Indonesiasenang-, Indonesia Arena, GBK Senayan, Jakarta, berubah menjadi panggung kolosal yang mempertemukan berbagai wajah kebudayaan Indonesia dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026, 21 - 23 Agustus 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, pertunjukan mengangkat tema “Hikayat Srikandi Nusantara”. Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk menghadirkan kisah tentang keberanian, perjuangan, pengorbanan, cinta, dan keteguhan melalui perpaduan seni tradisi dengan pendekatan pertunjukan modern.

Sekitar 1.700 pelaku seni, pekerja kreatif, dan tim produksi terlibat dalam pertunjukan. Mereka menggabungkan tari, musik, akting, busana, tata panggung, visual, hingga teknologi untuk membangun sebuah cerita yang bergerak dari satu adegan ke adegan lainnya.

Salah satu kekuatan utama pertunjukan terlihat dari skala koreografi. Sebanyak 387 penari tampil dalam 104 koreografi yang dikembangkan oleh 11 tim koreografer.

Ratusan penari tidak hanya menjadi pengisi panggung, tetapi turut menjadi bagian dari narasi. Formasi besar digunakan untuk menciptakan kesan spektakuler, sementara sejumlah adegan lainnya dibuat lebih sederhana agar perhatian penonton tertuju pada karakter dan emosi cerita.

Kisah utama semakin kuat melalui kehadiran Raisa Andriana yang untuk pertama kalinya terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke.

Raisa mendapat tantangan berbeda karena tidak hanya bernyanyi. Ia dipercaya memerankan tokoh Srikandi sehingga harus mengembangkan kemampuan akting, dialog, blocking, interaksi dengan pemain lain, serta elemen gerak dan tari.

Lagu “Cahaya Hati” yang dibawakan Raisa pun mendapatkan konteks baru karena menjadi bagian dari perjalanan karakter Srikandi.

“Aku merasa hari ini akhirnya pecah telur juga jadi Srikandi. Aku senang karena bisa mengemban message yang begitu berat tapi juga begitu penting. Ketika dialog Srikandi aku utarakan, penonton benar-benar tepuk tangannya pakai hati karena message-nya diterima”, ujar Raisa.

Keterlibatan Raisa memperlihatkan bagaimana seorang penyanyi dapat ditempatkan dalam ruang pertunjukan yang lebih luas. Musik dan akting tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi untuk membangun karakter.

Jika Raisa menghadirkan sisi emosional Srikandi, Yura Yunita membawa penonton ke wilayah spektakel melalui karakter Mahadewi. Dalam penampilannya, Yura Yunita berada di atas naga raksasa berkepala tiga yang menyemburkan asap. Adegan tersebut menjadi salah satu visual paling mencolok dalam pertunjukan.

Namun, kemegahan itu membutuhkan persiapan panjang, terutama karena terdapat perpindahan posisi dan penggunaan kendaraan di tengah pertunjukan. “Ini tahun ketiga aku terlibat dan terus diberi tantangan. Scene Mahadewi kali ini adalah part yang paling menantang. Dalam hitungan detik aku harus berpindah dari lantai atas ke bawah, bahkan naik motor di tengah show. Mikirin safety dan teknisnya luar biasa, dan persiapannya benar-benar berbulan-bulan”, kata Yura Yunita.

Kekuatan lain Pagelaran Sabang Merauke 2026 terletak pada musik. Sebanyak 28 lagu daerah dan nasional dirangkai menjadi sebuah perjalanan musikal yang mempertemukan musik tradisional dengan orkestra, paduan suara, band, dan musik populer.

Sebanyak 60 musisi orkestra dan 119 anggota paduan suara turut memperkuat pertunjukan di bawah arahan Avip Priatna. Di sisi lain, 50 alat musik tradisional digunakan untuk memberikan karakter khas Nusantara.

Pengarah Musik PSM, Elwin Hendrijanto, menyebut kolaborasi sebagai ruh utama pertunjukan. “Menurut saya Pagelaran Sabang Merauke adalah salah satu pagelaran yang paling ber-Bhinneka Tunggal Ika. Semua elemen bukan hanya gotong royong bekerja sama antar-departemen, tapi juga saling menginspirasi”, ujarnya.

Perpaduan tersebut membuat musik tidak sekadar menjadi latar bagi tari dan akting. Musik berfungsi sebagai penggerak suasana sekaligus jembatan antara berbagai budaya daerah yang hadir dalam satu pertunjukan.

Selain suara dan gerak, busana juga memainkan peranan penting. Lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer, dan etnik Nusantara digunakan sepanjang pertunjukan dengan melibatkan 16 desainer.

Priyo Oktaviano sebagai Perancang Busana Utama PSM mengarahkan desain agar mampu mengikuti kebutuhan karakter sekaligus bergerak selaras dengan koreografi, pencahayaan, dan komposisi panggung.

Dengan pendekatan tersebut, busana tidak sekadar memperindah penampilan performer. Kostum ikut membantu penonton mengenali karakter dan membangun atmosfer setiap bagian cerita.

Kemegahan Pagelaran Sabang Merauke juga ditopang oleh teknologi panggung. Indonesia Arena dirancang agar dapat menghadirkan skala pertunjukan yang besar sekaligus ruang yang lebih intim.

Penata Panggung PSM Iskandar Loedin merancang ruang panggung untuk mengakomodasi perubahan suasana dan kebutuhan cerita.

Sementara itu, Direktur Teknis PSM Ezar PD mengintegrasikan tata cahaya, visual, perubahan panggung, musik, dan pergerakan ratusan performer.

Teknologi akhirnya menjadi bagian dari bahasa artistik. Efek visual dan tata cahaya bukan hanya menghadirkan kemegahan, tetapi membantu menciptakan transisi, membangun suasana, serta memperkuat emosi karakter.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Selain Raisa dan Yura Yunita, hadir PADI Reborn, Indra Bekti, Mirabeth Sonia, Pradja Larasati, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Risang Janur Wendo, Nino Prabowo, dan Galabby Thahira.

Diungkapkan oleh Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, F. Aming Santoso, bahwa perjalanan selama lima tahun menjadi bukti bahwa pertunjukan dapat terus berkembang melalui kolaborasi. “Saya telah mengikuti perjalanan Pagelaran Sabang Merauke sejak lahir pada Maret 2022. Saya dan Bu Silvi tidak pernah menyangka kita bisa terus berjalan selama lima tahun. Tiap tahun kita selalu bisa menjadi lebih baik, dan itu karena semua yang terlibat di dalam pagelaran ini”, katanya.

Menurut F. Aming Santoso, tujuan utama pertunjukan bukan hanya menciptakan panggung megah, tetapi menyalurkan energi positif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Indonesia. “Arah dari Pagelaran Sabang Merauke ini adalah menyalurkan energi positif kepada para penonton, betapa Indonesia ini negara yang luar biasa, penuh keberagaman, dan itu menunjukkan kekuatan bangsa Indonesia”, tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Antonius Widodo Mulyono. Ia menilai budaya perlu dirawat sekaligus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi kreatif. “Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tapi harus dirawat, bahkan dikembangkan, supaya ekonominya juga bisa turut tumbuh,” ujarnya.

Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menilai energi penonton juga menjadi unsur yang membuat pertunjukan memiliki kehidupan tersendiri ketika berada di atas panggung. “Apa yang kita latih di tempat latihan itu hanyalah modal. Di atas panggung, semuanya tumbuh, hidup, dan berkembang bersama energi seluruh penonton yang hadir di Indonesia Arena”, katanya.

Melalui Hikayat Srikandi Nusantara, Pagelaran Sabang Merauke 2026 memperlihatkan bahwa budaya dapat terus menemukan bentuk baru tanpa harus kehilangan akar tradisinya.

Tari, musik, akting, busana dan teknologi hadir bukan sebagai elemen yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan artistik. Dari panggung kolosal hingga adegan intim, pertunjukan tersebut membawa pesan bahwa kebudayaan Indonesia adalah identitas yang dapat terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya. (dewa; foto hpsm)