FAKTA HIDUP DI PRANCIS UNTUK MAHASISWA INDONESIA: Jangan Keburu Minder, Ternyata Banyak Fasilitas dan Bantuan!

Ingin kuliah di Prancis? Simak 9 fakta penting bagi mahasiswa Indonesia, mulai dari biaya hidup, apartemen, makanan halal, kerja part time, transportasi murah, hingga fasilitas gratis untuk mahasiswa internasional.

FAKTA HIDUP DI PRANCIS UNTUK MAHASISWA INDONESIA: Jangan Keburu Minder, Ternyata Banyak Fasilitas dan Bantuan!

Indonesiasenang-, Jakarta – Banyak anak muda Indonesia bermimpi melanjutkan studi ke Prancis. Bayangan tentang Menara Eiffel, kampus-kampus bergengsi, hingga budaya Eropa yang khas sering membuat negara ini menjadi salah satu tujuan favorit untuk kuliah di luar negeri.

Namun di balik romantisme tersebut, masih banyak calon mahasiswa yang bertanya-tanya: apakah hidup di Prancis benar-benar mahal? Apakah sulit mencari makanan halal? Bisakah mahasiswa bekerja sambil kuliah? Dan bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda budaya dan bahasa?

Berbekal pengalaman tinggal dan menempuh pendidikan di Prancis, Yoshua Putra, alumni mahasiswa di Prancis yang kini bergabung dengan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta, membagikan sejumlah fakta yang jarang diketahui calon mahasiswa Indonesia. Mulai dari biaya hidup, transportasi, pekerjaan paruh waktu, hingga pentingnya membangun pertemanan selama tinggal di negeri yang dikenal sebagai pusat kebudayaan dunia tersebut.

mahasiswa-indonesia-seminar-persiapan-kuliah-prancis-2026
Mahasiswa Indonesia mengikuti seminar persiapan kuliah di Prancis yang diselenggarakan IFI Jakarta dan Campus France Indonesia.

Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang perlu diketahui sebelum berangkat ke Prancis.

  1. Jangan Kaget dengan Biaya Hidup, Tapi Jangan Takut Juga
    Menurut Yoshua, rata-rata mahasiswa membutuhkan biaya hidup sekitar 600 hingga 700 euro per bulan di luar biaya kuliah.

    "Kalau mahasiswa biasanya lebih hemat karena banyak yang memasak sendiri. Makan di luar memang relatif mahal," ujarnya.

    Harga makanan di restoran sederhana berkisar 10–12 euro per porsi, sedangkan menu ekonomis dapat ditemukan dengan harga sekitar 5–7 euro. Untuk kebutuhan sehari-hari, roti baguette yang menjadi makanan pokok masyarakat Prancis dapat dibeli dengan harga sekitar 2 euro atau bahkan lebih murah.
  2. Siapkan Dana Deposit Saat Menyewa Apartemen
    Mahasiswa yang menyewa apartemen perlu menyiapkan dana lebih besar di awal karena harus membayar sewa bulan pertama sekaligus uang deposit.
    "Biasanya deposit itu setara satu bulan biaya sewa," jelas Yoshua.

    Artinya, jika biaya sewa mencapai 350 euro per bulan, mahasiswa perlu menyiapkan sekitar 700 euro saat pertama kali masuk apartemen.

    Deposit tersebut akan dikembalikan ketika masa kontrak berakhir selama tidak ditemukan kerusakan pada properti yang disewa.
  3. Kehilangan Kunci Apartemen Bisa Sangat Mahal
    Di Prancis, sistem keamanan hunian umumnya lebih ketat dibandingkan di Indonesia. Karena itu, mahasiswa disarankan menjaga kunci maupun kartu akses apartemen dengan baik jika tak ingin membayar hingga 200 euro dan bersabar lebih lama menunggu kunci baru.
  4. Makanan Halal Mudah Ditemukan
    Bagi mahasiswa Muslim, ketersediaan makanan halal tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

    Menurut Yoshua, komunitas Muslim yang besar dari Aljazair, Maroko, Turki, dan berbagai negara lainnya membuat produk halal cukup mudah ditemukan.
    "Bahkan di kota yang bukan Paris pun saya masih bisa menemukan supermarket yang menjual makanan halal," ujarnya.
  5. Faktor Terbesar Bertahan di Prancis Bukan Hanya Nilai, Tapi Teman
    Ini menjadi salah satu poin yang paling ditekankan. Faktanya, banyak mahasiswa yang sebenarnya cerdas dan memiliki kemampuan bahasa Prancis yang baik, tetapi tetap kesulitan beradaptasi karena kurang memiliki jaringan pertemanan.

    Karena itu, mahasiswa dianjurkan aktif mengikuti klub kampus, organisasi, komunitas olahraga, maupun kegiatan sosial lainnya.
  6. Mahasiswa Mendapat Diskon Transportasi
    Prancis memiliki sistem transportasi umum yang sangat mendukung mahasiswa.

    Bagi pengguna transportasi berusia di bawah 27 tahun, banyak kota memberikan tarif khusus untuk bus, metro, maupun trem.

    "Tujuannya memang supaya khususnya mahasiswa lebih mudah mengakses transportasi," kata Yoshua.

    Selain transportasi lokal, operator kereta nasional Prancis juga sering memberikan promo khusus untuk pelajar dan mahasiswa.
  7. Museum dan Tempat Budaya Banyak yang Gratis
    Sebagai negara yang menjadikan budaya sebagai identitas nasional, Prancis memberikan akses luas kepada mahasiswa untuk menikmati berbagai fasilitas budaya.Dengan menunjukkan kartu mahasiswa, banyak museum yang menawarkan tiket gratis atau diskon khusus.

    "Di beberapa museum saya cukup menunjukkan kartu mahasiswa dan bisa masuk tanpa biaya," ujarnya.
  8. Mahasiswa Bisa Bekerja Paruh Waktu
    Pemegang visa pelajar diperbolehkan bekerja hingga sekitar 20 jam per minggu lho!

    Pekerjaan yang umum dilakukan mahasiswa antara lain pelayan restoran, pengasuh anak, pencuci piring, hingga pekerjaan musiman saat musim panas.

    "Ketika musim panas biasanya peluang kerja lebih banyak karena banyak tempat membutuhkan tenaga tambahan," jelas Yoshua.
  9. Banyak Program Gratis untuk Mahasiswa Internasional
    Pemerintah daerah dan kampus di berbagai kota juga rutin mengadakan kegiatan khusus untuk mahasiswa internasional.

    Mulai dari acara networking, tur kota, hingga kunjungan ke institusi penting sering kali diberikan secara gratis.

    Saat tinggal di Strasbourg, Yoshua bahkan pernah mengikuti kunjungan ke Parlemen Eropa tanpa dipungut biaya.

    "Tujuannya agar mahasiswa internasional lebih mengenal kota tempat mereka tinggal dan bisa membangun jaringan pertemanan," katanya.
seminar-campus-france-indonesia-persiapan-keberangkatan
Seminar Campus France Indonesia membahas persiapan keberangkatan mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Prancis.

Persiapan Mental dan Sosial Sama Pentingnya dengan Akademik
Kisah para alumni menunjukkan bahwa keberhasilan kuliah di Prancis tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau kemampuan berbahasa Prancis.

Keberanian untuk beradaptasi, membangun relasi, dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia justru menjadi faktor penting yang membantu mahasiswa bertahan dan berkembang selama menjalani pendidikan di luar negeri.

Seminar ini diselenggarakan oleh Campus France Indonesia bekerja sama dengan PPI Prancis dan France Alumni Indonesia, serta menghadirkan berbagai narasumber yang membahas aspek administratif, adaptasi budaya, kehidupan mahasiswa, hingga peluang karier setelah lulus.

Bagi calon mahasiswa Indonesia, persiapan yang matang akan membuat pengalaman kuliah di Prancis menjadi lebih nyaman, produktif, dan berkesan. (kintan)


Share Tweet Send
0 Komentar
Memuat...
You've successfully subscribed to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Great! Next, complete checkout for full access to Indonesia Senang Dot Com - Semampu kita bisa dan lakukan keSENANGanmu
Welcome back! You've successfully signed in
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.