Indonesiasenang-, Pesugihan kerap hadir dalam cerita horor sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Namun, di balik keinginan memperoleh sesuatu secara instan, terdapat konsekuensi yang dalam dan mengerikan. Gagasan tersebut menjadi salah satu inti cerita film Rambut Sewu Satu Langkah Getih yang disutradarai Hanny R Saputra.

Film produksi Mika Entertainment itu resmi memperkenalkan official poster, trailer, dan original soundtrack (OST) dalam acara press conference di Metropole XXI Megaria, Jakarta Pusat, Selasa (06/10/2026).

Bagi Hanny R Saputra, cerita film ini menarik justru karena mengangkat sesuatu yang awalnya tidak begitu ia pahami, yakni konsep Rambut Sewu dalam mitos Jawa.

Saat pertama kali menerima tawaran menggarap film tersebut, Hanny R Saputra mengaku sempat bertanya-tanya mengenai makna Rambut Sewu. "Saya berpikir waktu itu ketika disodori Rambut Sewu Satu Langkah Getih, buat saya memang ini apa ya? Di Jawa itu ada Rambut Sewu”, ujarnya.

Penjelasan dari penulis dan produser M Zakir Rasyidin kemudian membuat Hanny R Saputra memahami hubungan antara Rambut Sewu dengan kisah pesugihan yang menjadi fondasi cerita. Dari sana, ia melihat bahwa film tersebut mempunyai alasan kuat untuk dikembangkan menjadi horor.

"Nah, itulah yang menjadikan ketika dirangkai ceritanya, aku baru ngerti bahwa ini pesugihan sebenarnya. Ketika efeknya sangat mengerikan, itu buat aku, oke, meyakinkan cerita ini. Maka saya suka”, tutur Hanny R Saputra.

Bagi Hanny R Saputra, pesugihan bukan sekadar elemen mistis yang digunakan untuk menakut-nakuti penonton. Ia justru melihat sisi manusiawi di balik kepercayaan tersebut: keinginan mendapatkan sesuatu dengan cara cepat, tetapi harus membayar harga yang tidak sederhana.

Hanny R Saputra menilai persoalan tersebut relevan dengan masyarakat Indonesia karena cerita mengenai hantu, pesugihan, dan perjanjian gaib telah lama menjadi bagian dari budaya populer. "Buat aku, Indonesia itu sangat suka dengan budaya hantu-hantu. Dan itu dekat sama kita, loh. Sangat dekat menurut aku. Semua orang suka”, katanya.

Namun, ketertarikan masyarakat terhadap kisah mistis tersebut menurut Hanny R Saputra seharusnya tidak membuat konsekuensi pesugihan dipandang sebagai sesuatu yang biasa. "Manusia kan banyak sekali terjebak, apalagi di Indonesia. Kena pesugihan. Mereka seolah-olah biasa saja loh kehidupan itu. Padahal kalau diingat sungguh-sungguh, hakikatnya mengerikan banget menurut saya”, ujar Hanny R Saputra.

Menurut Hanny R Saputra, bagian paling mengerikan bukan hanya keberadaan makhluk gaib, melainkan ketika manusia sudah terikat oleh sebuah perjanjian yang memiliki konsekuensi. "Kalau mereka sampai terikat satu hukum darah”, lanjutnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kunci filosofi Rambut Sewu Satu Langkah Getih, yaitu manusia yang memilih jalan gelap bukan hanya mendapatkan apa yang diinginkannya, tetapi juga harus menerima konsekuensi dari ikatan yang dibuatnya.

Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam visual film. Dalam official poster yang diperkenalkan pada acara tersebut, rambut menjadi elemen dominan yang tampak mengelilingi dan menjerat sosok manusia.

Bagi Hanny R Saputra, rambut tersebut bukan sekadar ornamen untuk menciptakan kesan menyeramkan. Rambut menjadi simbol ikatan yang sulit dilepaskan. "Kita bisa melihat rambut yang mengelilingi atau menjerat orang dalam kehidupan yang mengikat”, ucapnya.

Rambut dalam konteks tersebut menjadi metafora tentang manusia yang terjebak dalam pilihan hidupnya sendiri. Semakin seseorang berusaha melepaskan diri dari ikatan tersebut, semakin besar pula konsekuensi yang harus dihadapi.

Karena itu, judul Rambut Sewu Satu Langkah Getih tidak hanya berfungsi sebagai identitas film horor, tetapi juga membawa gagasan tentang keterikatan, pengorbanan, dan harga yang harus dibayar ketika manusia memilih jalan yang salah.

Filosofi tersebut diterjemahkan melalui karakter Wulan yang diperankan Wavi Zihan. Wulan pindah ke sebuah desa untuk merawat ibunya. Ia kemudian menyewa sebuah rumah tua dengan harga murah tanpa mengetahui sejarah kelam yang melekat pada rumah tersebut.

Rumah itu memiliki kaitan dengan Marni (Taskya Namya), sosok perempuan yang terikat dengan ritual hitam. Sejak tinggal di sana, Wulan mulai mengalami berbagai kejadian aneh. Ia dihantui mimpi misterius, berjalan saat tidur, hingga menemukan luka-luka yang muncul secara misterius pada tubuhnya.

Teror tersebut kemudian berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. Wulan hanya memiliki waktu 40 hari sebelum arwah Marni mengambil alih tubuhnya.

Situasi tersebut membuat horor dalam film tidak hanya berupa ancaman dari luar, tetapi juga perjuangan seseorang mempertahankan dirinya sendiri ketika tubuh dan kehidupannya mulai dikuasai kekuatan lain.

Hanny R Saputra juga memastikan Rambut Sewu Satu Langkah Getih tidak berhenti pada formula horor dan jumpscare. Ia memasukkan unsur drama untuk memperkuat emosi karakter. "Kita bikin film horor tapi agak drama. Menyedihkan sekali loh, nanti lihat deh”, ujarnya.

Menurut Hanny R Saputra, pendekatan tersebut membuat film menjadi lebih kompleks karena horor, teror, drama, dan komedi hadir dalam satu cerita. Kehadiran sejumlah pemain berlatar belakang komika juga menjadi bagian dari strategi untuk memberikan penyegaran.

"Karena akhir-akhir ini di film-film banyak sekali dimasukkan komika. Mereka para komika bikin satu suasana yang segar”, kata Hanny R Saputra.

Meski terdapat unsur komedi, Hanny R Saputra menegaskan para pemain tetap menjalankan karakter dengan serius. "Rambut Sewu ini pasti ada horornya, ada terornya, ada komedinya. Makanya saya agak suka karena complicated. Tapi mereka bermain sungguh-sungguh”, jelasnya.

Pada akhirnya, Rambut Sewu Satu Langkah Getih tidak hanya menawarkan ketakutan melalui sosok gaib. Film ini membawa pesan mengenai pilihan manusia. Pesugihan digambarkan sebagai simbol keinginan memperoleh sesuatu dengan cara instan, sementara Rambut Sewu menjadi gambaran tentang ikatan yang muncul setelah seseorang mengambil pilihan tersebut.

Hanny R Saputra berharap penonton tidak hanya pulang dengan membawa rasa takut setelah menyaksikan film, tetapi juga memikirkan konsekuensi dari setiap pilihan. "Mbok ya jangan seperti itu. Mending kita berpikir sehat saja”, ucapnya.

Melalui kisah Wulan, Marni, dan misteri Rambut Sewu, film ini mencoba menunjukkan bahwa jalan pintas yang terlihat mudah bisa berubah menjadi belenggu. Ketika perjanjian telah dibuat dan darah telah menjadi bagian dari ikatan, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi bagaimana manusia bisa melepaskan diri dari konsekuensi pilihannya.

Rambut Sewu Satu Langkah Getih dibintangi Taskya Namya, Wavi Zihan, Yusuf Mahardika, Ruth Marini, Dayinta Melira, Elissa Knapp, Bonar Manalu, Yewen, Sadana Agung, Nandhi Narendra, dan Nita Gunawan. Film produksi Mika Entertainment tersebut akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 05 November 2026. (satria; foto tcs)