Indonesiasenang-, Cahaya merah keemasan menyala lembut di sudut-sudut Lapangan Banteng pada Sabtu (28/02/2026) malam. Di bawah langit Jakarta, ribuan warga berkumpul dalam Puncak Perayaan Harmoni Imlek Nusantara – Imlek Festival 2026. Dentum tambur barongsai berpadu dengan lantunan musik tradisional Nusantara, menghadirkan suasana yang bukan sekadar meriah, tetapi juga sarat makna budaya dan religi.
Tahun ini, Imlek terasa berbeda. Ia hadir beriringan dengan bulan suci Ramadan. Dua momentum spiritual yang berjalan berdampingan, menjadi potret nyata wajah Indonesia yang beragam keyakinan, satu tujuan kebersamaan.
Disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa tema “Harmoni Imlek Nusantara” mencerminkan kekuatan bangsa yang lahir dari perbedaan. Menurutnya, Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh seluruh anak bangsa.

“Imlek hadir berdampingan dengan Ramadan. Inilah wajah Indonesia yang berbeda tetapi rukun”, kata Prabowo Subianto, disambut tepuk tangan hadirin.
Tak hanya menjadi perayaan simbolik, festival ini menjelma magnet wisata budaya di ibu kota. Lapangan Banteng disulap menjadi ruang publik tematik yang memadukan Festival Lentera, Pasar Kuliner, Parade Imlek Nusantara, hingga Museum Terbuka Akulturasi Budaya Tionghoa.
Sebanyak 200 UMKM ambil bagian, menampilkan kuliner, fesyen, kriya, dan produk kreatif bertema Imlek. Salah satu momen paling menyita perhatian adalah penyajian 5.000 porsi ketupat Cap Go Meh yang mencatatkan rekor dunia, simbol akulturasi kuliner Tionghoa dan tradisi Nusantara.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai perayaan ini sebagai contoh konkret bagaimana budaya menjadi mesin pertumbuhan baru. “Ekonomi kreatif tumbuh dari harmoni budaya. Imlek menjadi ruang kolaborasi tradisi dan kreativitas yang memperkaya identitas nasional”, ujarnya.

Perayaan tak hanya berlangsung di Jakarta. Sejumlah kota seperti Medan, Palembang, Batam, Semarang, Surabaya, Pontianak, hingga Singkawang turut menggelar rangkaian acara serupa, memperluas gaung Harmoni Imlek Nusantara sebagai festival kebangsaan.
Di balik gegap gempita pertunjukan, pesan spiritual tetap menjadi inti perayaan. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa Imlek adalah simbol harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.
Diungkapkan pula oleh Nasaruddin Umar, bahwa indeks kerukunan Indonesia pada 2025 mencapai capaian tertinggi sepanjang sejarah bangsa, sebuah fakta yang seolah menemukan wujud nyatanya di tengah perayaan lintas iman ini.
Festival ini pun menghadirkan pertukaran diplomatik bersama China dan Korea Selatan, memperkuat peran budaya sebagai jembatan persahabatan antarnegara. Sementara itu, kegiatan sosial yang digelar berhasil menghimpun donasi Rp116 miliar untuk korban bencana dan yayasan sosial, menjadikan perayaan ini sarat makna kemanusiaan.

Harmoni Imlek Nusantara 2026 bukan hanya panggung hiburan. Ia adalah ruang dialog budaya, destinasi wisata musiman, sekaligus refleksi religius tentang arti hidup berdampingan.
Di tengah lentera yang bergoyang pelan dan doa-doa Ramadan yang terlantun, Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan. Ia adalah denyut nadi bangsa yang terus bergerak, menyala, dan menyatukan. (dewa; fo kbke)