Indonesiasenang-, Perayaan Festival Imlek Nasional 2026 resmi digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada Minggu (22/2). Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”, festival ini tampil sebagai ruang perjumpaan budaya lintas etnis, destinasi wisata perkotaan, sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang inklusif.
Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang menegaskan bahwa Imlek Nasional tidak lagi sekadar perayaan tradisi, melainkan telah berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya Indonesia di panggung global.
“Indonesia sudah ada di panggung dunia. Talenta kita bukan hanya tampil di luar negeri, tetapi juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri”, kata Irene Umar dalam sambutannya.
Dari sisi budaya, Harmoni Imlek Nusantara menghadirkan kolaborasi seni dan kreativitas yang merepresentasikan keterbukaan Indonesia terhadap keberagaman. Perpaduan tradisi Imlek, budaya Nusantara, hingga kolaborasi lintas negara seperti Indonesia Wave x K-Pop memperlihatkan wajah Indonesia sebagai bangsa yang adaptif, inklusif, dan percaya diri dalam dialog budaya global.
Momentum Imlek yang hadir beriringan dengan Ramadan juga menghadirkan pesan toleransi yang kuat. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menegaskan bahwa keberagaman adalah fondasi utama persatuan bangsa.
“Indonesia dibangun dari keberagaman, bukan keseragaman. Ketika Imlek dan Ramadan berjalan berdampingan, Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup”, ujar Veronica Tan
Tak hanya sebagai perayaan budaya, festival ini juga menjadi daya tarik wisata baru Jakarta. Lapangan Banteng yang berada di pusat kota disulap menjadi ruang publik ramah keluarga dengan pertunjukan seni, hiburan, festival kuliner, serta layanan publik seperti cek kesehatan gratis dan donor darah. Konsep one stop cultural festival ini memperkaya pengalaman wisata berbasis nilai sosial dan kebudayaan.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengapresiasi penyelenggaraan Imlek Nasional yang semakin merata di berbagai daerah. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian utuh dari identitas kebangsaan Indonesia.
Dari aspek ekonomi, Festival Imlek Nasional 2026 memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ratusan pelaku UMKM dari berbagai subsektor ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, kriya, wastra, hingga produk kreatif lokal turut dilibatkan. Kehadiran festival di awal Ramadan turut mendorong perputaran ekonomi dan konsumsi masyarakat.
Melalui rangkaian acara yang berlangsung hingga 3 Maret 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru, penguat identitas nasional, serta sarana diplomasi budaya yang berkelanjutan.
Festival Imlek Nasional 2026 pun menjadi contoh bagaimana perayaan budaya dapat dirancang secara inklusif, berdampak ekonomi, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa multikultural yang siap bersaing di panggung global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (dewa; foto bkek)