Indonesiasenang-, Film horor Alas Roban resmi diperkenalkan kepada media melalui acara Press Screening & Press Conference yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026). Acara ini dihadiri jajaran pemain utama seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Imelda Therinne, Fara Shakila, serta sutradara Hadrah Daeng Ratu dan produser Oswin B.

Disutradarai Hadrah Daeng Ratu, Alas Roban hadir sebagai road movie horor yang mengambil latar salah satu jalur paling legendaris di Jawa Tengah. Namun, film ini tidak menawarkan horor berdarah atau gore seperti yang kerap dilekatkan pada karya-karya Hadrah sebelumnya.

“Film Alas Roban buat saya sangat spesial. Dari awal sudah diposisikan sebagai road movie horor, tapi horor yang bukan gore. Kali ini benar-benar horor dengan sosok hantu”, kata Hadrah Daeng Ratu di hadapan awak media.

Menurutnya, kekuatan Alas Roban justru terletak pada karakter dan pesan emosional di balik cerita. Film ini menempatkan perjuangan seorang ibu demi anak sebagai inti narasi, menjadikan horor bukan sekadar alat menakut-nakuti, melainkan medium untuk menyampaikan kisah yang lebih manusiawi. “Di dalam kemasan ceritanya, ada moral story yang sangat kuat, terutama tentang perjuangan seorang ibu untuk anaknya”, ujar Hadrah Daeng Ratu.

Dijelaskan oleh Hadrah Daeng Ratu bahwa rasa takut dalam Alas Roban dibangun secara organik melalui latar belakang psikologis para karakter. Ketegangan tidak hanya hadir dari visual, tetapi dari pengalaman batin tokoh-tokohnya yang berhadapan dengan trauma dan misteri.

“Semua cerita bergerak dari karakter. Di Alas Roban, ketakutan datang dari perjalanan psikologis mereka, ditambah kisah Alas Roban itu sendiri yang sudah sangat legendaris”, kata Hadrah Daeng Ratu.

Sebagai jalur yang kerap dilalui para perantau saat mudik, Alas Roban memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Jawa. Hadrah Daeng Ratumenyebut kawasan ini sebagai “cerita kolektif” yang hidup dari pengalaman dan bisik-bisik lintas generasi. “Hampir semua orang punya cerita tentang Alas Roban. Apalagi jalur lamanya, di situlah kisah-kisah mistisnya sangat banyak”, ujarnya.

Film ini juga merangkum berbagai larangan mistis yang selama ini melekat pada Alas Roban, mulai dari pantangan melintas tengah malam, tidak menanggapi suara misterius, hingga kewaspadaan terhadap spion dan bayangan di pepohonan. Atmosfer inilah yang menjadi fondasi ketegangan sepanjang film.

Bagi Michelle Ziudith, Alas Roban menjadi pengalaman istimewa karena menandai debutnya di genre horor. Ia mengaku sempat ragu, mengingat dirinya dikenal penakut. “Ini film horor pertamaku. Tapi dari awal aku sudah jatuh cinta karena ini bukan sekadar horor. Plot-nya tegas, dramanya hangat, dan nggak ada plot hole”, ungkapnya.

Michelle Ziudith memerankan Sita, seorang ibu yang berjuang melindungi anaknya di tengah teror yang tak kasatmata. Meski belum menjadi ibu di kehidupan nyata, karakter tersebut justru memberinya pengalaman emosional yang mendalam. “Karakter Sita mengingatkanku pada bundaku sendiri. Aku jadi sadar, ternyata cinta ibu itu sebesar itu, sampai rela mengorbankan hidup dan jiwa”, tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Michelle Ziudith juga menceritakan proses syuting yang penuh tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga kondisi kesehatannya yang menurun. Ia mengaku sempat menangis karena takut menghambat proses produksi. “Set kebanjiran, hujan deras, jadwal berantakan. Tapi aku lihat Bu Hadrah tetap tenang. Itu yang bikin aku kuat lagi”, kenangnya.

Pengalaman syuting di malam satu Suro pun menjadi momen yang tak terlupakan baginya. “Di situ aku makin sadar, horor itu bukan cuma soal di depan kamera, tapi bagaimana suasana hangat di balik layar supaya semua tetap tenang”, ujar Michelle Ziudith.

Taskya Namya, yang memerankan Tika, menyoroti momen-momen kecil yang menjadi pemicu rasa tidak nyaman dalam cerita. Salah satunya ketika karakter anak, Gendis, menunjukkan perubahan sikap yang sulit dijelaskan secara logis.

“Waktu Tika menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, kecurigaan mulai muncul. Apalagi saat Gendis mengajak main petak umpet, ekspresinya sudah bukan Gendis yang ia kenal”, ujar Taskya Namya.

Film Alas Roban diproduksi melalui kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures. Selain Michelle Ziudith, Rio Dewanto, dan Taskya Namya, film ini juga dibintangi Imelda Therinne sebagai Dewi Raras serta Fara Shakila sebagai Gendis.

Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026, Alas Roban menawarkan pengalaman horor yang berbeda, bukan hanya tentang hantu dan kegelapan jalan, tetapi tentang ketakutan yang tumbuh dari cinta, kehilangan, dan mitos yang hidup di benak banyak orang. (devin; foto tcs)