara presentasinya ala-ala modern, dengan teknik modern”, lanjut Chef Yo’el..
Diakuinya, untuk menemukan teknik dan bahan yang cocok dari keduanya tidaklah mudah. Berkali-kali ia dan dan chef Gerald melakukan trial hingga sebulan lamanya.
Hasil dari konsep tersebut akhirnya terasa sejak hidangan pembuka. Menu Golden Corn Fritter with Avocado & Tomato Salad menjadi bagian dari rangkaian pengalaman kuliner, ditemani Hatten Sparkling Tunjung. Bakwan jagung yang krispy dipadukan dengan salad alpukat dan tomat segar terasa balance, creamy dan memunculkan citarasa baru nan segar.

Kemudian ada hidangan Mushroom & Cauliflower Velouté à la Betawi. Menu ini menjadi salah satu contoh menarik bagaimana bahan dan karakter kuliner Indonesia diterjemahkan dengan pendekatan Prancis.
Jika mushroom cream soup umumnya menggunakan krim, Chef Yo’el memilih santan sebagai pengganti. “Indonesia ini kan familiar banget dengan santan. Makanya santan itu kita padukan sama mushroom dan cauliflower”, jelasnya.
Hasilnya, kita menemukan perpaduan rasa soto Betawi dan mushroom dalam satu suap,dengan renyahnya cauliflower dari tepung beras.
Hasilnya adalah hidangan yang tetap memiliki karakter lembut seperti velouté, tetapi membawa cita rasa yang lebih dekat dengan dapur Nusantara.
Sate Maranggi dan Jajanan Tradisional Naik Kelas
Eksplorasi budaya kuliner Indonesia berlanjut pada sate Maranggi yang disajikan sebagai main course, lengkap dengan konsep Two Islands Shiraz sebagai pendamping.

Sementara untuk dessert, Chef Yo’el membawa kembali memori jajanan tradisional melalui Traditional Kue Ape. Jajanan yang identik dengan street food Indonesia ini kemudian diberikan pendekatan berbeda melalui kombinasi rasa modern. Menurut Chef Yo’el, eksplorasi tersebut juga terlihat dari penggunaan berbagai topping seperti blueberry, stroberi, cokelat hingga peanut pada kreasi kue tradisional.
Di bagian akhir, pengalaman kuliner ditutup dengan sajian dari chef Gerald yaitu Flourless Chocolate 57%, Marquisa Snakefruit, serta Delicatessen à la Minute, sebelum dilanjutkan dengan Two Islands Fine Tawny dan Ending Bite berupa Earl Grey Truffles Artisan.
Manisnya coklat dipadu dengan selai salak pondoh asal Sleman, Yogyakarta. Pemilihan buah salak terinspirasi dari chef Gerald yang tinggal di Sleman dan merasa buah salak pondoh asal daerah tersebut sempurna untuk dijadikan kondimen hidangannya.
Dari Kolaborasi Kuliner ke Hampers Akhir Tahun
Di balik acara ini, bagi THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, event ini juga memiliki cerita lain di balik pengalaman makan malam tersebut.

Eva Rosdiana selaku General Manager THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, menjelaskan bahwa Nusantara à la Française menjadi pre-event sekaligus pengenalan menuju kolaborasi produk akhir tahun.
"Kolaborasi Chef Yo’el dan Chef Gerald nantinya akan berlanjut pada hampers Christmas dan New Year dengan artisan chocolate dari Pandurasa Kharisma sebagai salah satu elemen utama. Konsep tersebut juga akan dilengkapi pilihan wine dan champagne dari Hatten”, kata Eva Rosdiana.
Dengan demikian, Nusantara à la Française bukan hanya tentang menyajikan makanan Indonesia dengan gaya Prancis. Lebih jauh, event kuliner di hotel ini menjadi ruang untuk mempertemukan kuliner, budaya Indonesia, teknik Prancis, bahan lokal, dan kreativitas chef dalam satu pengalaman. (kintan; foto praba)