Indonesiasenang-, Indonesia Fashion Designer Council (IFDC) bersama Senayan City dan Cotton USA menghadirkan DRAFT Pop-Up Store Installation sebagai bagian dari aksi penggalangan dana bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melibatkan 22 desainer Indonesia, kegiatan ini berlangsung pada 2–30 September 2026 di lantai LG Senayan City, Jakarta.

Sebanyak 22 desainer turut menyumbangkan kreativitas mereka melalui karya busana berupa kemeja dan atasan berwarna putih. Para desainer yang terlibat yakni Adeline Esther, Andreas Odang, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim, Yogie Pratama, Yongki Budisutisna, dan Yosafat Dwi Kurniawan.

22 desainer Indonesia berpartisipasi dalam DRAFT Pop-Up Store IFDC

Seluruh hasil penjualan dari DRAFT Pop-Up Store Installation nantinya akan disalurkan melalui Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Kemeja Putih Karya 22 Desainer Dibanderol Mulai Rp1,2 Juta
Kemeja dan atasan putih yang ditawarkan dalam DRAFT Pop-Up Store dibanderol dengan harga mulai dari Rp1.200.000 hingga Rp1.999.000. Dengan jumlah yang terbatas, karya para desainer tersebut langsung menarik perhatian dan diserbu para tamu yang hadir dalam pembukaan.

Sejumlah selebriti di antaranya Kirana Larasati dan Widhi Mulia, dan model senior turut hadir dan melihat langsung koleksi yang ditampilkan. Pengunjung Senayan City juga dapat membeli karya tersebut selama periode penyelenggaraan DRAFT Pop-Up Store hingga 30 September 2026.

Ivan Gunawan menampilkan desain kemeja putih dalam DRAFT Pop-Up Store IFDC

Salah satu desainer yang berpartisipasi, Ivan Gunawan, mengaku senang dapat terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, proses membuat koleksi untuk DRAFT tidak menghadirkan kesulitan berarti karena kemeja putih merupakan salah satu busana yang memiliki ruang kreativitas luas bagi para desainer.

"Pembuatannya nggak ada kesulitan sama sekali, terutama teman-teman desainer pecinta cotton dan kemeja putih, jadi happy dalam mendesain kali ini. Kita punya keunikan masing-masing dalam karya kita," ungkap Ivan Gunawan kepada awak media.

DRAFT Pop-Up Store Targetkan Bantuan untuk 1.000 KK di NTT
Pendiri sekaligus CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation, Veronica Golondam, mengatakan bantuan yang menjadi prioritas saat ini adalah penanganan dalam kondisi darurat atau emergency response.

Menurut Veronica, kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih sangat besar, termasuk bagi anak-anak yang kehilangan tempat belajar. Karena itu, bantuan yang terkumpul melalui DRAFT diharapkan dapat menjangkau setidaknya 1.000 keluarga di NTT.

Veronica Golondam dari YCAB Foundation menjelaskan bantuan untuk korban gempa NTT

"Jadi, untuk khususnya acara ini, kita lebih ke emergency response. Mungkin ke depan, kita bikin lagi untuk membangun sekolah, biasanya yang lebih permanen. Karena sekolah itu kasihan, anak-anak nggak punya gedungnya. Mereka tetap harus sekolah di bawah pohon, kalau ada pohon, atau di bawah kanvas matahari," papar Veronica.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas pendidikan secara permanen menjadi salah satu kemungkinan program yang dapat dilakukan pada tahap berikutnya.

"Targetnya untuk NTT, kita menjangkau seribu keluarga dulu. Dari hasil di sini lumayan, untuk seribu keluarga. Semua dermawan di sini yang akan tampil cantik dengan busana white shirt ini, ternyata beautiful inside out," lanjutnya.

Instalasi DRAFT Pop-Up Store IFDC menampilkan karya kemeja putih desainer Indonesia

Kemeja Putih Jadi Benang Merah DRAFT Pop-Up Store
Konsep utama DRAFT berangkat dari salah satu elemen dasar dalam dunia fashion, yakni kemeja putih. Meski menggunakan warna dan jenis busana yang serupa, setiap desainer diberikan ruang untuk menerjemahkan kemeja putih sesuai karakter serta identitas kreatif masing-masing.

Perbedaan tersebut terlihat dari bentuk siluet, detail, teknik pembuatan, hingga pendekatan desain yang digunakan. Hasilnya, koleksi yang ditampilkan memiliki karakter yang beragam meskipun berada dalam satu tema yang sama.

Koleksi kemeja putih karya 22 desainer Indonesia di DRAFT Pop-Up Store

Dari sisi material, seluruh karya menggunakan katun berkualitas dari Cotton USA. Material tersebut memberikan perpaduan antara kenyamanan dan tampilan premium, dengan tekstur yang ringan dan halus di kulit sekaligus memiliki struktur yang kuat serta mampu mempertahankan bentuk pakaian.

Melalui DRAFT Pop-Up Store Installation, IFDC tidak hanya menghadirkan karya dari para desainer Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat menikmati fashion dengan perspektif yang lebih luas. Setiap pembelian menjadi bagian dari aksi sosial untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. (kintan)