Indonesiasenang-, Jakarta akan menjadi bagian dari sejarah baru olahraga otomotif dunia dengan menjadi tuan rumah FIA Rallycross World Cup 2026 pada 5–6 Desember 2026. Ajang ini menjadi penyelenggaraan FIA Rallycross World Cup pertama di Asia Tenggara sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai destinasi motorsport internasional.
Gelaran tersebut akan berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, Jakarta Utara. Sirkuit yang selama ini dikenal sebagai arena balap mobil listrik akan ditransformasi menjadi lintasan rallycross dengan karakter permukaan campuran antara aspal dan gravel.
Transformasi tersebut dirancang menghadirkan karakter khas rallycross, yakni balapan jarak pendek dengan persaingan ketat dan aksi wheel-to-wheel yang berlangsung intens. Para pembalap papan atas dunia akan berkompetisi menggunakan mobil bermesin bensin di kelas Euro RX1.
Kehadiran FIA Rallycross World Cup 2026 tidak hanya menjadi agenda olahraga otomotif, tetapi juga diarahkan sebagai ajang sportainment yang memiliki dampak terhadap ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai penyelenggaraan ajang internasional tersebut dapat menjadi momentum untuk mempromosikan produk dan karya lokal, khususnya subsektor modifikasi otomotif yang telah masuk dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian dari penguatan ekosistem industri kreatif yang memberikan dampak ekonomi yang luas”, kata Teuku Riefky Harsya dalam audiensi bersama Sarga.co di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (24/8).
Menurutnya, ajang motorsport berskala internasional memiliki keterkaitan dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari penyelenggaraan acara, desain komunikasi visual, konten digital, fotografi, videografi, penyiaran, fesyen, kuliner, kriya, hingga modifikasi otomotif dapat mengambil peran dalam ekosistem penyelenggaraan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan balapan. Kementerian Ekraf juga mendorong keterlibatan intellectual property (IP) lokal sehingga FIA Rallycross World Cup 2026 dapat menjangkau audiens yang lebih luas, tidak terbatas pada komunitas otomotif.
“Sinergi antar-subsektor kreatif dalam event internasional ini akan menjadi etalase utama yang memamerkan inovasi serta karya anak bangsa ke pasar global”, ujar Teuku Riefky Harsya.
Dari sisi penyelenggaraan, FIA mempercayakan gelaran perdana Rallycross World Cup di Asia Tenggara tersebut melalui kerja sama dengan SARGA.CO, perusahaan ekosistem olahraga dan hiburan yang mengembangkan hak kekayaan intelektual, hak media, teknologi, solusi strategis, serta pengalaman acara langsung.
President Director Sarga.co, Nugdha Achadie, menyebut kepercayaan FIA tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi pihaknya untuk menghadirkan standar penyelenggaraan motorsport kelas dunia.
“Tujuan kami ingin membangun ekosistem di dalamnya”, ucap Nugdha Achadie.
FIA Rallycross World Cup 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 46 pembalap selama dua hari penyelenggaraan. Selain kompetisi, acara juga akan dilengkapi Sarga Festival, pertunjukan musik langsung, serta pameran otomotif.
Konsep tersebut menargetkan lebih dari 25.000 penonton secara langsung dan jangkauan ratusan juta audiens digital global. Sasaran penontonnya pun diperluas, mulai dari Generasi Z, komunitas otomotif, hingga wisatawan.
Sedangkan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menilai kehadiran Rallycross World Cup di Indonesia menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan olahraga tersebut. Jika rallycross selama ini memiliki basis historis kuat di Eropa, penyelenggaraan di Jakarta membuka peluang untuk memperkenalkan disiplin tersebut kepada pasar Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, momentum ini sekaligus dapat menjadi etalase kemampuan industri otomotif dan ekonomi kreatif nasional dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional.
Tidak hanya dapat mempertemukan pembalap dan penggemar otomotif dari berbagai negara, FIA Rallycross World Cup 2026 berpotensi menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif lokal untuk memperkenalkan produk, karya, konten, dan IP Indonesia kepada audiens global.
Sementara itu, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Jakarta tetap dapat menyaksikan jalannya kompetisi melalui siaran langsung gratis di kanal YouTube resmi FIA Rallycross.
Dengan kombinasi kompetisi otomotif, festival hiburan, pameran, dan keterlibatan berbagai subsektor kreatif, FIA Rallycross World Cup 2026 di Jakarta diproyeksikan bukan sekadar balapan internasional, melainkan sebuah platform untuk mempertemukan motorsport, industri kreatif, pariwisata, dan ekonomi dalam satu panggung global. (yogi; foto bkke)