Indonesiasenang-, Jakarta menyambut Tahun Baru Imlek 2577 dengan wajah yang berbeda. Bukan sekadar perayaan tradisi, Festival Imlek Jakarta 2026 menjelma menjadi panggung besar pertemuan budaya, wisata urban, dan gaya hidup kosmopolitan yang inklusif. Dari pusat kota hingga kawasan bersejarah, Imlek hadir sebagai pengalaman ruang kota yang hidup yang dirayakan bersama, dinikmati lintas generasi, dan dirancang untuk semua.
Perayaan ini diresmikan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, di jantung ibu kota, Bundaran Hotel Indonesia. Di lokasi ikonik ini pula, lampion, instalasi cahaya, dan ornamen Imlek membingkai ruang publik menjadi kanvas perayaan bersama.

Hadir memberikan dukungan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang juga menjabat Ketua Panitia Imlek Nasional, menegaskan bahwa Festival Imlek Jakarta 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar Harmoni Imlek Nusantara, sebuah gerakan yang mengonsolidasikan perayaan Imlek lintas kota, dengan Jakarta sebagai pusat energinya.
“Jakarta menjadi titik temu, tapi masyarakat juga punya banyak pilihan merayakan Imlek di berbagai kota. Semangatnya adalah keterbukaan dan kolaborasi,” ujar Irene Umar.
Ditekankan oleh Iren Umar, bahwa perayaan ini tidak hanya menampilkan tradisi, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif dan merek lokal yang tumbuh dari keberagaman.
Selama Februari hingga awal Maret 2026, Jakarta dipenuhi agenda perayaan yang mengubah kota menjadi destinasi wisata budaya. Mulai dari Festival Pecinan di Taman Mini Indonesia Indah, Semarak Imlek di Monumen Nasional dan Lapangan Banteng, hingga Jakarta Light Festival di Kota Tua Jakarta.

Tak ketinggalan, kawasan Glodok kembali menjadi pusat Cap Go Meh dan Festival Klenteng, menghadirkan nuansa Imlek autentik yang berpadu dengan denyut kota modern. Sementara itu, Blok M Hub menyajikan Harmoni Jakarta, sebuah ruang ekspresi anak muda yang memadukan musik, kuliner, dan seni urban dalam bingkai Imlek.
Festival ini juga menghadirkan bazar bernuansa Imlek yang unik: berlangsung beriringan dengan momen Ramadan, lengkap dengan agenda buka puasa bersama. Sebuah potret Jakarta hari ini, tradisi saling bersilangan, tanpa saling meniadakan.
Pembukaan Festival Imlek Jakarta 2026 ditandai dengan pertunjukan Simfoni Imlek Jakarta, menghadirkan musik sebagai bahasa universal kebudayaan. Selama 13–17 Februari 2026, warga dapat menikmati light installation, laser show, barongsai parade, hingga dragon dance yang menghidupkan malam Jakarta.
Salah satu magnet utama adalah Harmony Lantern Walk, di mana gapura, lampion, dan pohon plum membentuk jalur pejalan kaki yang artistik menjadi spot favorit untuk berjalan santai sekaligus mendokumentasikan keindahan Imlek di ruang publik.
“Warga Tionghoa memiliki kontribusi besar dalam membentuk identitas Jakarta, termasuk dalam adat Betawi. Akulturasi inilah yang membuat Jakarta kaya warna”, tutur Pramono Anung.

Ditambahkan oleh Pramono Anung, bahwa Festival Imlek Jakarta 2026 menjadi langkah nyata mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif bagi siapa pun.
Lebih dari perayaan tahunan, Festival Imlek Jakarta 2026 merepresentasikan wajah baru ibu kota: kota yang merayakan keberagaman sebagai kekuatan, menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata, dan mengintegrasikan ekonomi kreatif ke dalam gaya hidup warganya.
Di Tahun Kuda Api, Jakarta tak hanya berharap keberuntungan dan kebahagiaan, tetapi juga keberanian untuk terus bergerak maju menjadi kota yang merangkul tradisi, inovasi, dan kebersamaan dalam satu harmoni. (fathur; foto bkek)