Indonesiasenang-, Ducati resmi memperluas eksistensinya di dunia balap off-road Tanah Air melalui pengukuhan Ducati MX Team Indonesia pada 20 Januari 2026. Kehadiran tim ini menandai keseriusan pabrikan asal Italia tersebut dalam menggarap segmen motocross Indonesia, tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penantang utama di setiap kejuaraan.
Di bawah komando Jimmy Budhijanto selaku Team Principal dan Owner, Ducati MX Team Indonesia dibangun dengan pendekatan jangka panjang yang menitikberatkan pada riset, pengembangan motor, serta pembinaan pembalap. Struktur tim telah disiapkan sejak 2025 untuk memastikan stabilitas performa dan daya saing di lintasan nasional hingga internasional.
Langkah strategis diambil dengan menunjuk Johny Pranata, legenda motocross Indonesia, sebagai Team Manager. Perannya krusial dalam meramu strategi balap dan memaksimalkan potensi dua pembalap andalan tim, Diva Ismayana dan Hilman Maksum. Keduanya dipercaya mengendarai Ducati Desmo450 MX, motor motocross berteknologi tinggi yang menjadi tulang punggung tim.
Meski baru diresmikan pada awal 2026, Ducati MX Team Indonesia sejatinya telah mencuri perhatian sejak kuartal akhir 2025. Tim ini turun di sejumlah kejuaraan nasional dan regional sebagai bagian dari fase uji coba. Hasilnya di luar dugaan, podium demi podium berhasil diraih, termasuk kemenangan di seri BOMS Bali, Motocross National Championship Semarang, serta GTX Final Series di Kalimantan Selatan.
Rangkaian prestasi tersebut menegaskan bahwa kombinasi pembalap berpengalaman dan platform Desmo450 MX sudah kompetitif bahkan sebelum masuk fase factory penuh.
Ducati Desmo450 MX mengusung mesin satu silinder 449,6 cc dengan tenaga 63,5 hp dan torsi 53,5 Nm. Karakter mesin agresif namun tetap mudah dikendalikan dipadukan dengan rangka twin-spar aluminium, suspensi Showa berlapis Kashima, serta pengereman Brembo. Paket elektronik khas Ducati seperti Traction Control, Quick Shift, dan Power Launch menjadi pembeda utama di kelasnya.
Untuk musim 2026, tim akan menggunakan Desmo450 MX Factory di ajang nasional. Versi ini hadir dengan bobot lebih ringan, knalpot titanium Akrapovič, suspensi berlapis Dark Kashima, serta komponen factory-grade yang dirancang untuk start agresif dan konsistensi balap.
Ujian sesungguhnya akan dimulai akhir Januari 2026 saat Ducati MX Team Indonesia tampil di ajang Federation of Motor Sports Clubs of Thailand (FMSCT). Seri pembuka di Loei akan menjadi tolok ukur daya saing tim Indonesia di level Asia Tenggara, sebelum melanjutkan ke sembilan seri lainnya sepanjang musim.
Ditegaskan oleh Jimmy Budhijanto, bahwa target tim bukan sekadar menang dalam satu musim.
“Kami ingin membangun karakter tim yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan. Kemenangan penting, tetapi fondasi jangka panjang jauh lebih krusial", ujar Jimmy Budhijanto.
Dengan dukungan teknis dari Shell Indonesia, perlengkapan keselamatan Leatt, apparel ORCA Powergear, serta kamera Insta360 untuk analisis teknis, Ducati MX Team Indonesia optimistis mampu menciptakan standar baru di dunia motocross Tanah Air.
Musim 2026 pun menjadi awal perjalanan ambisius Ducati MX Team Indonesia untuk menancapkan bendera Merah Putih di lintasan tanah internasional. (ridho; foto ducati)