Indonesiasenang-, Jakarta – Nonton film yang isinya nggak cuma sekedar cerita fiktif dan bisa memberi inspirasi para penontonnya akan menjadi pengalaman yang lebih bermakna. Nah, buat kamu para pencinta film, 100% Manusia Film Festival kembali hadir merayakan satu dekade perjalanannya dengan mengusung tema "A Decade of Love Language". Festival yang berlangsung pada 6–15 Agustus 2026 ini menghadirkan 86 film dari 21 negara yang dapat dinikmati secara gratis di 11 venue yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

Selama 10 tahun terakhir, 100% Manusia Film Festival telah menjadi ruang bertemunya film, seni, dan percakapan tentang kemanusiaan. Tahun ini, festival kembali mengajak publik melihat bahwa empati merupakan bahasa yang mampu menyatukan siapa saja, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dari sekadar menikmati film.

Rain  Cuaca,  Kepala  Program  Acara  Non-Film  dari  100%  Manusia  Film Festival, mengatakan, "Lewat tema ‘A Decade of Love Language’, mengungkapkan, "Kami ingin merayakan perjalanan festival ini sambil mengajak lebih banyak orang melihat bahwa empati adalah bahasa yang dimengerti semua orang. Selama 10 tahun, kami terus membangun ruang aman bagi siapa pun untuk saling mendengarkan, memahami, dan belajar dari pengalaman satu sama lain.”

Tak hanya menyuguhkan puluhan film pilihan dari berbagai belahan dunia, festival ini juga dipenuhi diskusi, pameran, hingga kegiatan komunitas yang sayang untuk dilewatkan.

Hannah Al Rashid sebagai Duta Festival 100% Manusia 2026 mengajak publik membangun empati melalui film.

3 Fakta Menarik Festival 100% Manusia 2026

  1. Hannah Al Rashid Jadi Duta Festival, Buka Mata Realita Hidup
    Aktris sekaligus aktivis Hannah Al Rashid dipercaya menjadi Duta 100% Manusia Film Festival 2026. Menurutnya, festival ini menjadi ruang aman yang mengajak masyarakat berhenti memberi label kepada orang lain dan mulai melihat manusia sebagai manusia.
    "Saya melihat bagaimana banyak perjalanan orang-orang di luar sana melalui film, terutama film yang dibuat berdasar budaya, keresahan isu yang terjadi di masyarakat. Kita bisa membangun empati melalui film-film yang dibuat sineas muda. " Ungkap Hannah Al Rasyid saat hadir dalam press conference yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026 di Austria Embassy, Menteng, Jakarta Pusat.

    Ia berharap semakin banyak orang datang untuk menonton, berdiskusi, dan merasakan bagaimana film mampu membuka hati serta memperluas cara pandang terhadap kehidupan.
  2. Tampilkan 86 Film dari 21 Negara, Gratis!
    Tahun ini, penonton akan dimanjakan dengan 24 film panjang dan 62 film pendek dari 21 negara. Berbagai karya datang dari Austria, Belanda, Filipina, Kamerun, Madagaskar, Meksiko, Myanmar, Nepal, Spanyol, Swedia, Vietnam, dan negara-negara lainnya.
    Menariknya lagi, seluruh pemutaran film bisa dinikmati tanpa dipungut biaya, menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda perfilman paling dinanti tahun ini.
  3. Bukan Cuma Nonton Film,  Aktivitas Seru Menanti
    Pengalaman di Festival 100% Manusia tak berhenti di ruang bioskop. Pengunjung juga bisa mengikuti berbagai program seru seperti 100% KISS, program khusus film pendek berdurasi di bawah 10 menit, 100% SEAblings yang menampilkan karya sineas Asia Tenggara, pameran perjalanan festival, walking tour di Blok M, slam poetry, diskusi buku, karaoke publik, workshop Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), pemutaran film inklusif, hingga layanan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, kurasi film tahun ini cukup seru karena telah menarik ratusan film yang masuk untuk dikurasi.
Menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, penonton akan menemukan kisah tentang keberanian melawan ketidakadilan, perjuangan untuk bertahan, hingga kebebasan berekspresi yang dikemas dalam berbagai genre, mulai dari komedi, animasi, horor, hingga thriller.

Program Cinema Without Borders dalam Festival 100% Manusia 2026 memperkuat jejaring perfilman Asia Tenggara.

Tak hanya itu, sebagai bagian dari perayaan satu dekade, festival ini juga menghadirkan program Cinema Without Borders yang mempertemukan penyelenggara festival film dari berbagai negara Asia Tenggara untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat ekosistem perfilman independen di kawasan.

Bagi kamu yang mencari festival film dengan pilihan tontonan berkualitas sekaligus ruang untuk bertemu komunitas, berdiskusi, dan mendapatkan perspektif baru, 100% Manusia Film Festival 2026 wajib masuk daftar agenda Agustusmu. Selama 10 hari, festival ini membuktikan bahwa film bukan hanya hiburan, tetapi juga medium untuk membangun empati, merayakan keberagaman, dan melihat dunia dari sudut pandang yang lebih manusiawi. (kintan)